Dikatakan, bahwa yang paling pedih keadaan mayit adalah dalam keadaan haus dan kebakarnya hati. Pada waktu itu, setan mendapatkan kesempatan untuk melepaskan iman orang mukmin, karena merasa sangat kehausan di waktu itu. Lalu datanglah setan di dekat kepalanya, dengan membawa semangkuk air yang kental, kemudian setan menggerak-gerakkan mangkuk itu pada orang mukmin. Lalu orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Saat itu orang mukmin tidak mengetahui sesungguhnya yang membawa semangkuk air itu adalah setan. Maka setan itu berkat, kepada orang mukmin tadi: “Katakanlah, bahwa tidak ada yang menciptakan alam ini, sehingga aku memberikan air kepadamu.” Jika orang itu dalam keberuntungan, maka ia tidak akan menjawabnya Kemudian setan datang (lagi) ke arah kedua telapak kakinya dengan menggerak-gerakkan mangkuk pada orang mukmin. lalu orang mukmin itu berkata: “Berilah aku air.” Maka setan berkata: “Katakanlah, bahwa rasul itu pembohong, sehingga aku memberika air kepadamu.” Dan barangsiapa yang mendapatkan celaka, ia akan menjawab kepada perintah setan itu. Karena sesungguhnya orang itu tidak sabar atas kehausan, lalu keluarlah ia dari dunia dalam keadaan kafir. Na’uzhu billah. Dan barangsiapa yang beruntung maka ia akan mengembalikan ucapannya setan itu, dan berfikir siapa yang ada di hadapannya itu.
......
No comments:
Post a Comment