.Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita... karena ALLAH sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan di ambil.*
๐( Qs. An Nisa : 78 ).tim
..........
๐ฟ TAZKIYATUN NUFลชS
“DI MANA PUN KITA BERADA, KEMATIAN AKAN MENJUMPAI KITA”
Menyucikan Jiwa dari Kesombongan, Kelalaian, dan Rasa Takut Berlebihan kepada Dunia
๐ QS. AN-NISฤ’ AYAT 78
ุฃََْููู َุง ุชَُُููููุง ُูุฏْุฑُِّْููู ُ ุงْูู َْูุชُ ََْููู ُْููุชُู ْ ِูู ุจُุฑُูุฌٍ ู ُّุดََّูุฏَุฉٍ ۗ
“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
(QS. An-Nisฤ’: 78)
Ayat ini mengajarkan sebuah hakikat besar:
Manusia boleh bersembunyi dari manusia, tetapi tidak akan pernah dapat bersembunyi dari takdir Allah.
Kita dapat menghindari bahaya, tetapi tidak dapat menghindari ajal. Kita dapat menjaga kesehatan, mengunci rumah, memasang CCTV, menggunakan teknologi modern, tetapi ketika ketetapan Allah datang, tidak ada tempat yang mampu menghalanginya.
๐ฏ MAKSUD DAN TUJUAN
1. Menyadarkan manusia tentang kepastian kematian
Kematian bukan kemungkinan. Kematian adalah kepastian yang hanya menunggu waktu.
2. Membersihkan hati dari kesombongan
Orang yang menyadari kematian tidak akan mudah membanggakan harta, jabatan, popularitas, kekuasaan, maupun jumlah pengikut.
3. Mengubah rasa takut menjadi ketakwaan
Seorang salik tidak hidup dalam ketakutan yang membuatnya putus asa, tetapi dalam khauf dan raja’:
- takut kepada dosa,
- berharap kepada rahmat Allah,
- takut mati dalam keadaan lalai,
- berharap mati dalam keadaan husnul khatimah.
4. Mengajak manusia memperbaiki bekal akhirat
Sebab yang akan dibawa bukan rumah, kendaraan, jabatan, atau rekening, tetapi iman dan amal saleh.
๐ฟ PERSPEKTIF TASAWUF: KEMATIAN SEBAGAI GURU TERBESAR
Dalam perjalanan Tazkiyatun Nufลซs, mengingat kematian bukan berarti membenci kehidupan.
Justru orang yang mengingat kematian akan lebih menghargai kehidupan.
Ia akan berkata:
“Karena hidup ini singkat, maka aku tidak ingin mengisinya dengan kebencian.”
“Karena umur terbatas, maka aku tidak ingin menghabiskannya dalam maksiat.”
“Karena aku pasti meninggalkan dunia, maka aku ingin meninggalkan amal yang bermanfaat.”
Tasawuf mengajarkan bahwa salah satu penyakit terbesar hati adalah ghaflah—kelalaian.
Manusia sering hidup seolah-olah akan tinggal di dunia selamanya.
Padahal:
Setiap hari yang berlalu bukan hanya mengurangi umur, tetapi juga mendekatkan kita kepada perjumpaan dengan Allah.
๐ AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG BERKAITAN
1. QS. ฤli ‘Imrฤn: 185
ُُّูู َْููุณٍ ุฐَุงุฆَِูุฉُ ุงْูู َْูุชِ
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”
Kematian tidak membedakan:
- kaya atau miskin,
- pejabat atau rakyat,
- terkenal atau tidak dikenal,
- sehat atau sakit,
- tua atau muda.
2. QS. Al-Jumu‘ah: 8
ُْูู ุฅَِّู ุงْูู َْูุชَ ุงَّูุฐِู ุชَِูุฑَُّูู ู ُِْูู َูุฅَُِّูู ู َُูุงُِูููู ْ
“Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, pasti akan menemui kamu.”
Kita boleh berlari dari bahaya, tetapi tidak dapat berlari dari ajal.
3. QS. Al-Anbiyฤ’: 35
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.”
Hidup adalah ujian.
Kematian adalah pintu menuju kehidupan berikutnya.
๐ HADIS SHAHIH YANG BERKAITAN
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah; dinilai hasan/shahih oleh sejumlah ulama)
Mengapa Rasulullah ๏ทบ memerintahkan memperbanyak mengingat kematian?
Karena kematian:
- mematahkan kesombongan,
- mengurangi cinta dunia yang berlebihan,
- membuat manusia segera bertaubat,
- mengingatkan bahwa semua amal akan dipertanggungjawabkan.
Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:
“Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau seorang musafir.”
(HR. al-Bukhari)
Seorang musafir tidak membangun rumah untuk tinggal selamanya di tempat persinggahan.
Demikian pula seorang mukmin:
Dunia adalah tempat singgah, bukan tempat tinggal yang abadi.
๐ HADIS QUDSI YANG BERKAITAN
Allah Ta‘ala berfirman dalam hadis qudsi:
“Wahai anak Adam! Berinfaklah, niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengajarkan bahwa manusia sering takut kehilangan sesuatu yang sebenarnya akan ia tinggalkan.
Harta yang kita genggam dengan sangat kuat pada akhirnya akan berpindah kepada orang lain.
Maka orang yang cerdas bukanlah orang yang hanya mengumpulkan sebanyak-banyaknya.
Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengubah hartanya menjadi:
- sedekah,
- wakaf,
- ilmu,
- amal jariyah,
- manfaat bagi sesama.
๐ ANALISA DAN ARGUMENTASI RELEVAN DENGAN DUNIA VIRAL SAAT INI
Pada zaman sekarang, manusia semakin pandai memperpanjang usia, tetapi sering lupa mempersiapkan kematian.
Kita melihat berbagai berita viral:
- orang meninggal mendadak,
- kecelakaan,
- bencana,
- penyakit,
- tokoh terkenal yang wafat,
- seseorang yang masih muda meninggal dunia,
- orang yang beberapa saat sebelumnya masih aktif di media sosial, kemudian tiba-tiba menjadi berita duka.
Dari sini kita belajar:
Kematian tidak menunggu seseorang menjadi tua.
Tidak ada pesan:
“Saya akan datang besok.”
Tidak ada notifikasi:
“Ajal Anda akan tiba pukul sekian.”
Karena itu, jangan menunda taubat.
Jangan berkata:
“Nanti kalau sudah tua saya akan rajin ibadah.”
Sebab banyak orang yang tidak pernah sampai kepada usia tua.
Jangan berkata:
“Nanti kalau sudah kaya saya akan bersedekah.”
Sebab banyak orang yang kaya, tetapi tidak sempat menikmati hartanya.
Jangan berkata:
“Nanti kalau sudah pensiun saya akan mendekat kepada Allah.”
Sebab bisa jadi sebelum pensiun, kita sudah dipanggil untuk menghadap Allah.
⚖️ HUKUM (AHKAM)
1. Mengingat kematian adalah amalan yang dianjurkan
Mengingat kematian dapat menjadi sarana melembutkan hati dan mendorong seseorang melakukan amal saleh.
2. Menyiapkan bekal akhirat adalah kewajiban
Setiap muslim wajib:
- menjaga iman,
- melaksanakan kewajiban agama,
- menjauhi dosa,
- bertaubat dari kesalahan,
- menunaikan hak manusia.
3. Tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah
Mengingat kematian bukan berarti berharap segera mati karena kesulitan hidup.
Rasulullah ๏ทบ melarang seseorang berharap kematian karena musibah yang menimpanya.
Seorang mukmin berkata:
“Ya Allah, panjangkan hidupku jika hidup lebih baik bagiku, dan wafatkan aku jika kematian lebih baik bagiku.”
4. Wajib menyelesaikan hak-hak manusia
Sebelum ajal datang, hendaknya seseorang:
- meminta maaf,
- mengembalikan utang,
- menyelesaikan amanah,
- tidak menzalimi orang lain,
- tidak menyimpan dendam.
Sebab dosa kepada Allah dapat diampuni dengan taubat, tetapi hak manusia harus diselesaikan kepada pemiliknya.
๐ช MUHASABAH DIRI
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
❓ Jika malam ini adalah malam terakhirku...
- Apakah aku sudah siap bertemu Allah?
- Apakah shalatku sudah benar?
- Apakah masih ada dosa yang belum ditaubati?
- Apakah masih ada orang yang kusakiti?
- Apakah masih ada utang yang belum kubayar?
- Apakah masih ada amanah yang belum kutunaikan?
- Apakah hartaku lebih banyak daripada amal salehku?
- Apakah aku lebih sibuk memperbaiki penampilan daripada memperbaiki hati?
- Apakah aku lebih takut kehilangan dunia daripada kehilangan ridha Allah?
Kadang-kadang kita sangat takut kehilangan:
- uang,
- rumah,
- jabatan,
- kendaraan,
- popularitas.
Namun kita tidak takut kehilangan:
- shalat,
- kejujuran,
- keikhlasan,
- ketakwaan.
Padahal:
Yang kita takutkan hilang di dunia, suatu hari pasti kita tinggalkan. Tetapi iman dan amal akan menjadi bekal ketika kita meninggalkan dunia.
๐ฑ IMPLEMENTASI DALAM KEHIDUPAN
1. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan bertaubat
Jangan menunggu Ramadan.
Jangan menunggu sakit.
Jangan menunggu tua.
Jangan menunggu mendapat musibah.
Taubatlah hari ini.
2. Perbaiki shalat
Sebab shalat adalah hubungan utama antara seorang hamba dengan Allah.
Jangan hanya memperbanyak aktivitas dunia, tetapi meninggalkan kewajiban kepada Allah.
3. Perbanyak amal yang manfaatnya panjang
Di antaranya:
- mengajarkan ilmu,
- membantu orang miskin,
- memberi makan,
- membangun masjid,
- membantu pendidikan,
- sedekah,
- wakaf,
- membimbing anak menjadi saleh.
4. Jangan menunda meminta maaf
Banyak orang ingin meminta maaf, tetapi terlambat.
Banyak orang ingin berbuat baik, tetapi ajal lebih dahulu datang.
Maka:
Jika bisa berbuat baik hari ini, jangan menunggu esok.
5. Jadikan media sosial sebagai ladang pahala
Di zaman viral, setiap orang dapat menjadi penyebar:
- fitnah,
- hoaks,
- hinaan,
- aib.
Tetapi setiap orang juga dapat menjadi penyebar:
- ilmu,
- nasihat,
- doa,
- motivasi,
- kebaikan.
Maka sebelum mengunggah sesuatu, tanyakan:
“Jika aku meninggal setelah mengunggah ini, apakah aku rela bertemu Allah dengan membawa unggahan ini?”
๐ SENTUHAN HATI
Wahai diri...
Jangan terlalu sombong kepada dunia.
Engkau pernah berada di dalam rahim.
Engkau kemudian lahir tanpa membawa apa-apa.
Engkau tumbuh.
Engkau bekerja.
Engkau mengumpulkan harta.
Engkau membangun rumah.
Engkau mengejar dunia.
Namun suatu hari nanti...
Engkau akan meninggalkan semuanya.
Yang ikut bersamamu hanyalah:
iman, amal, keikhlasan, dan rahmat Allah.
Maka QS. An-Nisฤ’ ayat 78 seakan-akan mengingatkan:
“Di mana pun engkau berada, kematian akan datang kepadamu.”
Maka jangan bertanya:
“Di mana aku bisa bersembunyi dari kematian?”
Tetapi bertanyalah:
“Bagaimana aku mempersiapkan diri ketika kematian datang?”
๐คฒ DOA
ุงَُّูููู َّ ุฅَِّูุง َูุณْุฃََُูู ุญُุณَْู ุงْูุฎَุงุชِู َุฉِ، ََููุนُูุฐُ ุจَِู ู ِْู ุณُْูุกِ ุงْูุฎَุงุชِู َุฉِ.
ุงَُّูููู َّ ุทَِّูุฑْ ُُูููุจََูุง، َูุฒَِّู ُُูููุณََูุง، َูุงุบِْูุฑْ ุฐُُููุจََูุง، َูุงุณْุชُุฑْ ุนُُููุจََูุง، َูุฃَุญْุณِْู ุฎَุงุชِู َุชََูุง.
ุงَُّูููู َّ ุงุฌْุนَْู ุฎَْูุฑَ ุฃَุนْู َุงَِููุง ุฎََูุงุชِูู ََูุง، َูุฎَْูุฑَ ุฃََّูุงู َِูุง َْููู َ ََْูููุงَู.
ุงَُّูููู َّ ุงุฌْุนََْููุง ู َِู ุงูุชََّّูุงุจَِูู، َูุงุฌْุนََْููุง ู َِู ุงْูู ُุชَุทَِّูุฑَِูู، َูุงุฌْุนََْููุง ู ِْู ุนِุจَุงุฏَِู ุงูุตَّุงِูุญَِูู.
ุงَُّูููู َّ ุงุฎْุชِู ْ ََููุง ุจِุงْูุฅِูู َุงِู َูุงْูุฅِุณَْูุงู ِ، َูุจِุฑِุถَْูุงَِูู َูุงْูุฌََّูุฉِ.
ุฑَุจََّูุง ุชََََّูููุง ู ُุณِْูู َِูู، َูุฃَْูุญَِْููุง ุจِุงูุตَّุงِูุญَِูู.
ุขู ِْูู َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู.
๐ UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz yang telah memberikan ilmu, nasihat, bimbingan, dan pengingat tentang pentingnya memahami firman Allah serta membersihkan hati melalui Tazkiyatun Nufลซs.
Semoga ilmu yang disampaikan menjadi:
ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan pahala yang terus mengalir.
Dan terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca renungan ini.
Semoga kita semua senantiasa diberi:
hati yang bersih, iman yang kuat, amal yang ikhlas, umur yang berkah, rezeki yang halal, serta husnul khatimah.
ุงَُّูููู َّ ุงุฌْุนََْููุง ู َِู ุงَّูุฐَِูู ุฅِุฐَุง ุฐُِّูุฑُูุง ุจِุขَูุงุชِ ุฑَุจِِّูู ْ َูู ْ َูุฎِุฑُّูุง ุนَََْูููุง ุตُู ًّุง َูุนُู َْูุงًูุง.
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat-Mu, mereka tidak menghadapinya dengan tuli dan buta.”
ุขู ِْูู َูุง ุฑَุจَّ ุงْูุนَุงَูู َِْูู. ๐คฒ๐ฟ
..........
.....
No comments:
Post a Comment