Friday, July 24, 2026

1260aj. IHSAN DALAM SEGALA HAL

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ARBA'IN AN-NAWAWI : HADITS KE-17, BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL*


🎙 *Ustadz MUHAMMAD AZHARI ARGA, LC, MA HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT, 09 SAFAR 1448 H / 24 JULI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID ARRAYYAN, JL. GALAKSI KLAMPIS ASRI SELATAN II BLOK N7 NO. 20 MEDOKAN SEMAMPIR, SURABAYA


Youtube :

https://www.youtube.com/live/aN5MJ95W-pA?si=zxEc6SAJU5TDWV2-

.........

🌿 BERBUAT BAIK DALAM SEGALA HAL

Tazkiyatun Nufūs dalam Cahaya Hadits ke-17 Arba'in an-Nawawi

📖 HADITS KE-17

عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ:

إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.

Artinya:

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan ihsan (berbuat baik) dalam segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menenangkan hewan sembelihannya.”

(HR. Muslim)


🌹 JUDUL

“IHSAN DALAM SEGALA HAL:

Membersihkan Jiwa dengan Kebaikan, Kelembutan, dan Kesempurnaan Amal”


🎯 MAKSUD

Hadits ini mengajarkan bahwa ihsan bukan hanya berbuat baik kepada manusia, tetapi merupakan akhlak yang harus hadir dalam seluruh kehidupan.

Seorang mukmin hendaknya berusaha:

  • Beribadah dengan ihsan.
  • Berbicara dengan ihsan.
  • Bekerja dengan ihsan.
  • Memimpin dengan ihsan.
  • Mendidik dengan ihsan.
  • Memperlakukan manusia dengan ihsan.
  • Memperlakukan hewan dengan ihsan.
  • Bahkan ketika menghadapi perkara yang berat, tetap tidak boleh kehilangan rahmat dan kemanusiaan.

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, ihsan adalah tanda bahwa hati mulai bersih dari:

  • Kesombongan.
  • Kekasaran.
  • Kebencian.
  • Dendam.
  • Kezaliman.
  • Egoisme.
  • Keinginan menyakiti makhluk Allah.

🎯 TUJUAN

  1. Membentuk jiwa yang lembut dan penuh rahmat.
  2. Membersihkan hati dari sifat kasar dan zalim.
  3. Membiasakan melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
  4. Menjadikan ihsan sebagai karakter kehidupan.
  5. Mengingatkan bahwa Allah melihat setiap perbuatan kita.
  6. Mengubah ibadah dari sekadar menggugurkan kewajiban menjadi ibadah yang penuh kesadaran dan keindahan.
  7. Membangun masyarakat yang tidak hanya benar secara hukum, tetapi juga indah dalam akhlak.

📖 AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG BERKAITAN

1. Allah memerintahkan keadilan dan ihsan

QS. An-Nahl: 90

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat ihsan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.”

🌿 Tazkiyatun Nufūs

Allah tidak hanya memerintahkan adil, tetapi juga ihsan.

Adil berarti memberikan hak sesuai haknya.

Ihsan berarti memberikan kebaikan bahkan lebih dari sekadar kewajiban.

Orang yang hanya bertanya:

“Apa hak saya?”

masih berada pada tingkat keadilan.

Tetapi orang yang bertanya:

“Apa kebaikan yang dapat saya berikan?”

telah mulai berjalan menuju ihsan.


2. Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan

QS. Al-Baqarah: 195

وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.”

Perhatikan:

Allah tidak mengatakan:

“Allah mencintai orang yang paling kaya.”

Allah tidak mengatakan:

“Allah mencintai orang yang paling terkenal.”

Tetapi Allah berfirman:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat ihsan.”


3. Berbuat baik kepada diri sendiri

QS. Al-Qashash: 77

وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِلَيْكَ

“Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”

Allah telah memberi kita:

  • Nafas.
  • Kesehatan.
  • Keluarga.
  • Rezeki.
  • Kesempatan bertaubat.
  • Kesempatan untuk memperbaiki diri.

Maka jangan gunakan nikmat Allah untuk melakukan kemaksiatan kepada-Nya.


🌹 HADIS-HADIS SHAHIH YANG BERKAITAN

1. Ihsan adalah beribadah seakan-akan melihat Allah

Dalam Hadits Jibril, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

“Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak mampu melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”

(HR. Muslim)

Inilah inti ihsan.

Ketika seseorang merasa:

“Allah melihatku.”

maka ia akan berhati-hati dalam:

  • Berbicara.
  • Menulis komentar.
  • Membagikan berita.
  • Mengambil harta.
  • Memperlakukan pasangan.
  • Mendidik anak.
  • Memimpin orang lain.

2. Allah menyukai kelembutan

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ

“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak semua kebenaran harus disampaikan dengan kemarahan.

Tidak semua nasihat harus disampaikan dengan penghinaan.

Tidak semua perbedaan harus berakhir dengan permusuhan.

Kebenaran membutuhkan ilmu.
Tetapi penyampaian kebenaran membutuhkan hikmah dan kelembutan.


3. Kasih sayang kepada makhluk

Rasulullah ﷺ bersabda:

الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ

“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman.”

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Barang siapa menyayangi makhluk di bumi, maka ia mendapatkan rahmat dari Allah.


🌙 HADIS QUDSI YANG BERKAITAN

Allah Ta'ala berfirman dalam Hadits Qudsi:

يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”

(HR. Muslim)

Inilah hubungan antara ihsan dan Tazkiyatun Nufūs.

Jiwa yang kotor mudah menzalimi.

Jiwa yang bersih akan berusaha:

“Jangan sampai karena saya, orang lain terluka.”


🧠 ANALISA TASAWUF:

IHSAN ADALAH BUAH DARI HATI YANG BERSIH

Dalam perspektif tasawuf, manusia memiliki:

1. Jasad

Jasad melakukan perbuatan.

2. Akal

Akal membedakan benar dan salah.

3. Hati

Hati menentukan apakah amal dilakukan dengan:

  • Ikhlas atau riya.
  • Rahmat atau kekejaman.
  • Tawadhu atau kesombongan.
  • Cinta atau kebencian.

Maka dua orang dapat melakukan perbuatan yang sama, tetapi nilai di sisi Allah berbeda.

Seseorang memberi sedekah karena Allah.

Seseorang yang lain memberi sedekah agar dipuji.

Secara lahiriah sama-sama memberi.

Tetapi secara batiniah sangat berbeda.

Karena itu, Tazkiyatun Nufūs mengajarkan:

Jangan hanya memperbaiki perbuatan. Perbaikilah sumber perbuatan itu: hati.


📱 RELEVANSI DENGAN DUNIA VIRAL SAAT INI

Dunia sekarang sangat cepat.

Satu jari dapat:

  • Menyebarkan berita.
  • Menghancurkan kehormatan seseorang.
  • Membuat seseorang menjadi terkenal.
  • Menyebarkan fitnah.
  • Menyebarkan ilmu.
  • Menginspirasi kebaikan.

Maka pertanyaannya:

❓ Apakah jari kita sudah memiliki ihsan?

Sebelum menulis komentar, tanyakan:

Apakah ini benar?

Apakah ini bermanfaat?

Apakah ini perlu?

Apakah cara penyampaiannya baik?

Apakah saya rela jika tulisan ini dipertanggungjawabkan di hadapan Allah?

Karena zaman sekarang, manusia sering merasa:

“Ini hanya komentar.”

Padahal satu komentar dapat:

  • Menghancurkan mental seseorang.
  • Menimbulkan permusuhan.
  • Menjadi dosa jari.
  • Menjadi saksi di hari kiamat.

⚖️ IMPLEMENTASI IHSAN DALAM KEHIDUPAN

1. Ihsan kepada Allah

Shalat dengan kesadaran.

Bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi menghadirkan hati.

2. Ihsan kepada Rasulullah ﷺ

Dengan mencintai, mengikuti sunnah, dan memperindah akhlak.

3. Ihsan kepada orang tua

Bukan hanya memberikan uang.

Tetapi juga:

  • Berbicara lembut.
  • Tidak membentak.
  • Menemani ketika membutuhkan.
  • Mendoakan setelah mereka wafat.

4. Ihsan kepada pasangan

Jangan hanya mengingat kesalahannya.

Ingat juga kebaikan-kebaikannya.

5. Ihsan kepada anak

Jangan hanya menuntut prestasi.

Ajarkan juga:

  • Akhlak.
  • Kejujuran.
  • Kesabaran.
  • Tanggung jawab.
  • Kasih sayang.

6. Ihsan dalam pekerjaan

Jangan bekerja hanya karena diawasi manusia.

Bekerjalah karena Allah melihat.

7. Ihsan di media sosial

Jadilah orang yang ketika hadir di media sosial:

  • Membawa ilmu.
  • Membawa nasihat.
  • Membawa semangat.
  • Membawa persatuan.
  • Membawa kedamaian.

Bukan menambah:

  • Fitnah.
  • Kebencian.
  • Permusuhan.
  • Penghinaan.

🪞 MUHASABAH DIRI

Mari kita bertanya kepada diri sendiri:

❓ 1. Apakah saya sudah berbuat baik ketika tidak ada yang melihat?

❓ 2. Apakah saya masih kasar kepada orang yang tidak dapat membalas?

❓ 3. Apakah saya sering menyakiti orang melalui ucapan?

