Sesungguhnya telah terdapat dalam hadits, bahwasanya yang pertama kali dimintai perhitungan oleh Allah adalah Lauhul Mahfudh, dengan sekiranya diberikan pengetahuan, akal, dan suara padanya, lalu Allah memanggilnya dan gemetarlah otot-ototnya, lalu Allah bertanya: “Apakah kamu telah menyampaikan apa yang ada pada kamu kepada Israfil?”, ia menjawab: “Aku telah menyampaikannya”, kemudian Allah memanggil Israfil dan gemetarlah otot-ototnya karena takut kepada Allah, lalu Allah bertanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah diceritakan oleh Lauhul Mahfudh padamu?”, Israfil menjawab: “Aku menyampaikannya kepada Jibril”, kemudian Allah memanggil Jibril dan gemetarlah otot-ototnya, lalu Allah bertanya kepadanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah Israfil ceritakan padamu?”, Jibril menjawab: “Aku menyampaikannya kepada para utusan”, kemudian Allah memanggil para utusan seraya bertanya: “Apa yang telah kamu perbuat pada apa yang telah Jibri ceritakan padamu?”, mereka menjawab: “Kami menyampaikannya pada manusia”, lalu manusia ditanya tentang umur mereka, terhadap apa mereka menghabiskan/mempergunakannya?, tentang masa mudanya, terhadap apa mereka menggunakannya?, tentang harta-hartanya, dari mana mereka mendapatkan dan terhadap apa merka menafaqahkannya?, dan tentang ilmunya, apa yang telah mereka perbuat dengannya?.
Firman Allah:
Maka Sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus Rasul-rasul kepada mereka dan Sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) Rasul-rasul (Kami), # Maka Sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka)”.
Dan firman Allah:
“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, # tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”
.....
No comments:
Post a Comment