Surga tidak akan rusak, surga ada tujuh: Firdaus, Adnin, Khuld, Na’im, Ma’wa, Darus Salam dan Darul Jalal, yang semuanya bersambung pada tempat pemilik wasilah yaitu nabi Muhammad saw. supaya ahli surga merasa nikmat dengan melihat beliau, karena sesungguhnya beliau nampak pada mereka dari tempat itu, beliau menyinari ahli surga sebagaimana matahari menyinari ahli bumi.
......
Juga (yang tidak rusak) neraka, dan tigkatan-tingkatan neraka ada tujuh, paling atas adalah Jahannam ia untuk orang-orang mukmin yang maksiat, kemudian Ladha untuk orang yahudi, Khuthamah untuk orang-orang nashrani, Sa’ir untuk Shabi’in, mereka adalah suatu kelompok dari orang yahudi, Saqar untuk orang majasi, Jahim untuk penyembah berhala dan hawiyah untuk orang munafik.
......
Demikian juga penghuni surga dan neraka semuanya tidak rusak, yaitu yang berupa Hurun ‘In, Wildan, lemari surga, malaikat adzab, ular dan kalajengking. Syarbini berkata menukil dari Imam Nanafi ada tujuh yang tidak akan rusak, Arsy, Kursi, Lauh, Qalam, surga dan neraka beserta penghuninya dan ruh.
Dikhilafi ulama’ dalam masalah penafsiran firman Allah:
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah”
......
Apabila makna “Tiap-tiap sesuatu itu binasa” adalah adanya setiap sesuatu dapat binasa pada dzatnya, karena tiap-tiap yang selain Allah swt. adalah yang mumkin ada yang dapat menerima ketiadan, maka tujuh perkara tersebut termasuk pada makna ini, dan jika maknanya, setiap sesuatu itu binasa adalah adanya setiap sesuatu tersebut yang keluar dari yang bisa diambil kamanfaatannya disebabkan kematian atau terpisahnya ajza’ (anggota-anggota), maka tujuh perkara tersebut adalah termasuk yang dikecualikan dari yang binasa. Barang siapa yang ragu terhadap sesuatu dari apa-apa yang telah disebutkan ini maka orang tersebut kafir.
.......
No comments:
Post a Comment