No: 1888
Kitab: I'TIKAF
Bab: Wanita haid menyisir kepala orang yang sedang I'tikaf.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْغِي إِلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya dari Hisyam berkata, telah mengabarkan kepada saya bapakku dari 'Aisyah radliallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjulurkan kepala Beliau kepadaku ketika sedang beri'tikaf di masjid lalu aku menyisir rambut Beliau sedangkan aku saat itu sedang haid".
...........
KETIKA HAID TIDAK MENGHALANGI CINTA, DAN MASJID TIDAK MENGHALANGI KASIH SAYANG
Tazkiyatun Nufūs dalam Cahaya QS. Al-Baqarah Ayat 45
Maksud dan Tujuan
Islam adalah agama yang menjaga kesucian, tetapi tidak mengajarkan manusia untuk memandang orang lain dengan hina.
Islam mengajarkan hukum, tetapi hukum tidak boleh melahirkan kesombongan.
Islam mengajarkan ibadah, tetapi ibadah tidak boleh menjadikan hati keras.
Hadis Nabi ﷺ yang diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah رضي الله عنها:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصْغِي إِلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ
“Nabi ﷺ menjulurkan kepala beliau kepadaku ketika sedang beri‘tikaf di masjid, lalu aku menyisir rambut beliau, sedangkan aku dalam keadaan haid.”
HR. al-Bukhari.
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa haid bukanlah kehinaan, wanita haid bukanlah manusia yang najis, dan kasih sayang tidak terputus hanya karena adanya keadaan biologis seseorang.
Namun, pada saat yang sama, syariat tetap memiliki aturan tentang ibadah, masjid, dan keadaan haid.
Maka, seorang mukmin harus belajar dua hal:
menjaga hukum dengan ilmu dan menjaga manusia dengan kasih sayang.
AYAT AL-QUR’AN: QS. AL-BAQARAH AYAT 45
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
QS. Al-Baqarah: 45
Ayat ini memberikan jalan keluar bagi manusia yang sedang menghadapi kesulitan:
1. الصَّبْرُ — SABAR
Sabar bukan berarti tidak memiliki masalah.
Sabar adalah kemampuan hati untuk tetap berada di jalan Allah ketika masalah datang.
Sabar dalam menghadapi sakit.
Sabar dalam menghadapi ujian.
Sabar dalam menghadapi perbedaan.
Sabar dalam menjaga lisan.
Sabar dalam memahami hukum agama.
2. الصَّلَاةُ — SALAT
Salat adalah tempat hati kembali.
Ketika dunia membuat kita lelah, kita menghadap Allah.
Ketika manusia mengecewakan kita, kita bersujud.
Ketika hati penuh kegelisahan, kita mencari ketenangan di hadapan Allah.
3. الْخُشُوعُ — KHUSYUK
Allah berfirman:
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
“Sesungguhnya salat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”
Orang yang khusyuk tidak hanya memiliki tubuh yang tunduk.
Tetapi juga memiliki hati yang lembut.
Karena itu, seseorang yang rajin beribadah tetapi hatinya mudah merendahkan orang lain perlu melakukan muhasabah.
Apakah ibadah kita telah membuat hati semakin lembut?
PERSPEKTIF TAZKIYATUN NUFŪS
Tazkiyatun Nufūs adalah proses membersihkan jiwa.
Bukan hanya membersihkan pakaian.
Bukan hanya membersihkan badan.
Bukan hanya menjaga tempat ibadah.
Tetapi juga membersihkan:
- kesombongan,
- kebencian,
- prasangka,
- penghinaan,
- merasa paling suci,
- merasa paling benar,
- dan merendahkan orang lain.
Hadis tentang Sayyidah ‘Aisyah رضي الله عنها mengajarkan sebuah pelajaran yang sangat dalam.
Beliau sedang haid.
Rasulullah ﷺ sedang beri‘tikaf di masjid.
Namun Rasulullah ﷺ tetap menjulurkan kepala beliau agar disisir oleh ‘Aisyah رضي الله عنها.
Seakan-akan Nabi ﷺ mengajarkan:
“Jangan jadikan perbedaan keadaan lahir sebagai alasan untuk memutus kasih sayang.”
Haid adalah keadaan biologis.
Ia bukan dosa.
Ia bukan kehinaan.
Ia bukan tanda bahwa seorang wanita lebih rendah derajatnya di hadapan Allah.
Yang menentukan kemuliaan manusia bukan darah, bukan warna kulit, bukan jenis kelamin, bukan kekayaan, bukan penampilan.
Allah سبحانه وتعالى berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.”
QS. Al-Hujurat: 13
HADIS SHAHIH YANG BERKAITAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
HR. Muslim.
Inilah inti Tazkiyatun Nufūs.
Manusia sering melihat:
“Dia haid.”
“Dia miskin.”
“Dia tidak berpendidikan.”
“Dia orang biasa.”
“Dia tidak memakai pakaian seperti kita.”
Namun Allah melihat sesuatu yang tidak mampu kita lihat:
keikhlasan hatinya, kesabarannya, air mata taubatnya, dan amal tersembunyinya.
HADIS QUDSI YANG BERKAITAN
Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam hadis qudsi:
يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi.”
HR. Muslim.
Merendahkan manusia karena keadaan yang bukan dosa adalah bentuk ketidakadilan hati.
Maka, janganlah kita menjadikan agama sebagai alasan untuk menghina.
Jangan menjadikan ilmu sebagai alasan untuk sombong.
Jangan menjadikan ibadah sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi.
Karena bisa jadi orang yang kita pandang rendah justru lebih dekat kepada Allah daripada kita.
ANALISA DAN ARGUMENTASI RELEVAN DI DUNIA VIRAL SAAT INI
Di zaman media sosial, manusia sangat mudah menjadi hakim.
Seseorang melihat satu potongan video.
Membaca satu kalimat.
Melihat satu gambar.
Kemudian langsung memberikan vonis:
“Sesat!”
“Najis!”
“Tidak pantas!”
“Tidak Islami!”
“Perempuan itu begini!”
“Orang itu begitu!”
Padahal kita tidak mengetahui keseluruhan cerita.
Kita hanya melihat beberapa detik.
Tetapi kita memberikan hukuman seumur hidup.
Inilah bahaya dunia viral:
informasi bergerak lebih cepat daripada tabayun.
kemarahan lebih cepat daripada ilmu.
komentar lebih cepat daripada doa.
vonis lebih cepat daripada pemahaman.
Maka QS. Al-Baqarah ayat 45 mengajarkan:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.”
Sebelum berkomentar, bersabarlah.
Sebelum menyebarkan, bersabarlah.
Sebelum menghina, bersabarlah.
Sebelum menghakimi, bersabarlah.
Tanyakan kepada hati:
“Apakah komentarku ini mendekatkan manusia kepada Allah atau justru menjauhkannya?”
Di dunia yang viral, orang bisa terkenal karena satu kesalahan.
Namun seorang mukmin harus berusaha menjadi orang yang:
tidak ikut menyebarkan aib,
tidak ikut mempermalukan,
tidak ikut memanaskan suasana,
dan tidak ikut menjadikan dosa orang lain sebagai hiburan.
HUKUM — AHKAM
1. Wanita haid bukanlah najis secara zat
Haid adalah keadaan yang menyebabkan beberapa hukum ibadah tertentu berubah.
Namun wanita yang sedang haid tetap manusia yang mulia.
Ia boleh:
- makan dan minum,
- berbicara,
- belajar,
- mengajar,
- berdzikir,
- berdoa,
- melayani keluarga,
- dan melakukan berbagai aktivitas yang dibolehkan syariat.
2. Rambut wanita haid bukan benda najis
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ membolehkan ‘Aisyah رضي الله عنها menyisir rambut beliau meskipun beliau sedang haid.
Maka, janganlah seorang wanita merasa dirinya hina ketika haid.
Dan jangan pula orang lain memperlakukannya dengan hina.
3. Hukum harus dipahami dengan ilmu
Hadis ini bukan berarti seluruh hukum tentang wanita haid dan masjid boleh diabaikan.
Dalam masalah detail seperti tinggal di masjid, masuk masjid, atau berdiam di masjid ketika haid, terdapat pembahasan fikih dan perbedaan pendapat ulama.
Maka jangan mengambil kesimpulan hanya dari satu potongan hadis tanpa memahami penjelasan para ulama.
Hukum membutuhkan ilmu.
Kasih sayang membutuhkan akhlak.
Seorang mukmin harus memiliki keduanya.
SENTUHAN HATI — MUHASABAH
Wahai hati...
Jangan merasa paling suci hanya karena engkau sedang berada di masjid.
Jangan merasa lebih mulia hanya karena engkau sedang memakai pakaian ibadah.
Jangan merendahkan wanita yang sedang haid.
Jangan menghina orang yang sedang sakit.
Jangan menghakimi orang yang sedang jatuh.
Jangan menertawakan orang yang sedang berjuang untuk kembali kepada Allah.
Karena kita semua memiliki keadaan yang tidak diketahui orang lain.
Ada dosa yang kita sembunyikan.
Ada kelemahan yang kita rahasiakan.
Ada air mata yang hanya Allah mengetahuinya.
Bisa jadi...
Orang yang kita hina karena dosa masa lalunya sedang menangis dalam taubat.
Sedangkan kita yang merasa suci sedang tertipu oleh kesombongan.
Maka tanyakan kepada diri:
Apakah ibadahku telah membuatku semakin rendah hati?
Apakah ilmuku telah membuatku semakin santun?
Apakah aku memahami hukum agama dengan kasih sayang?
Apakah lisanku lebih cepat menolong atau lebih cepat menghakimi?
QS. Al-Baqarah ayat 45 mengajarkan:
Ketika hati berat untuk bersabar, datanglah kepada Allah.
Ketika hati berat untuk memaafkan, datanglah kepada Allah.
Ketika hati berat untuk menahan komentar, datanglah kepada Allah.
Ketika dunia membuat kita gelisah, datanglah kepada Allah dengan salat dan sabar.
AMALAN — IMPLEMENTASI TAZKIYATUN NUFŪS
1. Latihan Menahan Komentar
Sebelum memberikan komentar di media sosial, tanyakan:
“Apakah ini benar?”
“Apakah ini perlu?”
“Apakah ini bermanfaat?”
Jika tidak, diam adalah ibadah.
2. Jangan Menjadikan Aib sebagai Konten
Tidak semua yang kita ketahui harus kita sebarkan.
Tidak semua kesalahan manusia harus menjadi tontonan.
Menutup aib orang lain adalah akhlak.
Namun tetap harus dibedakan antara menutup aib dan membenarkan kemungkaran.
3. Belajar Agama dari Guru yang Berilmu
Jangan memahami agama hanya dari potongan video.
Jangan mengambil hukum hanya dari judul viral.
Belajarlah kepada ustadz dan ulama yang memiliki ilmu, sanad keilmuan, adab, dan amanah.
4. Perbanyak Istighfar
Bacalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
“ Aku memohon ampun kepada Allah.”
Minimal 100 kali sehari jika mampu.
Istighfar membersihkan hati dari kesombongan.
5. Salat sebagai Tempat Kembali
Ketika marah, jangan langsung mengetik.
Ketika tersinggung, jangan langsung membalas.
Ketika kecewa, jangan langsung menyebarkan.
Ambillah wudu.
Salatlah.
Bersujudlah.
Karena Allah telah berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.”