❓ 4. Apakah saya pernah menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya?

❓ 5. Apakah saya berbuat baik karena Allah atau karena ingin dipuji?

❓ 6. Apakah orang-orang terdekat merasa aman ketika berada di dekat saya?

❓ 7. Apakah keluarga saya merasakan ihsan saya?

Karena terkadang seseorang:

Sangat ramah kepada orang lain, tetapi kasar kepada keluarganya.

Sangat baik di depan masyarakat,

tetapi menyakiti orang-orang yang paling dekat dengannya.

Padahal ukuran akhlak bukan hanya bagaimana seseorang memperlakukan orang yang ia sukai.

Tetapi bagaimana ia memperlakukan orang yang:

  • Tidak setuju dengannya.
  • Tidak menguntungkannya.
  • Tidak dapat membalasnya.
  • Mengetahui kekurangannya.

🧭 CARA MELATIH JIWA AGAR MEMILIKI IHSAN

1. Latih muraqabah

Tanamkan dalam hati:

“Allah melihat saya.”

2. Kurangi reaksi spontan

Sebelum marah:

Berhenti.

Sebelum berbicara:

Berpikir.

Sebelum membagikan berita:

Periksa.

Sebelum menghukum:

Pahami.

3. Biasakan berbuat baik secara tersembunyi

Lakukan kebaikan yang hanya diketahui oleh Allah.

Karena kebaikan yang tersembunyi sering lebih dekat kepada keikhlasan.

4. Maafkan kesalahan orang

Bukan berarti membenarkan kesalahan.

Tetapi membebaskan hati dari racun dendam.

5. Perbanyak dzikir

Hati yang banyak mengingat Allah akan lebih mudah menjadi lembut.

6. Evaluasi diri setiap malam

Tanyakan:

“Hari ini, siapa yang telah saya bahagiakan?”

Dan:

“Siapa yang mungkin telah saya sakiti?”

Jika ada kesalahan, segera:

  • Bertaubat kepada Allah.
  • Meminta maaf kepada manusia.
  • Berusaha memperbaiki diri.

🌹 RENUNGAN

Jangan menunggu menjadi kaya untuk berbuat baik.

Jangan menunggu menjadi terkenal untuk bermanfaat.

Jangan menunggu menjadi sempurna untuk menolong.

Kadang-kadang ihsan itu sederhana:

  • Senyum kepada orang lain.
  • Menahan amarah.
  • Tidak membalas keburukan.
  • Mengangkat barang orang tua.
  • Menyingkirkan duri dari jalan.
  • Memberi makan orang yang lapar.
  • Mendengarkan orang yang sedang sedih.
  • Menjaga aib saudara.
  • Tidak ikut menyebarkan fitnah.

Boleh jadi amal yang kecil di mata manusia,

tetapi sangat besar di sisi Allah.


🤲 DOA

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ، فَإِنَّكَ تَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُحْسِنِينَ، وَاجْعَلْنَا رُحَمَاءَ بَيْنَنَا، وَطَهِّرْ نُفُوسَنَا، وَزَكِّ قُلُوبَنَا، وَحَسِّنْ أَخْلَاقَنَا كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقَنَا.

اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا أَنْ نَفْعَلَ كُلَّ شَيْءٍ بِإِحْسَانٍ، وَأَنْ نَقُولَ كُلَّ كَلَامٍ بِحِكْمَةٍ، وَأَنْ نَعْمَلَ كُلَّ عَمَلٍ بِإِخْلَاصٍ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ وُجُودَنَا سَبَبًا لِلْخَيْرِ، وَلَا تَجْعَلْنَا سَبَبًا لِلضَّرَرِ وَالظُّلْمِ وَالْفِتْنَةِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.


🌺 PENUTUP

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz yang telah membimbing, menyampaikan ilmu, dan mengingatkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Semoga ilmu yang disampaikan tidak hanya berhenti di telinga, tetapi turun ke hati, kemudian diwujudkan dalam amal dan akhlak.

Dan terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasehat ini.

Semoga kita semua tidak hanya menjadi orang yang mengetahui kebaikan, tetapi menjadi orang yang mengamalkan kebaikan.

Tidak hanya menjadi orang yang berbicara tentang ihsan, tetapi menjadi orang yang hidup dengan ihsan.

Karena pada akhirnya:

Ilmu tanpa amal adalah hujjah.
Amal tanpa ikhlas adalah kehampaan.
Dan ihsan adalah ketika ilmu, amal, hati, dan akhlak berjalan menuju Allah.

🌿 “Ya Allah, bersihkan hati kami, perindah akhlak kami, dan jadikan setiap langkah kami sebagai jalan menuju ridha-Mu.”

آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

.......


No comments: