Selasa, 08 September 2026

1516aib. STOP BLAMING OTHERS, SAATNYA BERSIHKAN HATI



STOP BLAMING OTHERS, SAATNYA BERSIHKAN HATI

................

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.

.................

Bismillahirahmanirrahim.

Selasa, 1 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Masjid Al Abror nyantri bareng Ust. H. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tafsir Al Ibriz (Kyai Bisri Mustofa) :

----------

📖 QS. Al-An'ām Ayat 156

اَنْ تَقُوْلُوْٓا اِنَّمَآ اُنْزِلَ الْكِتٰبُ عَلٰى طَاۤىِٕفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنَاۖ وَاِنْ كُنَّا عَنْ دِرَاسَتِهِمْ لَغٰفِلِيْنَۙ ۝١٥٦

an taqûlû innamâ unzilal-kitâbu ‘alâ thâ'ifataini ming qablinâ wa ing kunnâ ‘an dirâsatihim laghâfilîn

(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca,”

..........

1. Hikmah (Tafsir Al-Ibriz):

Ayat ini mengingatkan kita agar gak punya alibi buat males-malesan. Jangan sampai kita bilang, "Ah, Kitab Suci cuma buat orang Yahudi dan Nasrani dulu, kita mah gak paham." Padahal, Al-Qur'an justru diturunkan buat kita semua—biar kita gak punya alasan di hadapan Allah. Intinya: Tanggung jawab atas hidayah itu ada di pundak kita sendiri, bukan nyalahin orang lain atau zaman.

---

2. Nasehat:

· Ayat Qur'an (QS Al-An'am: 156): "(Kami turunkan Al-Qur’an itu) supaya kamu (tidak) mengatakan, “Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sesungguhnya kami lengah dari apa yang mereka baca.”

· Hadis Shahih (HR. Tirmidzi): "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya."

· Hadis Qudsi: "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya amalan kalian akan dihisab. Barang siapa mendapatkan kebaikan, pujilah Allah. Dan barang siapa mendapatkan selain itu, janganlah menyalahkan selain dirinya sendiri."

  Pesan moral: Jangan cari kambing hitam. Perbaiki diri dulu, baru kritik lingkungan.

---

3. Makrifat, Hakikat, Tarekah di Era Viral:

Di zaman medsos yang serba instant dan gampang menghakimi, kita sering merasa paling benar. Padahal, makrifat itu sadar bahwa Allah selalu dekat, tapi kita yang sering jauh. Hakikatnya: Setiap hembusan napas adalah kesempatan baru buat bersih-bersih hati. Tarekahnya? Coba setiap pagi sebelum scroll berita, baca 1 ayat dan renungkan: "Apa hari ini aku udah jadi pribadi yang lebih jujur sama Allah?" Gak perlu muluk, mulai dari ngakalin ghibah di grup WA.

---

4. Tasawuf & Muhasabah:

Caranya:

1. Stop menyalahkan masa lalu atau orang lain. (Ini bikin hati keruh).

2. Lihat diri sendiri: Kapan terakhir kita sedekah hati (maafin orang) atau sedekah pikiran (berbaik sangka)?

3. Isi waktu luang dengan dzikir ketimbang meme gak penting.

   Muhasabah itu gak harus nangis-nangis di malam buta. Cukup sesaat sebelum tidur, tanya: "Allah, kira-kira hari ini aku udah layak gak disebut hamba-Mu?"

---

5. Doa:

"Allahumma tahhir qalbi min an yazhanna su'an 'ala ghairi, wa zayyinhu bi khuluqin hasan. Ya Rabb, bersihkan hatiku dari su'uzan pada siapa pun, dan hiasi jiwaku dengan akhlak mulia. Aamiin."

---

6. Ucapan Terima Kasih & Maaf:

Makasih buat temen-temen, keluarga, dan siapa pun yang udah jadi cermin buat aku. Maafin banget kalau selama ini aku sering nyalahin kalian atas keterbatasanku sendiri. Semoga kita sama-sama belajar.

---

Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.

#TazkiyatunNufus #StopBlaming #BersihkanHati #DekatDenganAllah #HambaYangBelajar

........

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—


Tidak ada komentar: