BAB 22 Tentang Mengekang Emosi (Marah.
Lima perkara dapat mengangkat derajat pelakunya, yaitu:
1. Tidak makan kecuali yang halal,
2. Setiap hari minta rezeki (halal) kepada Allah,
3. Menganggap dirinya seperti orang mati,
4. Berserah diri sepenuh hati kepada Allah, jika diganggu atau dimarahi orang katakanlah: Kehormatan sudah kuserahkan penuh kepada Allah.
5. Ketika bersalah atau berdosa, segeralah minta ampun kepada Allah (Nasihat Abu Dardak).
..........
🌿 LIMA JALAN MENINGGIKAN DERAJAT
Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Jiwa, Menjaga Kehormatan, dan Kembali kepada Allah
📜 NASIHAT ABU DARDĀ’ رضي الله عنه
Lima perkara dapat mengangkat derajat pelakunya:
- Tidak makan kecuali yang halal.
- Setiap hari memohon rezeki yang halal kepada Allah.
- Menganggap dirinya seperti orang yang telah mati.
- Berserah diri sepenuh hati kepada Allah. Jika diganggu atau dimarahi orang, katakanlah: “Kehormatanku telah kuserahkan sepenuhnya kepada Allah.”
- Ketika bersalah atau berdosa, segera memohon ampun kepada Allah.
Lima nasihat ini sesungguhnya merupakan jalan besar menuju Tazkiyatun Nufūs, yaitu proses membersihkan jiwa dari keserakahan, kesombongan, cinta dunia, dendam, riya’, dan dosa; kemudian menghiasinya dengan iman, tawakal, sabar, qana’ah, rasa takut kepada Allah, dan harapan kepada rahmat-Nya.
🌹 MAKSUD
Maksud dari lima nasihat ini adalah mengajarkan manusia agar tidak hanya memperbaiki lahiriah, tetapi juga membersihkan batin dan hati.
Sebab seseorang bisa saja terlihat baik di hadapan manusia, tetapi hatinya dipenuhi:
- cinta berlebihan kepada dunia,
- iri terhadap rezeki orang lain,
- takut kehilangan kedudukan,
- marah ketika dihina,
- mencari pujian,
- sulit mengakui kesalahan,
- dan berat meminta ampun kepada Allah.
Padahal, derajat seseorang di sisi Allah tidak semata-mata diukur dari penampilan, kekayaan, popularitas, atau banyaknya pengikut.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.”
QS. Al-Hujurāt: 13
🎯 TUJUAN
Lima perkara ini bertujuan untuk:
- Menjaga kesucian rezeki.
- Mendidik jiwa agar tidak rakus kepada dunia.
- Membangun tawakal yang benar kepada Allah.
- Menjaga kehormatan diri dari fitnah, hinaan, dan provokasi.
- Membentuk jiwa yang cepat bertaubat ketika melakukan dosa.
- Mengubah manusia dari hamba dunia menjadi hamba Allah.
- Mencapai ketenangan hati melalui Tazkiyatun Nufūs.
1️⃣ TIDAK MAKAN KECUALI YANG HALAL
🍚 Rezeki yang Masuk Menjadi Bagian dari Diri
Makanan bukan sekadar mengisi perut.
Apa yang masuk ke dalam tubuh dapat memengaruhi:
- pikiran,
- hati,
- akhlak,
- ibadah,
- dan doa seseorang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang berdoa kepada Allah, tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan sesuatu yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?
HR. Muslim
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا
“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh.”
QS. Al-Mu’minūn: 51
🌿 Perspektif Tasawuf
Dalam tasawuf, makanan halal bukan hanya persoalan zatnya halal, tetapi juga harus diperhatikan:
- dari mana mendapatkannya,
- bagaimana cara memperolehnya,
- apakah ada penipuan,
- apakah ada kezaliman,
- apakah ada hak orang lain yang diambil.
Sebab seseorang tidak mungkin berharap hatinya bersih jika kehidupannya dibangun dari sesuatu yang kotor.
🔥 Relevansi di Dunia Viral
Hari ini banyak orang ingin:
- cepat kaya,
- cepat viral,
- cepat terkenal,
- cepat mendapatkan keuntungan.
Namun terkadang kecepatan itu membuat sebagian orang melupakan:
“Apakah cara yang ditempuh ini halal?”
Jangan sampai seseorang mendapatkan jutaan penonton, tetapi kehilangan keberkahan.
Jangan sampai mendapatkan banyak uang, tetapi kehilangan ketenangan.
Jangan sampai menjadi terkenal di hadapan manusia, tetapi tidak dikenal oleh kebaikan di sisi Allah.
🌱 Implementasi
Sebelum mendapatkan atau menggunakan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri:
“Apakah ini halal?”
“Apakah ini diperoleh dengan jujur?”
“Apakah ada hak orang lain yang terambil?”
“Apakah saya berani mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?”
2️⃣ SETIAP HARI MEMINTA REZEKI HALAL KEPADA ALLAH
🤲 Rezeki Bukan Hanya Banyak, Tetapi Berkah
Sebagian manusia berdoa:
“Ya Allah, jadikan aku kaya.”
Namun seorang yang telah mengenal Allah akan berdoa:
“Ya Allah, berikan aku rezeki yang halal, cukup, berkah, dan menjadikanku semakin dekat kepada-Mu.”
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ
“Dan di langit terdapat rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu.”
QS. Adz-Dzāriyāt: 22
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.”
HR. At-Tirmidzi
Perhatikan:
Burung bertawakal, tetapi tetap terbang mencari rezeki.
Maka tawakal bukan berarti tidak bekerja.
Tawakal adalah:
Berusaha dengan anggota tubuh, tetapi menggantungkan hati hanya kepada Allah.
3️⃣ MENGANGGAP DIRI SEPERTI ORANG YANG TELAH MATI
⚰️ Mematikan Ego Sebelum Kematian Datang
Maksudnya bukan meninggalkan kehidupan atau tidak bekerja.
Maksudnya adalah:
Mematikan kesombongan, kerakusan, dendam, dan ego sebelum jasad benar-benar mati.
Orang yang merasa dirinya akan mati akan lebih berhati-hati:
- tidak mudah menghina,
- tidak mudah menyakiti,
- tidak terlalu sombong,
- tidak berlebihan mengejar dunia,
- dan tidak menyimpan dendam terlalu lama.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
QS. Āli ‘Imrān: 185
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang memutus kenikmatan, yaitu kematian.”
HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i
🌿 Perspektif Tazkiyatun Nufūs
Orang yang selalu ingat mati akan berkata:
“Untuk apa aku terus membenci?”
“Untuk apa aku terus marah?”
“Untuk apa aku mengejar pujian manusia?”
“Bukankah sebentar lagi aku akan kembali kepada Allah?”
Dunia digital membuat manusia berlomba-lomba menunjukkan:
- wajah,
- kekayaan,
- rumah,
- kendaraan,
- kesuksesan,
- dan kehidupan pribadi.
Namun kematian mengajarkan:
Semua yang dipamerkan di dunia akhirnya akan ditinggalkan. Yang ikut ke alam kubur hanyalah amal.
4️⃣ MENYERAHKAN KEHORMATAN KEPADA ALLAH
🛡️ Tidak Semua Hinaan Harus Dibalas
Ketika seseorang diganggu, dihina, difitnah, atau dimarahi, jiwa biasanya ingin membalas.
Namun orang yang telah belajar tawakal berkata:
“Kehormatanku telah kuserahkan kepada Allah.”
Bukan berarti kita tidak boleh membela diri ketika dizalimi.
Namun jangan sampai pembelaan diri berubah menjadi:
- fitnah,
- penghinaan,
- kebencian,
- balas dendam,
- dan dosa baru.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang beriman.”
QS. Al-Hajj: 38
Allah juga berfirman:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kalian ingin agar Allah mengampuni kalian?”
QS. An-Nūr: 22
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seseorang memaafkan, kecuali Allah akan menambah kemuliaannya.”
HR. Muslim
🔥 Relevansi dengan Dunia Viral
Hari ini satu komentar dapat menjadi viral.
Satu potongan video dapat menyebar.
Satu kalimat dapat dipelintir.
Satu tuduhan dapat dibagikan ribuan kali.
Maka sebelum membalas komentar, tanyakan:
“Apakah jawabanku akan mendekatkan aku kepada Allah?”
“Apakah jawabanku akan memperbaiki keadaan?”
“Atau aku hanya sedang mempertahankan ego?”
Tidak semua komentar harus dijawab.
Tidak semua tuduhan harus dilawan dengan kemarahan.
Tidak semua provokasi harus dilayani.
Kadang-kadang diam adalah ibadah.
Kadang-kadang memaafkan adalah kemenangan.
Kadang-kadang menyerahkan urusan kepada Allah adalah bentuk keberanian tertinggi.
5️⃣ KETIKA BERDOSA, SEGERA MEMINTA AMPUN
🌧️ Jangan Menunggu Menjadi Suci untuk Bertaubat
Manusia pasti pernah salah.
Yang membedakan bukanlah apakah seseorang pernah berdosa atau tidak.
Tetapi:
Seberapa cepat ia kembali kepada Allah setelah melakukan dosa.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.”
QS. Az-Zumar: 53
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat.”
HR. At-Tirmidzi
Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam, sesungguhnya selama dosa-dosamu mencapai awan di langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.”
HR. At-Tirmidzi
🌹 Inilah Keindahan Taubat
Allah tidak meminta kita menjadi manusia yang tidak pernah salah.
Allah meminta kita menjadi hamba yang:
- sadar ketika salah,
- menyesal ketika berdosa,
- berhenti dari dosa,
- memperbaiki kesalahan,
- dan kembali kepada-Nya.
Dosa tidak boleh dijadikan alasan untuk menjauh dari Allah.
Justru dosa harus menjadi alasan untuk lebih banyak menangis di hadapan Allah.
🌿 ANALISA TASAWUF
Lima nasihat ini sebenarnya membentuk lima tahapan perjalanan jiwa:
1. Halal → Membersihkan tubuh
Apa yang masuk ke dalam tubuh harus dijaga.
2. Doa rezeki → Membersihkan ketergantungan
Hati tidak bergantung kepada pekerjaan, jabatan, manusia, atau harta.
Hati bergantung kepada Allah.
3. Mengingat kematian → Membersihkan ego
Jiwa tidak lagi merasa paling penting.
4. Tawakal → Membersihkan hati dari ketakutan kepada manusia
Hati tidak lagi hidup berdasarkan komentar manusia.
5. Istighfar → Membersihkan dosa
Ketika jatuh, segera bangun.
Ketika salah, segera kembali.
Inilah perjalanan:
Halal → Tawakal → Zuhud → Ridha → Taubat.
🌍 IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
🌅 Setiap Pagi
Ucapkan:
“Ya Allah, hari ini aku mencari rezeki-Mu dengan cara yang halal.”
🍽️ Sebelum Makan
Tanyakan:
“Apakah makanan ini halal dan berkah?”
📱 Sebelum Mengunggah Sesuatu
Tanyakan:
“Apakah ini benar?”
“Apakah ini bermanfaat?”
“Apakah ini dapat menyakiti orang lain?”
“Apakah aku siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?”
😡 Ketika Dihina
Berhenti sejenak.
Tarik napas.
Jangan langsung membalas.
Ucapkan:
حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”
😔 Ketika Berdosa
Jangan menunda.
Segera:
- Berhenti dari dosa.
- Menyesal.
- Memohon ampun.
- Bertekad tidak mengulanginya.
- Jika berkaitan dengan hak manusia, kembalikan hak tersebut.
🪞 MUHASABAH DIRI
Luangkan waktu setiap malam untuk bertanya:
Tentang Rezeki
- Apakah rezekiku hari ini halal?
- Apakah aku pernah menipu?
- Apakah aku pernah mengambil hak orang lain?
- Apakah aku sudah bersyukur?
Tentang Ego
- Apakah hari ini aku marah karena kebenaran atau karena harga diriku?
- Apakah aku ingin dipuji?
- Apakah aku sakit hati karena kehilangan kebenaran atau kehilangan popularitas?
Tentang Tawakal
- Apakah aku lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah?
- Apakah aku terlalu gelisah memikirkan rezeki?
- Apakah aku benar-benar menyerahkan hasil kepada Allah?
Tentang Dosa
- Dosa apa yang telah aku lakukan hari ini?
- Siapa yang mungkin telah aku sakiti?
- Apakah aku sudah meminta maaf?
- Apakah aku sudah memohon ampun kepada Allah?
🧭 CARA MELAKUKAN MUHASABAH
1. Berhenti dari kesibukan
Matikan sejenak gangguan dunia.
2. Duduk dalam keheningan
Hadapkan hati kepada Allah.
3. Ingat kembali perjalanan hari itu
Perhatikan perkataan, perbuatan, dan niat.
4. Jangan membela diri
Jangan berkata:
“Aku memang begini.”
Tetapi katakan:
“Ya Allah, aku telah salah. Ampunilah aku.”
5. Tutup dengan istighfar
Baca:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
“ Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”
🤲 DOA
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقًا حَلَالًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحَرَامِ وَالْحِقْدِ وَالْكِبْرِ وَالرِّيَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ، الرَّاضِينَ بِقَضَائِكَ، الصَّابِرِينَ عَلَى بَلَائِكَ، الشَّاكِرِينَ لِنَعْمَائِكَ.
اللَّهُمَّ إِذَا ظُلِمْنَا فَاحْفَظْنَا، وَإِذَا أُوذِينَا فَاصْبِرْنَا، وَإِذَا أَخْطَأْنَا فَاغْفِرْ لَنَا، وَإِذَا أَذْنَبْنَا فَرُدَّنَا إِلَيْكَ رَدًّا جَمِيلًا.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ نُفُوسَنَا، وَزَكِّ قُلُوبَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاخْتِمْ حَيَاتَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kepada kami rezeki yang halal, baik, dan penuh keberkahan. Bersihkanlah hati kami dari yang haram, dendam, kesombongan, dan riya’.
Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang bertawakal kepada-Mu, ridha terhadap ketetapan-Mu, sabar menghadapi ujian-Mu, dan bersyukur atas nikmat-Mu.
Ya Allah, ketika kami dizalimi, jagalah kami. Ketika kami disakiti, berikanlah kami kesabaran. Ketika kami salah, ampunilah kami. Ketika kami berdosa, kembalikanlah kami kepada-Mu dengan sebaik-baik kembali.
Ya Allah, bersihkanlah jiwa kami, sucikanlah hati kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan akhirilah kehidupan kami dengan iman, Islam, serta husnul khatimah.”
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
🌹 PENUTUP
Lima perkara ini mengajarkan kita:
Jaga apa yang masuk ke dalam tubuh.
Mintalah rezeki hanya kepada Allah.
Matikan ego sebelum kematian datang.
Serahkan kehormatan kepada Allah.
Dan ketika berdosa, segera kembali kepada Allah.
Karena sesungguhnya manusia tidak menjadi mulia karena tidak pernah jatuh.
Manusia menjadi mulia ketika:
Setiap kali jatuh, ia bangkit.
Setiap kali tersesat, ia kembali.
Setiap kali berdosa, ia beristighfar.
Dan setiap kali disakiti, ia menyerahkan urusannya kepada Allah.
Semoga Allah سبحانه وتعالى membersihkan jiwa kita, menyucikan hati kita, menghalalkan rezeki kita, menguatkan tawakal kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mengangkat derajat kita di dunia serta di akhirat.
🙏 UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz, guru, kyai, dan para pembimbing umat yang senantiasa memberikan ilmu, nasehat, dan teladan kepada kita.
Semoga ilmu yang disampaikan menjadi:
Ilmu yang bermanfaat,
amal yang diterima,
hati yang semakin bersih,
dan jalan menuju ridha Allah سبحانه وتعالى.
Terima kasih juga kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasehat ini.
Semoga tulisan sederhana ini tidak hanya berhenti sebagai bacaan, tetapi menjadi cermin bagi hati, bahan muhasabah bagi jiwa, dan jalan untuk semakin dekat kepada Allah.
والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat.
......
mm
No comments:
Post a Comment