📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB SYARAH HISHNUL MUSLIM : KEUTAMAAN DZIKIR ; DOA NO. 24, DOA SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM (POIN 63)*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
SELASA, 07 SAFAR 1448 H / 21 JULI 2026
⏰ 09.15 - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID BAITURRAHMAN, Jl. KETINTANG WIYATA VI / 20 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/1bau_oUWegU?si=lfILG27AXIctOq33
.........
DOA SEBELUM SALAM: SAAT TERAKHIR SEBELUM KITA MENINGGALKAN DUNIA
Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Jiwa dengan Memohon Perlindungan kepada Allah dari Empat Perkara Besar
A. DOA SETELAH TASYAHUD AKHIR SEBELUM SALAM
Sebagaimana disebutkan dalam Syarah Hishnul Muslim, Doa No. 24, poin 63, di antara doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ setelah membaca tasyahud akhir dan sebelum salam adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
Allahumma innī a‘ūdzu bika min ‘adzābi jahannam, wa min ‘adzābil-qabr, wa min fitnatil-mahyā wal-mamāt, wa min syarri fitnatil-masīḥid-dajjāl.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih, di antaranya HR. al-Bukhari dan Muslim.
B. JUDUL NASEHAT
“SEBELUM SALAM, BERLINDUNGLAH!”
Tazkiyatun Nufūs: Empat Perlindungan bagi Hati di Tengah Fitnah Dunia
C. MAKSUD
Doa ini mengajarkan kepada seorang mukmin bahwa salat bukan sekadar gerakan badan dan bacaan lisan, tetapi perjalanan ruh menuju Allah.
Pada akhir salat, sebelum kita mengucapkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
kita terlebih dahulu memohon perlindungan dari empat perkara besar:
- Azab Jahannam
- Azab kubur
- Fitnah kehidupan dan kematian
- Fitnah Al-Masih Ad-Dajjal
Seolah-olah Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita:
“Sebelum engkau kembali menghadapi dunia, mintalah perlindungan kepada Allah.”
D. TUJUAN
Doa ini bertujuan untuk:
1. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah
Takut kepada Allah bukan berarti putus asa.
Tetapi takut yang membuat kita:
- meninggalkan maksiat,
- menjaga lisan,
- menjaga hati,
- menjaga harta,
- menjaga amanah,
- dan segera bertaubat ketika melakukan kesalahan.
2. Menyadarkan bahwa kehidupan penuh ujian
Manusia bisa diuji dengan:
- harta,
- jabatan,
- popularitas,
- kekuasaan,
- keluarga,
- kemiskinan,
- kekayaan,
- kesehatan,
- penyakit,
- pujian,
- bahkan celaan.
3. Menjaga hati dari fitnah zaman
Fitnah terbesar bukan selalu berupa perang.
Kadang fitnah itu berupa:
Sesuatu yang kita lihat setiap hari, tetapi perlahan-lahan merusak iman kita.
E. AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG BERKAITAN
1. Setiap jiwa akan merasakan kematian
Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Tidak ada manusia yang dapat menghindari kematian.
Maka doa sebelum salam seharusnya mengingatkan kita:
Salat yang sedang kita kerjakan bisa jadi adalah salah satu salat terakhir dalam hidup kita.
2. Perlindungan dari api neraka
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
“Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)
Kesuksesan sejati bukan hanya:
- kaya,
- terkenal,
- memiliki rumah besar,
- memiliki jabatan,
- memiliki banyak pengikut.
Kesuksesan sejati adalah:
Selamat dari neraka dan masuk ke dalam rahmat Allah.
3. Fitnah kehidupan dan kematian
Allah SWT berfirman:
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
“Kami menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.”
(QS. Al-Anbiya: 35)
Perhatikan!
Allah tidak hanya menguji manusia dengan kemiskinan.
Allah juga menguji manusia dengan:
- kekayaan,
- kesuksesan,
- jabatan,
- kecantikan,
- kecerdasan,
- popularitas,
- dan banyaknya pengikut.
Kadang orang gagal ketika miskin.
Namun tidak sedikit orang yang lebih gagal ketika kaya.
F. HADIS-HADIS SAHIH YANG BERKAITAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian selesai membaca tasyahud akhir, hendaknya ia berlindung kepada Allah dari empat perkara.”
Kemudian beliau ﷺ menyebutkan:
“Dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
(HR. Muslim)
Ini menunjukkan bahwa doa tersebut bukan doa biasa.
Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada umatnya agar doa ini dibaca sebelum salam.
G. HADIS QUDSI YANG BERKAITAN
Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi:
“Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya kalian tidak akan dapat membahayakan-Ku dan tidak pula dapat memberi manfaat kepada-Ku.”
(HR. Muslim)
Maknanya:
Manusia membutuhkan Allah.
Allah tidak membutuhkan manusia.
Kita berdoa bukan karena Allah membutuhkan doa kita.
Tetapi:
Kitalah yang membutuhkan Allah setiap detik.
Kita membutuhkan Allah:
- ketika hidup,
- ketika mati,
- ketika berada di dalam kubur,
- ketika menghadapi fitnah,
- dan ketika berdiri di hadapan-Nya.
H. ANALISA TASAWUF DAN TAZKIYATUN NUFŪS
1. Azab Jahannam: Membersihkan rasa aman palsu
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, hati manusia sering tertipu oleh rasa aman.
Ia berkata dalam hatinya:
“Saya masih punya waktu.”
“Nanti saja bertaubat.”
“Yang penting hati saya baik.”
“Semua orang juga melakukan.”
Padahal kematian tidak menunggu seseorang menjadi tua.
Maka setiap kali kita membaca:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ
kita sedang mendidik jiwa:
“Wahai nafsu, jangan merasa aman dari dosa!”
2. Azab kubur: Mengingat kehidupan setelah kematian
Kubur adalah tempat yang tidak dapat dihindari.
Di dunia kita bisa:
- mengganti rumah,
- mengganti pekerjaan,
- mengganti kendaraan,
- mengganti pakaian,
- bahkan mengganti identitas di media sosial.
Tetapi tidak ada manusia yang dapat mengganti tempat kuburnya setelah kematian.
Maka orang yang cerdas adalah orang yang bertanya:
“Apa yang sudah saya siapkan untuk kehidupan setelah mati?”
3. Fitnah kehidupan: Dunia yang viral
Hari ini manusia hidup dalam zaman:
- viral,
- trending,
- komentar,
- like,
- subscriber,
- followers,
- konten,
- provokasi,
- hoaks,
- fitnah,
- dan perang opini.
Sesuatu yang salah bisa menjadi viral.
Sesuatu yang benar bisa dihina.
Seseorang bisa terkenal bukan karena akhlaknya, tetapi karena kontroversinya.
Di sinilah doa:
مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا
menjadi sangat relevan.
Ya Allah!
Jangan jadikan kehidupan kami sebagai fitnah yang menjauhkan kami dari-Mu.
Jangan jadikan:
- handphone sebagai berhala perhatian,
- popularitas sebagai tujuan hidup,
- komentar manusia sebagai kiblat hati,
- dan dunia maya sebagai tempat mencari harga diri.
4. Fitnah kematian
Kematian bukan hanya saat nyawa dicabut.
Fitnah kematian juga dapat berupa:
- mati dalam keadaan lalai,
- mati dalam keadaan sombong,
- mati dalam keadaan membawa dendam,
- mati sebelum bertaubat,
- atau mati ketika hati jauh dari Allah.
Maka seorang ahli Tazkiyatun Nufūs selalu berusaha:
Memperbaiki hati sebelum ajal memperbaiki posisi tubuh kita di dalam kubur.
I. ARGUMENTASI: FITNAH ZAMAN MODERN
Di zaman sekarang, seseorang dapat melihat ribuan hal dalam satu hari.
Namun tidak semua yang dilihat memberi manfaat.
Mata melihat.
Telinga mendengar.
Hati menyimpan.
Kemudian jiwa berubah.
Apa yang dahulu dianggap dosa, sekarang dianggap hiburan.
Apa yang dahulu dianggap memalukan, sekarang dipamerkan.
Apa yang dahulu dijaga sebagai kehormatan, sekarang dijadikan konten.
Inilah pentingnya doa:
“Ya Allah, lindungi aku dari fitnah kehidupan.”
Karena terkadang seseorang tidak jatuh dalam satu dosa besar.
Tetapi jatuh karena:
Dosa kecil yang diulang terus-menerus sampai hati tidak lagi merasa berdosa.
J. IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
1. Setelah tasyahud akhir, jangan terburu-buru salam
Rasakan maknanya.
Jangan hanya membaca dengan lisan.
Ketika mengucapkan:
“Ya Allah, aku berlindung dari azab Jahannam...”
ingat dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Ketika mengucapkan:
“Dari azab kubur...”
ingat bahwa suatu saat kita akan sendirian.
Ketika mengucapkan:
“Dari fitnah kehidupan...”
ingat bahwa dunia dapat menipu.
Ketika mengucapkan:
“Dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal...”
ingat bahwa iman harus dijaga sampai akhir hayat.
2. Berhati-hati dalam menggunakan media sosial
Sebelum:
- membagikan berita,
- menyebarkan video,
- menulis komentar,
- menuduh seseorang,
- atau ikut menghina,
tanyakan:
“Apakah ini mendekatkan saya kepada Allah atau menjauhkan saya dari Allah?”
3. Jadikan viral sebagai sarana kebaikan
Tidak semua viral itu buruk.
Seorang muslim dapat menggunakan media sosial untuk:
- menyebarkan Al-Qur'an,
- mengajarkan hadis,
- mengajak bersedekah,
- membantu orang miskin,
- menyebarkan ilmu,
- menyampaikan nasihat,
- dan memperkuat ukhuwah.
Yang harus dijaga adalah:
Jangan sampai kita lebih sibuk mencari viral daripada mencari ridha Allah.
K. MUHASABAH DIRI
Tanyakan kepada diri sendiri:
1. Jika saya meninggal malam ini, apakah saya siap?
2. Dosa apa yang belum saya taubati?
3. Siapa yang masih saya sakiti dengan lisan saya?
4. Apakah hati saya masih menyimpan dendam?
5. Apakah handphone saya lebih sering digunakan untuk ilmu atau maksiat?
6. Apakah saya mencari ridha Allah atau hanya mencari pujian manusia?
7. Apakah saya takut kepada Allah ketika sendirian?
8. Jika semua orang memuji saya tetapi Allah tidak ridha, apakah saya benar-benar menang?
L. CARA MELAKUKAN MUHASABAH
Pertama: Berhenti sejenak
Luangkan waktu setiap hari.
Tidak perlu lama.
Bisa 5–10 menit.
Tanyakan:
“Hari ini, apa yang membuat Allah ridha kepadaku?”
Dan:
“Hari ini, dosa apa yang harus aku tinggalkan?”
Kedua: Mengakui dosa
Jangan membela diri di hadapan Allah.
Katakan:
“Ya Allah, aku salah.”
Mengakui dosa adalah awal dari penyembuhan hati.
Ketiga: Bertaubat
Taubat bukan hanya menangis.
Taubat adalah:
- Meninggalkan dosa.
- Menyesalinya.
- Bertekad tidak mengulanginya.
- Mengembalikan hak manusia apabila ada yang dizalimi.
Keempat: Memperbanyak doa sebelum salam
Jadikan doa ini sebagai doa yang benar-benar dihayati.
Karena mungkin saja:
Salam yang kita ucapkan setelah doa itu adalah salam terakhir kita di dunia.
M. PESAN TAZKIYATUN NUFŪS
Wahai saudaraku…
Ketika engkau berdiri dalam salat, engkau sedang menghadap Allah.
Ketika engkau membaca tasyahud, engkau sedang berada di penghujung salat.
Kemudian sebelum engkau kembali kepada dunia, Rasulullah ﷺ mengajarkan:
“Mintalah perlindungan kepada Allah.”
Karena dunia penuh fitnah.
Hati mudah berubah.
Iman mudah naik dan turun.
Manusia mudah tertipu.
Maka jangan merasa kuat dengan kekuatan diri sendiri.
Jangan berkata:
“Saya pasti selamat.”
Tetapi katakan:
“Ya Allah, selamatkan aku!”
Jangan berkata:
“Saya tidak mungkin terjatuh.”
Tetapi katakan:
“Ya Allah, jangan Engkau palingkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk.”
N. DOA
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَزَكِّ نُفُوسَنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاحْفَظْ إِيمَانَنَا، وَثَبِّتْنَا عَلَى دِينِكَ حَتَّى نَلْقَاكَ.
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَلَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَحُسْنَ الْخَاتِمَةِ.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.
Ya Allah, sucikanlah hati kami, bersihkanlah jiwa kami, ampunilah dosa-dosa kami, jagalah iman kami, dan teguhkan kami di atas agama-Mu sampai kami bertemu dengan-Mu.
Ya Allah, jangan jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak ilmu kami. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami taubat yang sebenar-benarnya, hati yang khusyuk, amal yang saleh, dan husnul khatimah.”
PENUTUP DAN UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz yang telah menyampaikan, mengajarkan, dan membimbing umat untuk memahami keutamaan dzikir dan doa, khususnya doa sebelum salam dalam salat.
Semoga ilmu yang disampaikan menjadi:
Ilmun yuntafa‘u bih — ilmu yang bermanfaat.
Dan terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini.
Semoga kita tidak hanya mampu membaca doa dengan lisan, tetapi juga mampu:
menghidupkan maknanya di dalam hati, membuktikannya dalam amal, dan membawanya sampai akhir hayat.
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
.......
No comments:
Post a Comment