💟Ibnu Sammak Muhammad bin Shubaih berkata,
“Anggaplah dunia ada di genggaman tanganmu dan ditambahkan yang semisalnya.
Anggaplah (perbendaharaan) timur dan barat datang kepadamu, akan tetapi jika kematian datang, apa gunanya yang ada di genggamanmu?”
*(Siyarul A’lam An-Nubala 8/330)*
💟Allah Ta’ala berfirman,
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
*(,QS Ali Imran: 185)*
Allah juga berfirman,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
*(QS Al Hadid: 20)*
💟Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ – ﻗَﺎﻝَ – ﻭَﻫَﻞْ ﻟَﻚَ ﻳَﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻚَ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻠْﺖَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺴْﺖَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻴْﺖَ ﺃَﻭْ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖَ ﻓَﺄَﻣْﻀَﻴْﺖَ
“Manusia berkata, “Hartaku-hartaku.” Beliau bersabda, “Wahai manusia, apakah benar engkau memiliki harta? Bukankah yang engkau makan akan lenyap begitu saja? Bukankah pakaian yang engkau kenakan juga akan usang? Bukankah yang engkau sedekahkan akan berlalu begitu saja? ”
*(HR. Muslim no. 2958)*
💟Riwayat yang lain,
ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪُ ﻣَﺎﻟِﻰ ﻣَﺎﻟِﻰ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﺛَﻼَﺙٌ ﻣَﺎ ﺃَﻛَﻞَ ﻓَﺄَﻓْﻨَﻰ ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺲَ ﻓَﺄَﺑْﻠَﻰ ﺃَﻭْ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﻓَﺎﻗْﺘَﻨَﻰ ﻭَﻣَﺎ ﺳِﻮَﻯ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﻬُﻮَ ﺫَﺍﻫِﺐٌ ﻭَﺗَﺎﺭِﻛُﻪُ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
“Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan. ”
*(HR. Muslim no. 2959)*
.........
GENGGAMAN DUNIA AKAN LEPAS, TETAPI AMAL AKAN KEKAL
Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Hati dari Tipuan Dunia dan Mempersiapkan Bekal Menuju Akhirat
Ibnu Sammak Muhammad bin Shubaih رحمه الله berkata:
"Anggaplah dunia ada di genggaman tanganmu dan ditambahkan yang semisalnya. Anggaplah (perbendaharaan) timur dan barat datang kepadamu, akan tetapi jika kematian datang, apa gunanya yang ada di genggamanmu?" (Siyar A'lām an-Nubalā', 8/330).
Maksud
Perkataan Ibnu Sammak mengingatkan bahwa seluruh kekayaan, jabatan, ketenaran, dan kenikmatan dunia hanyalah titipan yang pasti akan ditinggalkan. Saat kematian datang, tidak ada satu pun harta yang dapat menemani seseorang ke dalam kubur, kecuali amal salehnya.
Tasawuf mengajarkan bahwa dunia tidak harus dibuang, tetapi jangan sampai masuk ke dalam hati. Dunia cukup berada di tangan, sedangkan hati dipenuhi cinta kepada Allah.
Tujuan
- Menumbuhkan sifat zuhud, yaitu tidak diperbudak dunia.
- Membersihkan hati dari cinta yang berlebihan kepada harta.
- Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan.
- Memperbanyak amal saleh sebelum datang kematian.
- Menghidupkan hati agar selalu mengingat Allah.
Ayat Al-Qur'an
1. Surah Al-Hadid ayat 20
"Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu dan berlomba dalam kekayaan dan anak-anak..."
Allah menutup ayat tersebut dengan menjelaskan bahwa kehidupan akhiratlah yang kekal.
2. Surah Ali Imran ayat 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ...
"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati..."
Kematian adalah kepastian yang tidak dapat ditolak oleh siapa pun.
3. Surah Al-Qashash ayat 77
"Carilah dengan apa yang Allah karuniakan kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia."
Islam mengajarkan keseimbangan: bekerja di dunia, tetapi tujuan akhirnya adalah akhirat.
Hadis Shahih
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir."
(HR. Al-Bukhari)
Ibnu Umar berkata:
"Apabila engkau berada pada waktu sore, jangan menunggu pagi. Bila berada di pagi hari jangan menunggu sore."
Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin selalu merasa sedang dalam perjalanan menuju Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati."
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku tutupi kefakiranmu."
(HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah)
Hakikat kekayaan bukanlah banyaknya harta, tetapi hati yang merasa cukup bersama Allah.
Analisa Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Penyakit hati terbesar adalah hubbud dunya (cinta dunia secara berlebihan).
Harta bukanlah musuh. Yang menjadi musuh adalah ketika hati menggantungkan kebahagiaannya kepada harta.
Para ulama tasawuf mengatakan:
"Orang kaya yang zuhud lebih mulia daripada orang miskin yang tamak."
Mengapa?
Karena yang dinilai Allah bukan isi dompet, tetapi isi hati.
Ketika hati dipenuhi dunia, zikir menjadi berat.
Sedekah terasa rugi.
Shalat terasa terganggu.
Namun ketika hati dipenuhi Allah, dunia berubah menjadi sarana ibadah.
Argumentasi
Kematian adalah "penghapus" seluruh kebanggaan dunia.
Raja meninggalkan istana.
Pengusaha meninggalkan perusahaan.
Pejabat meninggalkan kekuasaan.
Artis meninggalkan popularitas.
Influencer meninggalkan jutaan pengikut.
Semuanya kembali hanya dengan kain kafan.
Yang menemani hanyalah:
- Iman.
- Amal saleh.
- Doa anak saleh.
- Sedekah jariyah.
- Ilmu yang bermanfaat.
Implementasi yang Relevan di Dunia Viral Saat Ini
Fenomena media sosial memperlihatkan banyak orang berlomba mengejar viral, pengikut, dan pengakuan. Tidak sedikit yang rela mengumbar aib, menyebarkan fitnah, membuat konten berbahaya, atau memamerkan kemewahan demi popularitas sesaat.
Dari perspektif Tazkiyatun Nufūs, seorang mukmin hendaknya bertanya sebelum mengunggah sesuatu: Apakah ini mendekatkanku kepada Allah atau hanya mengejar pujian manusia?
Contoh penerapan:
- Pebisnis tetap jujur walaupun keuntungan lebih lambat.
- Konten kreator menyebarkan ilmu dan akhlak yang baik, bukan sensasi.
- Aparatur dan pemimpin menjaga amanah serta tidak tergoda korupsi.
- Orang tua mengutamakan pendidikan iman anak, bukan sekadar mengejar kemewahan.
- Setiap muslim meluangkan waktu untuk Al-Qur'an, zikir, sedekah, dan membantu sesama meskipun sibuk bekerja.
Hukum (Ahkam)
-
Mencintai dunia sebagai sarana beribadah adalah mubah, bahkan dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah.
-
Berlebihan mencintai dunia hingga melalaikan kewajiban kepada Allah adalah haram.
-
Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesuai kebutuhan dan tanggung jawab.
-
Bersikap zuhud merupakan akhlak yang sangat dianjurkan dan termasuk sifat para nabi serta orang-orang saleh.
-
Memanfaatkan harta untuk zakat, infak, sedekah, dan membantu sesama merupakan amal yang sangat dianjurkan.
Sentuhan Hati (Muhasabah)
Saudaraku...
Pernahkah kita membayangkan, bila malam ini adalah malam terakhir kita?
Rumah yang kita bangun akan tetap berdiri.
Kendaraan yang kita banggakan akan dipakai orang lain.
Rekening yang kita kumpulkan akan diwariskan.
Media sosial kita akan terus ada, sementara kita telah berada di dalam kubur.
Lalu...
Apa yang kita bawa menghadap Allah?
Air mata taubat?
Shalat yang khusyuk?
Sedekah yang ikhlas?
Ataukah hanya penyesalan yang sudah terlambat?
Jangan tunggu tua untuk kembali kepada Allah.
Jangan tunggu sakit untuk bertaubat.
Jangan tunggu kematian orang lain untuk mengingat kematian diri sendiri.
Karena malaikat maut tidak pernah salah alamat.
Doa
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا، ولا مبلغ علمنا، ولا إلى النار مصيرنا، واجعل الجنة هي دارنا، وأصلح قلوبنا، وطهر نفوسنا، وارزقنا الزهد فيما يفنى، والرغبة فيما يبقى، وثبتنا على طاعتك حتى نلقاك وأنت راضٍ عنا. آمين.
Artinya:
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia sebagai tujuan terbesar kami, jangan pula sebagai puncak ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan neraka sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah surga sebagai tempat tinggal kami. Perbaikilah hati kami, sucikan jiwa kami, karuniakan kepada kami sifat zuhud terhadap apa yang akan binasa, dan kecintaan kepada apa yang kekal. Teguhkan kami di atas ketaatan hingga kami bertemu dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami. Amin."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada para ustadz, guru, dan para masyayikh yang dengan penuh keikhlasan membimbing umat menuju jalan Allah. Semoga Allah melimpahkan kesehatan, keberkahan umur, keluasan ilmu, dan pahala yang terus mengalir atas setiap nasihat yang disampaikan.
Terima kasih pula kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk merenungi nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba yang bersih hatinya (tazkiyatun nufūs), tidak tertipu oleh gemerlap dunia, senantiasa beramal saleh, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
.........
No comments:
Post a Comment