DOA
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَالْغِلِّ وَالْحَقَدِ
Allahumma thahhir qulūbanā minal-kibri wal-hasadi wal-ghilli wal-haqad.
“Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, iri hati, kedengkian, dan kebencian.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْخَاشِعِينَ، وَاجْعَلِ الصَّلَاةَ قُرَّةَ أَعْيُنِنَا، وَاجْعَلِ الصَّبْرَ نُورًا فِي قُلُوبِنَا
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang khusyuk. Jadikanlah salat sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kesabaran sebagai cahaya di dalam hati kami.”
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا أَنْ نَعْرِفَ الْحَقَّ حَقًّا وَنَرْزُقَنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَنْ نَعْرِفَ الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَنَرْزُقَنَا اجْتِنَابَهُ
“Ya Allah, ajarilah kami untuk mengetahui kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan ajarilah kami untuk mengetahui kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya.”
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِلْمَنَا نَافِعًا، وَعَمَلَنَا صَالِحًا، وَقَلْبَنَا خَاشِعًا، وَلِسَانَنَا ذَاكِرًا، وَنَفْسَنَا مُطْمَئِنَّةً بِذِكْرِكَ
“Ya Allah, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, amal kami amal yang saleh, hati kami hati yang khusyuk, lisan kami lisan yang berdzikir, dan jiwa kami jiwa yang tenang dengan mengingat-Mu.”
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ
PENUTUP
Terima kasih kepada para ustadz, para guru, para kyai, para ulama, dan seluruh pembimbing umat yang senantiasa mengajarkan ilmu agama dengan penuh hikmah, kesabaran, dan kasih sayang.
Terima kasih pula kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini.
Semoga kita tidak hanya menjadi orang yang banyak mengetahui hukum agama, tetapi juga menjadi orang yang halus hatinya, santun lisannya, luas kasih sayangnya, dan kuat kesabarannya.
Karena ilmu tanpa tazkiyah dapat melahirkan kesombongan.
Dan ibadah tanpa akhlak dapat membuat hati merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Maka marilah kita kembali kepada pesan QS. Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.”
Sebab, pada akhirnya, hati yang ingin disucikan tidak akan menemukan ketenangan kecuali dengan kembali kepada Allah.
والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat.
........
KETIKA HAID TIDAK MENGHALANGI CINTA, DAN MASJID TIDAK MENGHALANGI KASIH SAYANG
Tazkiyatun Nufūs dalam Cahaya QS. Al-Baqarah Ayat 45
---
Maksud dan Tujuan (Versi Santai)
Jadi gini, Islam itu sebenernya agama yang jaga kesucian, tapi bukan berarti kita boleh seenaknya nganggep orang lain hina atau rendah.
Islam ngajarin hukum, tapi hukum itu jangan sampe bikin kita sombong.
Islam ngajarin ibadah, tapi ibadah juga jangan sampe bikin hati kita keras kayak batu.
Nah, ada hadis dari Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha yang ceritanya gini:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصْغِي إِلَيَّ رَأْسَهُ وَهُوَ مُجَاوِرٌ فِي الْمَسْجِدِ فَأُرَجِّلُهُ وَأَنَا حَائِضٌ
"Nabi ﷺ menjulurkan kepala beliau kepadaku ketika sedang beri'tikaf di masjid, lalu aku menyisir rambut beliau, sedangkan aku dalam keadaan haid."
HR. al-Bukhari.
Dari hadis ini kita belajar bahwa haid itu bukan aib, wanita haid bukan najis secara zat, dan kasih sayang nggak boleh putus cuma karena kondisi biologis seseorang.
Tapi ya tetep, syariat punya aturan soal ibadah, masjid, dan keadaan haid. Jadi seorang mukmin harus bisa jaga hukum dengan ilmu dan jaga sesama dengan kasih sayang.
---
QS. AL-BAQARAH AYAT 45
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
QS. Al-Baqarah: 45
---
1. SABAR — Jangan Cepet Egois
Sabar tuh bukan berarti nggak punya masalah, ya. Sabar itu kemampuan hati buat tetep di jalan Allah pas masalah dateng.
Sabar itu:
· Sabar pas lagi sakit
· Sabar pas diuji
· Sabar pas ada beda pendapat
· Sabar jaga lisan
· Sabar dalam ngerti hukum agama
Intinya: jangan cepet-cepet marah, jangan cepet-cepet nyinyir.
2. SALAT — Tempat Curhat Paling Aman
Salat itu momen hati kembali ke tujuan utamanya.
· Pas dunia bikin capek, kita hadap Allah
· Pas orang ngecewain, kita sujud
· Pas hati gelisah, kita cari tenang di hadapan-Nya
3. KHUSYUK — Hati Lembut, Bukan Cuma Badan Tunduk
Allah bilang di akhir ayat:
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
"Sesungguhnya salat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk."
Orang yang khusyuk bukan cuma fisiknya tunduk, tapi hatinya juga lembut.
Makanya, kalo ibadah kita rajin tapi gampang banget ngerendahin orang, yuk muhasabah diri. Jangan-jangan ibadah kita belum bikin hati makin lembut?
---
TAZKIYATUN NUFŪS — BERSIHIN JIWA
Tazkiyatun Nufūs itu proses bersihin jiwa. Bukan cuma:
· bersihin baju
· bersihin badan
· bersihin tempat ibadah
Tapi juga bersihin:
· Sombong
· Benci
· Prasangka
· Ngerendahin orang lain
· Ngerasa paling suci sendiri
· Ngerasa paling bener sendiri
---
PELAJARAN DARI HADIS AISYAH
Hadis tentang Aisyah radhiyallahu 'anha ini punya pelajaran dalem banget.
Beliau lagi haid. Rasulullah ﷺ lagi i'tikaf di masjid. Tapi Rasulullah tetap julurin kepala beliau buat disisir Aisyah.
Kayaknya Nabi ﷺ mau ngajarin:
"Jangan jadikan perbedaan kondisi lahir sebagai alasan buat mutus kasih sayang."
Haid itu kondisi biologis. Bukan dosa. Bukan aib. Bukan tanda perempuan lebih rendah derajatnya di mata Allah.
Yang nentuin kemuliaan seseorang di hadapan Allah bukan darah, bukan warna kulit, bukan gender, bukan harta, bukan penampilan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa."
QS. Al-Hujurat: 13
---
HADIS SHAHIH LAINNYA
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian."
HR. Muslim.
Ini inti Tazkiyatun Nufūs!
Kita tuh sering banget lihat:
· "Dia haid"
· "Dia miskin"
· "Dia nggak berpendidikan"
· "Dia orang biasa"
· "Dia nggak pake baju kayak kita"
Tapi Allah melihat sesuatu yang nggak bisa kita lihat:
Keikhlasan hatinya, kesabarannya, air mata taubatnya, dan amal-amal tersembunyinya.
---
HADIS QUDSI
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi."
HR. Muslim.
Ngerendahin orang cuma karena kondisi yang bukan dosa itu adalah bentuk kezaliman hati.
Jadi, jangan jadikan agama sebagai alasan buat menghina. Jangan jadikan ilmu sebagai alasan buat sombong. Jangan jadikan ibadah sebagai alasan buat ngerasa lebih tinggi. Bisa jadi orang yang kita rendahin justru lebih deket sama Allah daripada kita.
---
RELEVAN DI DUNIA VIRAL
Di zaman medsos sekarang, orang tuh gampang banget jadi hakim.
Liat satu potongan video.
Baca satu kalimat.
Liat satu gambar.
Langsung vonis:
· "Sesat!"
· "Najis!"
· "Nggak pantas!"
· "Nggak Islami!"
· "Perempuan itu begini!"
· "Orang itu begitu!"
Padahal kita nggak tau keseluruhan cerita. Kita cuma liat beberapa detik. Tapi kita kasih hukuman seumur hidup.
Ini bahaya dunia viral:
· Informasi bergerak lebih cepet daripada tabayun
· Kemarahan lebih cepet daripada ilmu
· Komentar lebih cepet daripada doa
· Vonis lebih cepet daripada pemahaman
Makanya QS. Al-Baqarah ayat 45 ngajarin:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
"Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat."
· Sebelum komentar, sabar dulu
· Sebelum nyebarin, sabar dulu
· Sebelum menghina, sabar dulu
· Sebelum menghakimi, sabar dulu
Tanya ke hati:
"Apakah komentarku ini bikin orang makin deket ke Allah atau malah makin jauh?"
Di dunia yang viral, orang bisa terkenal cuma karena satu kesalahan. Tapi seorang mukmin harus berusaha jadi orang yang:
· Nggak ikut nyebarin aib
· Nggak ikut ngerendahin
· Nggak ikut panas-panasin suasana
· Nggak ikut jadinin dosa orang lain sebagai hiburan
---
HUKUM-HUKUM (AHKAM) — TAPI YUK PAHAMI DENGAN BIJAK
1. Wanita haid bukan najis secara zat
Haid itu kondisi yang bikin beberapa hukum ibadah berubah. Tapi wanita yang haid tetep manusia mulia. Dia boleh:
· Makan dan minum
· Berbicara
· Belajar
· Mengajar
· Berdzikir
· Berdoa
· Melayani keluarga
· Dan aktivitas lain yang dibolehkan syariat
2. Rambut wanita haid bukan benda najis
Hadis ini nunjukin Rasulullah ﷺ aja ngebolehin Aisyah nyisir rambutnya pas haid.
Jadi jangan sampe wanita merasa hina pas haid. Dan jangan sampe orang lain perlakuin dia dengan hina.
3. Hukum perlu dipahami dengan ilmu
Hadis ini bukan berarti semua aturan soal haid dan masjid bisa diabaikan begitu aja. Dalam hal detail kayak tinggal di masjid, masuk masjid, atau berdiam di masjid pas haid, itu ada pembahasan fikih dan perbedaan pendapat ulama.
Jadi jangan ambil kesimpulan cuma dari satu potongan hadis tanpa paham penjelasan ulama.
Hukum butuh ilmu. Kasih sayang butuh akhlak. Seorang mukmin harus punya keduanya.
---
MUHASABAH — CEK HATI
Wahai hati...
Jangan ngerasa paling suci cuma karena lagi di masjid.
Jangan ngerasa lebih mulia cuma karena pake baju ibadah.
Jangan rendahin wanita yang lagi haid.
Jangan hina orang yang lagi sakit.
Jangan hakimi orang yang lagi jatuh.
Jangan tertawain orang yang lagi berjuang balik ke Allah.
Karena kita semua punya keadaan yang nggak orang lain tau.
Ada dosa yang kita sembunyiin.
Ada kelemahan yang kita rahasiain.
Ada air mata yang cuma Allah yang tau.
Bisa jadi...
Orang yang kita hina karena dosa masa lalunya, dia lagi nangis taubat. Sedangkan kita yang ngerasa suci, kita lagi ketipu sama kesombongan kita sendiri.
Tanya ke diri:
· Apakah ibadahku bikin aku makin rendah hati?
· Apakah ilmuku bikin aku makin santun?
· Apakah aku paham hukum agama dengan kasih sayang?
· Apakah lisanku lebih cepet nolong atau lebih cepet ng hakimi?
QS. Al-Baqarah ayat 45 ngajarin:
· Pas hati berat buat sabar, datang ke Allah
· Pas hati berat buat maafin, datang ke Allah
· Pas hati berat buat nahan komentar, datang ke Allah
· Pas dunia bikin gelisah, datang ke Allah dengan salat dan sabar
---
AMALAN — IMPLEMENTASI TAZKIYATUN NUFŪS
1. Latihan Nahan Komentar
Sebelum komen di medsos, tanyain:
· "Ini bener nggak?"
· "Ini perlu nggak?"
· "Ini bermanfaat nggak?"
Kalo nggak, diam itu ibadah.
2. Jangan Jadikan Aib Orang sebagai Konten
Nggak semua yang kita tau harus kita sebarkan.
Nggak semua kesalahan orang harus jadi tontonan.
Nutupin aib orang lain itu akhlak.
Tapi tetep harus dibedain antara nutupin aib dan membenarkan kemungkaran, ya.
3. Belajar Agama dari Guru yang Berilmu
Jangan pahamin agama cuma dari potongan video.
Jangan ambil hukum cuma dari judul viral.
Belajarlah sama ustadz dan ulama yang punya ilmu, sanad keilmuan, adab, dan amanah.
4. Perbanyak Istighfar
Baca:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
"Aku memohon ampun kepada Allah."
Minimal 100 kali sehari kalo bisa.
Istighfar itu bersihin hati dari sombong.
5. Salat sebagai Tempat Kembali
Pas marah, jangan langsung ngetik.
Pas tersinggung, jangan langsung balas.
Pas kecewa, jangan langsung nyebarin.
Ambil wudu. Salat. Sujud.
Karena Allah udah bilang:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
"Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat."
---
DOA
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْكِبْرِ وَالْحَسَدِ وَالْغِلِّ وَالْحَقَدِ
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kesombongan, iri hati, kedengkian, dan kebencian."
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْخَاشِعِينَ، وَاجْعَلِ الصَّلَاةَ قُرَّةَ أَعْيُنِنَا، وَاجْعَلِ الصَّبْرَ نُورًا فِي قُلُوبِنَا
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang khusyuk. Jadikanlah salat sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kesabaran sebagai cahaya di dalam hati kami."
اللَّهُمَّ عَلِّمْنَا أَنْ نَعْرِفَ الْحَقَّ حَقًّا وَنَرْزُقَنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَنْ نَعْرِفَ الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَنَرْزُقَنَا اجْتِنَابَهُ
"Ya Allah, ajarilah kami untuk mengetahui kebenaran sebagai kebenaran dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan ajarilah kami untuk mengetahui kebatilan sebagai kebatilan dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya."
اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِلْمَنَا نَافِعًا، وَعَمَلَنَا صَالِحًا، وَقَلْبَنَا خَاشِعًا، وَلِسَانَنَا ذَاكِرًا، وَنَفْسَنَا مُطْمَئِنَّةً بِذِكْرِكَ
"Ya Allah, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, amal kami amal yang saleh, hati kami hati yang khusyuk, lisan kami lisan yang berdzikir, dan jiwa kami jiwa yang tenang dengan mengingat-Mu."
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
---
PENUTUP
Makasih banyak buat para ustadz, guru, kyai, ulama, dan semua pembimbing umat yang udah ngajarin ilmu agama dengan penuh hikmah, sabar, dan kasih sayang.
Makasih juga buat para pembaca yang udah luangin waktu buat baca dan renungin nasihat ini.
Semoga kita nggak cuma jadi orang yang banyak tau hukum agama, tapi juga jadi orang yang:
· Halus hatinya
· Santun lisannya
· Luas kasih sayangnya
· Kuat kesabarannya
Karena ilmu tanpa tazkiyah bisa bikin sombong. Dan ibadah tanpa akhlak bisa bikin hati ngerasa lebih tinggi dari orang lain.
Mari kita balik lagi ke pesan QS. Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
"Mintalah pertolongan dengan sabar dan salat."
Sebab, pada akhirnya, hati yang mau disucikan nggak bakal nemuin ketenangan kecuali dengan balik ke Allah.
والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat, ya!
............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar