Tuesday, May 26, 2026

465qot. Allah mendirikan Mizan

 Kemudian Allah mendirikan Mizan (timbangan / neraca), maka semua pandangan menatap pada kitab-kitab, apakah kitab-kitab tersebut terkumpul pada sebelah kanan atau pada sebelah kiri, lalu pada Lisanul Mizan (arah pengukur timbangan), apakah ia condong kesebelah keburukan atau kebaikan.

Allah menghukumi diantara mereka dengan adil, dan yang pertama diputus/diadili di mauqif adalah masalah shalat, setelah itu gugatan dari pembunuhan jiwa tanpa haq, kemudian mereka digiring ke Shirat, yaitu jembatan yang memanjang diatas tengah neraka yang terlatak diantara Mauqif dan surga, sedang neraka berada diantara keduanya, lebih halus dari rambut, lebih tajam dari pedang ibarat silet. Orang-orang yang beruntung menjalaninya ibarat kedipan mata, kemudian seperti kilat, seperti burung, dan keledai, kemudian orang yang menjalaninya dengan lari-lari kecil, lalu dengan berjalan, dengan merangkak dan dengan merayap/beringsut. Mereka semua berbeda-beda sebagaimana halnya orang-orang yang celaka, maka diantara mereka ada yang gagal pada langkah yang pertama, dialah orang yang terakhir keluar dari neraka, dan diantaranya lagi terdapat orang yang gagal pada langkah yang terakhir, dialah orang yang pertama keluar dari neraka, perjalanan tersebut berbeda-beda sesuai berdasarkan perbedaan amal kebaikan dan rasa penghormatan terhadap Allah apabila hal itu terbersit pada hati. 

....



No comments: