Bismillahirahmanirrahim.
Selasa, 8 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh isya'an dari Masjid Baitur Rokhmat, nyantri bareng Ust. Nur Khodim, kupas tipis tipis Kitab At- Targhib wat Tarhib (Al-Mundzir) :
.......
BAB : ANCAMAN MELANGKAHI LEHER.
Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya orang yang melangkahi leher manusia pada hari Jumat, dan memisahkan antara dua orang setelah imam keluar, seperti menarik ususnya di neraka.” (H.R. Abmad, Thabrani dalam kitab Al-Kabir, lihat Al-Mundz’ri 134/1).
..............
MERENDA LANGKAH DI HARI YANG AGUNG
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
---
1. Hikmah
Pernah nggak sih njenengan ngerasa kalau kita tuh kadang terlalu sibuk cari posisi nyaman, sampai lupa kalau ada orang lain di sekitar kita? Hadis ini bukan cuma soal "jangan melangkahi pundak" secara fisik. Tapi ini soal adab, soal kesadaran bahwa di hari Jumat yang penuh berkah, kita semua datang buat Allah. Bukan buat pamer siapa paling depan atau paling dulu.
Imam keluar, khutbah dimulai—itu momen sakral. Saat itu, dunia harus berhenti. Tapi kalau kita malah sibuk geser-geser badan, misahin jamaah lain, itu sama aja kita nggak ngerti esensi hadir di majelis ilmu. Hikmahnya: kedisiplinan hati lebih penting daripada kenyamanan fisik.
---
2. Nasehat
Allah berfirman dalam QS. Al-Jumu'ah: 9:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Rasulullah saw. juga bersabda:
"Barang siapa yang mandi pada hari Jumat, lalu bersuci semampunya, lalu memakai minyak wangi, lalu pergi ke masjid dan tidak memisahkan dua orang, lalu salat semampunya, dan diam ketika imam khutbah, maka diampuni dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya." (HR. Al-Bukhari)
---
3. Makrifat & Hakekat
Di era viral kayak sekarang, kita sering tergoda buat "cari spotlight"—di medsos, di kumpul-kumpul, bahkan di masjid. Kita lupa bahwa panggung ibadah bukan tempat eksistensi diri, tapi tempat eksistensi Allah.
Hakekatnya: Orang yang melangkahi pundak saudaranya di hari Jumat, pada hakikatnya sedang melangkahi rasa kemanusiaan. Ia sibuk mengejar tempat, padahal Allah melihat niat. Makrifatnya: semakin kita paham bahwa Allah Maha Melihat, semakin kita sadar bahwa posisi di depan nggak nambah nilai di sisi-Nya. Yang bernilai adalah ketulusan dan kesabaran kita.
Tarekahnya: Belajar antri, belajar duduk di tempat yang ada, dan belajar ngasih ruang buat orang lain—itu ibadah sosial yang kadang lebih berat daripada salat malam.
---
4. Tasawuf & Muhasabah
Tasawuf mengajarkan: jaga hati, karena hati adalah singgasana Tuhan. Kalau hati kita penuh ambisi mengalahkan orang lain, gimana mau dekat sama Allah?
Muhasabah-nya:
· Sebelum Jumat, tanya diri: "Aku datang ke masjid buat apa?"
· Saat khutbah: "Apakah aku benar-benar mendengar, atau cuma duduk?"
· Setelah Jumat: "Apa yang berubah dalam diriku?"
Cara praktisnya: Datang lebih awal, pilih tempat yang nggak ganggu orang lain, dan fokus ke khutbah. Dan kalau ada yang datang setelah kita, beri ruang tanpa harus pindah posisi.
---
5. Doa
Ya Allah, bersihkan hatiku dari rasa egois, lapangkan dadaku untuk menerima saudaraku, dan jadikanlah hari Jumatku sebagai hari yang mendekatkanku pada-Mu. Ampunilah aku jika aku pernah menyakiti atau memisahkan orang lain karena keangkuhanku. Jadikanlah kami orang-orang yang saling menjaga, bukan saling menggeser. Aamiin.
---
6. Ucapan Terima Kasih & Maaf
Terima kasih buat semua pihak yang sudah mengingatkan, menegur dengan lembut, dan memberi ruang buat aku bertumbuh. Khususnya buat para guru, ustadz, teman-teman seperjalanan, dan siapapun yang pernah berbagi ilmu.
Dan maafkan aku—jika selama ini pernah menyakiti, pernah memisahkan, atau pernah nggak peduli sama njenengan semua. Semoga kita terus belajar jadi hamba yang lebih baik.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #JumatBerkah #AdabDiMasjid #MenataHati #MuhasabahDiri #HambaYangBelajar #SufiMilenial #CariAllahBukanPosisi
.........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar