BAB 23. TENTANG MEMELIHARA LISAN.
Definisi takwa ialah: Melakukan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, disamping memelihara lisan dari kata-kata yang tidak baik, agar memperoleh keuntungan, dan selamat. Jika tidak mampu melakukan hal itu (berkata baik), maka lebih baik diam, pasti menang (artinya dilindungi dari godaan setan), dan Allah menyimpan rahasia (aib)nya. (demikian Al-Faqih).
Al-Faqih. , Bertakwalah kepada Allah, karena di dalamnya sumber segala kebajikan, dan berjihadlah, karena ia tempat menempa karakter umat Islam, berzikirlah selalu kepada Allah serta membaca Alquran, karena ia menyinari hatimu di bumi, dan keharuman namamu di langit. Dan kuncilah lisanmu, kecuali kata-kata baik, karena hal itu merupakan senjata bagimu dalam memerangi setan (demikian nasihat beliau kepada manusia).
..........
Nasehat-Motivasi: Jalan Hati Menuju Allah
"Taqwa, Jihad, Zikir, dan Lisan — Kunci Bahagia di Zaman Edgy"
---
1. Maksud & Tujuan
Maksud:
Nasihat Al-Faqih ini mau ngajak kita semua buat sadar, bahwa hidup ini bukan cuma soal gimana caranya eksis di dunia doang. Tapi lebih dalam lagi, tentang gimana kita menjaga hubungan kita sama Allah dan sesama.
Tujuan:
Biar hati kita tenang, jiwa kita bersih, dan kita bisa jadi pribadi yang lebih baik — baik di mata Allah maupun di mata manusia. Pokoknya, ini panduan buat kita yang pengen hidup bermakna, bukan cuma ikut-ikutan arus zaman.
---
2. Landasan Dalil
A. Ayat Qur'an:
Tentang Taqwa:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim." (QS. Ali 'Imran: 102)
Tentang Jihad:
"Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya." (QS. Al-Hajj: 78)
Tentang Zikir:
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
Tentang Menjaga Lisan:
"Tidak ada kebaikan pada sebagian besar bisikan mereka, kecuali orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (QS. An-Nisa: 114)
B. Hadis Shahih:
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim)
"Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang membuat ridha Allah, yang tidak ia anggap penting, namun Allah mengangkat derajatnya beberapa tingkatan. Dan sungguh, seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang membuat murka Allah, yang tidak ia anggap penting, namun ia terjerumus ke dalam neraka Jahannam." (HR. Bukhari)
C. Hadis Qudsi:
Allah Ta'ala berfirman: "Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di tengah khalayak ramai, Aku mengingatnya di tengah khalayak yang lebih baik dari mereka." (HR. Bukhari & Muslim)
---
3. Analisis, Argumen, dan Implementasi Kekinian
A. Analisis: Ini Bukan Cuma Nasihat Klasik
Santuy, nasihat ini sebenernya super relevan buat kita yang hidup di era FOMO (Fear Of Missing Out), toxic positivity, dan drama medsos.
· Taqwa → Bukan cuma soal ibadah ritual, tapi kesadaran penuh bahwa Allah selalu ngeliat kita. Di era semua orang pamer kehidupan, taqwa bikin kita gak kehilangan jati diri.
· Jihad → Bukan cuma perang fisik! Jihad zaman now itu: melawan hawa nafsu pengen nge-scroll medsos berjam-jam, melawan keinginan buat flexing, melawan rasa males buat berbuat baik. Ini tempat "menempa karakter" beneran!
· Zikir & Baca Quran → Dijamin underrated banget! Di tengah notifikasi yang nggak berhenti, zikir itu kayak reset button buat hati. Quran itu lampu penerang di tengah gelapnya info hoaks dan berita negatif.
· Kunci Lisan → Ini paling penting! Di era komentar pedas dan warganet yang sibuk hakimi, menjaga lisan adalah bentuk digital jihad kita.
B. Argumentasi: Kenapa Ini Penting?
1. Taqwa bikin kita punya internal compass. Gak gampang goyang cuma karena tren atau omongan orang.
2. Jihad mengasah mental toughness. Hidup itu perjuangan, dan perjuangan paling berat adalah melawan diri sendiri.
3. Zikir & Quran ngasih peace of mind. Dunia makin berisik, kita butuh "noise canceling" spiritual.
4. Menjaga lisan itu investasi jangka panjang. Mulutmu adalah harimaumu — atau bisa juga kebun pahalamu!
C. Implementasi Sehari-hari yang Viral-Ready
· Ganti DM (Direct Message) dengan Doa & Dzikir — Sebelum buka HP pagi, baca doa dan dzikir dulu, baru cek notifikasi. Auto hati lebih adem!
· Comment Section Jihad — Kalau mau komen di medsos, tanyain dulu: "Ini bermanfaat atau cuma bikin rusuh?" Kalau ragu, mending diem. Ingat hadis: "Katakan baik atau diam!"
· Quran Time — Sisihkan 10 menit setiap hari buat baca Quran, meskipun cuma satu ayat. Konsistensi > kuantitas!
· Jihad Melawan FOMO — Saat lihat timeline penuh pencapaian orang lain, ingat: "Rizki dan jodoh udah diatur Allah. Fokus sama versi terbaik diriku aja."
· Zikir di Sela Aktivitas — Sambil antri kopi, di perjalanan, atau saat nunggu loading. Gak perlu ribet, cukup "Subhanallah" atau "Alhamdulillah" pelan-pelan. Hati langsung lebih chill.
---
4. Muhasabah (Introspeksi) dan Caranya
Apa Itu Muhasabah?
Muhasabah itu kayak self-review harian buat hati dan amalan kita. Gak perlu lama-lama, cukup 5 menit sebelum tidur.
Cara Praktis Muhasabah (Metode 3T):
1. Tanya (Self-Questioning)
· "Hari ini, udah seberapa sering aku mengingat Allah?"
· "Apa ada kata-kata yang aku ucapkan yang menyakiti orang lain?"
· "Udahkah aku berbuat baik meskipun kecil?"
· "Apa aku udah maksimal jadi hamba Allah hari ini?"
2. Timbang (Evaluasi)
· Catat (mental atau buku kecil) amalan baik dan buruk.
· Kayak balance sheet, mana yang lebih banyak? Baik atau kurang baik?
· Khusus untuk lisan: "Berapa kali aku ngomongin orang? Berapa kali aku ngucapin hal positif?"
3. Tindak (Action Plan for Tomorrow)
· Besok mau perbaiki apa?
· Target kecil: "Besok aku bakal kurangi gosip, perbanyak pujian tulus."
· Target ibadah: "Besok aku tambah 5 menit baca Quran."
Tips biar Muhasabah Gak Berat:
· Lakukan saat kondisi santai, bukan saat capek atau emosi.
· Pakai jurnal kecil atau notes di HP (tapi jangan di-posting ya, cukup buat diri sendiri).
· Yang penting istigfar dan niat perbaiki diri, bukan nyalahin diri terus.
---
5. Doa Harian
Doa Mohon Pertolongan dan Petunjuk:
"Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kami ketakwaan yang sebenar-benarnya. Lapangkanlah dadaku untuk senantiasa mengingat-Mu, mudahkanlah jalanku untuk berjihad melawan hawa nafsuku, dan sinarilah hatiku dengan cahaya Al-Quran. Ya Allah, jagalah lisanku dari perkataan yang sia-sia dan menyakitkan, jadikanlah ucapanku sebagai penyejuk hati dan pemberi manfaat bagi sesama. Ampunilah dosa-dosaku, dosa orang tuaku, dan dosa seluruh kaum muslimin. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."
Doa Singkat Sehari-hari:
"Allahumma inni as'aluka husnal khatimah. Ya Allah, aku memohon akhir yang baik."
"Rabbi zidni 'ilman wa fahman. Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu dan pemahaman."
---
6. Ucapan Terima Kasih
Untuk Ustadz (Guru) yang Mengajari:
Bismillah, dengan penuh hormat dan rendah hati, saya mengucapkan:
Syukron katsiron, Ustadz. Terima kasih tak terhingga atas ilmu, nasihat, dan bimbingan yang telah diberikan. Nasihat Al-Faqih ini bukan sekadar kata-kata, tapi petunjuk berharga yang membuka mata dan hati kami. Semoga Allah membalas kebaikan Ustadz dengan pahala yang mengalir tiada henti, menjadikan ilmu yang diajarkan sebagai cahaya di dunia dan bekal di akhirat. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Jazakallah khairan katsira.
Untuk Para Pembaca (Njenengan sekalian):
Halo, teman-teman semua yang sudah meluangkan waktu membaca hingga akhir,
Makasih banget ya sudah mau nyimak nasihat-motivasi ini sampai tuntas. Semoga apa yang aku tulis ini bisa bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk jadi pribadi yang lebih baik.
Gak ada yang sempurna di dunia ini, termasuk aku sendiri. Tapi dengan saling mengingatkan dan terus belajar, insyaAllah kita bisa memperbaiki diri pelan-pelan.
Pesan terakhir:
Hidup ini cuma sebentar, tapi efek dari setiap perkataan dan perbuatan kita bisa panjang. Yuk, sama-sama kita jadikan hari-hari kita lebih bermakna dengan taqwa, jihad, zikir, dan lisan yang terjaga. Dunia boleh heboh, tapi hati kita tetap tenang karena Allah selalu bersama.
Keep fighting, keep praying, keep smiling! 😊
Salam santun dari aku,
[Nama penulis]
---
Catatan Tambahan:
Semoga nasihat ini bisa jadi pengingat ringan di tengah kesibukan kita. Boleh dishare ke teman-teman yang butuh, tapi jangan lupa tetap cantumkan sumber dan niatkan berbagi kebaikan. Wallahu a'lam bish-shawab.
...........

No comments:
Post a Comment