Tuesday, July 28, 2026

1299aj. Berlomba-Lomba dalam Urusan Akhirat: Tazkiyatun Nufūs Menuju Kemuliaan Abadi

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB RIYADHUSH SHALIHIN : BAB 63, BERLOMBA-LOMBA DALAM URUSAN AKHIRAT DAN MEMPERBANYAK HAL-HAL YANG MEMBAWA BERKAH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 13 SAFAR 1448 H / 26 JULI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID ASH-SHIDDIQ, JL. RAYA  KALIJATEN NO. 94, TAMAN, SEPANJANG, SIDOARJO


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/WSK7DLM7M40?si=Dq_36PCE-qK714Rx

.......

KITAB RIYADHUSH SHALIHIN – BAB 63

"Berlomba-Lomba dalam Urusan Akhirat: Tazkiyatun Nufūs Menuju Kemuliaan Abadi"

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah membuka pintu-pintu kebaikan bagi hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga hari kiamat.


Maksud

Bab ini mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya berlomba dalam amal saleh, bukan berlomba mengejar kemegahan dunia. Dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs), perlombaan yang sejati bukanlah siapa yang paling kaya, paling terkenal, atau paling berkuasa, tetapi siapa yang paling bersih hatinya, paling ikhlas amalnya, dan paling dekat kepada Allah.

Orang yang mengenal Allah akan menjadikan setiap detik kehidupannya sebagai kesempatan mengumpulkan bekal menuju akhirat.


Tujuan

  1. Membersihkan hati dari cinta dunia yang berlebihan.
  2. Menumbuhkan semangat berlomba dalam amal saleh.
  3. Menghidupkan keikhlasan dalam ibadah.
  4. Mengarahkan persaingan kepada sesuatu yang diridhai Allah.
  5. Menjadikan akhirat sebagai tujuan utama kehidupan.

Dalil Al-Qur'an

1. Berlomba menuju ampunan Allah

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ...

"Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi."

(QS. Ali 'Imran: 133)


2. Berlomba dalam kebaikan

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

"Maka berlomba-lombalah dalam berbagai kebaikan."

(QS. Al-Baqarah: 148)


3. Orang-orang yang bersegera dalam amal

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ

"Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam berbagai kebaikan."

(QS. Al-Mu'minun: 61)


Hadis Shahih

Rasulullah ﷺ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ، وَلَا تَعْجِزْ

"Bersungguh-sungguhlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah."

(HR. Muslim)


Rasulullah ﷺ bersabda:

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ

"Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara; masa mudamu sebelum tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu."

(HR. Al-Hakim, dinilai hasan oleh banyak ulama)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya."

(HR. Al-Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa berlomba dalam amal saleh merupakan jalan menuju mahabbah (cinta) Allah, yang menjadi tujuan tertinggi dalam perjalanan ruhani seorang mukmin.


Analisa Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)

Imam-imam tasawuf menjelaskan bahwa penyakit terbesar manusia adalah berlomba dalam dunia tetapi malas berlomba menuju Allah.

Banyak orang rela begadang demi pekerjaan, tetapi berat bangun malam untuk tahajud.

Banyak orang cepat membuka media sosial, tetapi lambat membuka Al-Qur'an.

Banyak yang menghitung jumlah pengikut (followers), tetapi lupa menghitung berapa banyak dosa yang telah dihapus melalui istighfar.

Hati yang bersih akan bertanya:

"Hari ini, amal apa yang bertambah?"

Bukan:

"Hari ini, hartaku bertambah berapa?"

Dalam Tazkiyatun Nufūs, ukuran sukses adalah bertambahnya iman, akhlak, dan kedekatan kepada Allah, bukan sekadar bertambahnya popularitas.


Argumentasi

Mengapa Allah memerintahkan berlomba dalam kebaikan?

Karena umur sangat singkat.

Kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Kematian tidak pernah mengirim undangan.

Setiap detik yang berlalu tidak akan kembali.

Orang yang cerdas adalah yang memanfaatkan waktu sebelum waktu itu menjadi penyesalan.


Implementasi yang Relevan di Dunia Saat Ini

Di era digital, perlombaan sering diarahkan kepada:

  • Viral di media sosial.
  • Banyak "like" dan pengikut.
  • Kekayaan yang dipamerkan.
  • Gaya hidup mewah.
  • Persaingan jabatan.

Islam mengajarkan perlombaan yang berbeda.

Bayangkan jika semangat viral itu diarahkan untuk:

  • Menyebarkan ilmu Al-Qur'an.
  • Mengajak shalat berjamaah.
  • Membantu fakir miskin.
  • Menjadi relawan kemanusiaan.
  • Membagikan nasihat yang benar.
  • Menghidupkan sedekah harian.
  • Memakmurkan masjid.

Itulah perlombaan yang nilainya tidak berhenti ketika dunia berakhir.


Perspektif Tazkiyatun Nufūs

Hati mempunyai dua arah:

  • menuju dunia,
  • atau menuju Allah.

Semakin hati dipenuhi dunia, semakin berat melakukan ibadah.

Semakin hati dipenuhi cinta kepada Allah, semakin ringan melakukan amal saleh.

Oleh sebab itu para ulama tasawuf mengatakan:

"Jangan berlomba menjadi orang yang paling dikenal manusia, tetapi berlombalah menjadi orang yang paling dikenal oleh Allah."


Hukum (Ahkam)

  1. Berlomba dalam amal saleh hukumnya disyariatkan, bahkan dianjurkan (mustahab).
  2. Berlomba dalam ibadah dengan niat ikhlas termasuk amal yang dicintai Allah.
  3. Berlomba karena riya', ujub, atau mencari pujian manusia hukumnya haram apabila merusak keikhlasan.
  4. Memanfaatkan waktu untuk kebaikan merupakan akhlak seorang mukmin.
  5. Menunda taubat dan amal saleh tanpa alasan syar'i merupakan sikap yang tercela.

Sentuhan Hati (Muhasabah)

Wahai hati...

Sudah berapa kali engkau membuka telepon genggam hari ini?

Berapa kali engkau membuka mushaf Al-Qur'an?

Berapa lama engkau memikirkan dunia?

Berapa lama engkau mengingat Allah?

Apabila kematian datang malam ini...

Amal apakah yang akan engkau banggakan di hadapan Allah?

Jangan tunggu tua untuk menjadi ahli ibadah.

Jangan tunggu sakit untuk banyak berdoa.

Jangan tunggu kematian orang lain baru ingat kematian sendiri.

Hari ini adalah kesempatan.

Esok belum tentu menjadi milik kita.


Doa

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك.

اللهم اجعل الدنيا في أيدينا ولا تجعلها في قلوبنا.

اللهم ارزقنا الإخلاص في القول والعمل.

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.

اللهم اجعلنا من السابقين إلى الخيرات، ومن المقبولين عندك، واختم لنا بخاتمة السعادة، وأدخلنا الجنة بغير حساب ولا عذاب.

آمين يا رب العالمين.

Artinya:

"Ya Allah, Dzat Yang Membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu. Ya Allah, jadikan dunia berada di tangan kami, jangan Engkau jadikan dunia memenuhi hati kami. Karuniakanlah kepada kami keikhlasan dalam ucapan dan amal. Tolonglah kami agar selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersegera dalam kebaikan, yang Engkau terima amalnya, yang Engkau wafatkan dengan husnul khatimah, dan masukkanlah kami ke dalam surga tanpa hisab dan tanpa azab. Āmīn."


Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah ﷻ atas kesempatan mempelajari nasihat-nasihat mulia dalam Kitab Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn. Semoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan kepada para ustadz, guru, dan masyayikh yang telah mengajarkan ilmu dengan penuh keikhlasan. Semoga setiap huruf yang mereka ajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga hari kiamat.

Jazakumullāhu khairan kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menelaah dan mengamalkan ilmu ini. Semoga Allah ﷻ membersihkan hati kita (tazkiyatun nufūs), meneguhkan langkah kita dalam berlomba-lomba menuju kebaikan, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Āmīn.

.......


No comments: