Rabu, 09 September 2026

1500irs. IMAN BUKAN SEKADAR STATUS.


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Rabu, 2 Sep. 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari Mushola Baitul Muksinin, nyantri bareng Ust. A. Zubaidi, kupas tipis tipis kitab Irsyadul Ibad (Karya Zainuddin Al-Malibari) :

.........  

  BAB: IMAN

FASAL : MURTAD (KELUAR DARI ISLAM)

Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara dinahu fadh ribu unuqahu (Siapa yang merubah agamanya Dalam riwayat Asysyafi'i dan Albaihaqi : Man ghayyara (murtad, keluar dari islam) maka penggallah lehernya. Semoga Allah melindungi kami dengan karunia dan ke semua yang dimurkai oleh Allah murahanNya, dari ta'ala. Ketahuilah, bahwa diantara macam murtad itu : 

...atau membuang kertas yang mengandung alqur'an dengan sengaja ditempat yang kotor, atau sengaja mengotori masjid dengan najis, atau mengingkari kenabian nabi yang tersebut dalam alqur'an, atau kitab-kitab yang tersebut dalam alqur'an, atau menghalalkan yang jelas haram atau mengharamkan yang jelas halal, seperti minum khamer, riba, zina atau bersetubuh pada wanita yang sedang haidh, atau mengingkari adanya bangkit sesudah mati, atau sorga, neraka, atau menghina, memaki nabi, atau mengaku menjadi nabi, atau mengakui orang yang mengaku menjadi nabi, atau rela dengan kufur, seperti memaksa seorang mus-lim, atau memberi isyarat supaya kafir, atau menolak ajaran islam terhadap orang kafir yang akan masuk islam, atau melebihkan seorang wali daripada Nabi s.a.w. atau memungkinkan adanya nabi sesudah nabi Muhammad s.a.w. atau menyatakan melihat Allah didunia dengan mata kepala, atau menganggap tidak berbeda antara halal dengan haram, ...

.........

IMAN BUKAN SEKADAR STATUS


Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah


---


1. Hikmah


Hadis tentang man ghayyara dīnahū faqtulūhu bukan sekadar ancaman fisik. Dalam perspektif tasawuf, ini adalah peringatan keras tentang betapa berharganya iman. Murtad bukan cuma keluar dari Islam secara formal, tapi juga ghayyara—mengubah—hakikat keimanan dalam hati. Setiap kali kita dengan sengaja merendahkan Al-Qur'an, menormalisasi yang haram, atau meremehkan perintah Allah, kita sedang "mengganti" din kita sedikit demi sedikit. Hikmahnya: jagalah imanmu seperti menjaga nyawamu.


---


2. Nasehat


Ayat Qur'an:


"Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (murtad) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setan telah memperindah (perbuatan mereka) dan memanjangkan angan-angan mereka." (QS. Muhammad: 25)


Hadis Shahih:


"Barang siapa yang mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia." (HR. Bukhari)


Hadis Qudsi:


"Hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah yang paling bertakwa kepada-Ku, dan yang paling Aku benci adalah yang melampaui batas-Ku." (HR. Ibnu Hibban)


---


3. Analisa Makrifat & Implementasi


Hakekat murtad dalam tasawuf adalah inqilāb al-qalb—bolak-baliknya hati dari cahaya iman ke kegelapan nafsu. Saat ini, "mengganti agama" tak selalu terlihat. Bisa jadi ketika kita lebih sibuk scroll TikTok daripada membaca Al-Qur'an, atau ketika kita meremehkan dosa kecil karena "namanya juga manusia."


Implementasi tarekatnya: tahqīq al-īmān—membuktikan keimanan dengan amal. Di era viral, kita sering tergoda flexing ibadah atau justru malu terlihat saleh. Tazkiyatun nufus mengajarkan: bersihkan niat. Jangan sampai kita "mengganti" esensi ibadah menjadi sekadar konten. Jaga lisan dari ghibah, jaga pandangan dari yang haram, jaga hati dari riya'. Karena sesungguhnya, orang yang merendahkan Al-Qur'an atau menghalalkan yang haram—meski tak dihukum manusia—telah "membunuh" hatinya sendiri.


---


4. Muhasabah dan Caranya


Cara: Duduklah 5 menit setiap hari, tanya hatimu:


1. Hari ini, aku lebih dekat ke Allah atau malah jauh?

2. Ada gak kalimat atau perbuatan yang merendahkan agama?

3. Halal-haram masih jadi pertimbangan utama?


Caranya: tulis jawaban di notes HP. Jujurlah. Ini bukan untuk hakim manusia, tapi untuk hatimu sendiri.


---


5. Doa


Allāhumma tsabbit qalbī 'alā dīnika wa jannibnī an ughayyira dīna wa anta lā tarḍā. Allahumma thahhir qulūbanā min an-nifāq wa a'mālanā min ar-riyā'.


"Ya Allah, teguhkan hatiku di atas agamamu, dan jauhkan aku dari mengganti agama dengan cara yang tidak Engkau ridhai. Ya Allah, sucikan hati kami dari kemunafikan, dan amal kami dari riya."


---


6. Ucapan


Terima kasih buat para ulama yang mewariskan ilmu, buat sahabat yang mengingatkan, dan buat semua yang baca sampai sini. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Semoga Allah menjaga iman kita semua.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#TazkiyatunNufus #TadabburQuran #ImanBukanStatus #HatiBerbisik #MenujuAllah

...........


1520tan. SAAT PUJIAN MENJADI GODAAN, IKHLAS JADI JAWABAN

 


SAAT PUJIAN MENJADI GODAAN, IKHLAS JADI JAWABAN

...............

Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat Kepada Allah.

................

Bismillahirahmanirrahim.

Rabu, 9 Sep 2026

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an tempo hari, dari masjid Al Abror  nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi)  :


...........


BAB I : TENTANG IKHLAS

Diriwayatkan oleh Imam Waki’ dari Sufyan Atstsauri, dan dari seseorang (Sahabat), dari Mujahid, katanya: “Seseorang menghadap Nabi  dan berkata: “Ya Rasulullah, bahwasanya aku bersedekah karena Allah, tetapi aku juga senang dipuji orang (bahwa, aku orang baik yang suka beramal), lalu turunlah ayat :

“Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya”. (Al-Kahfi 110).

...............

1. HIKMAH

Pernah nggak sih, kita berbuat baik tapi diam-diam berharap dilihat orang? Atau sedekah tapi pengen dipuji? Kisah sahabat Nabi ini nyata banget sama kita yang hidup di era "viral". Masalahnya bukan di amal baiknya, tapi di niat yang mulai "pecah". Allah turunkan ayat sebagai jawaban lembut: ikhlas itu pangkalnya, pujian itu bonus yang nggak wajib kita kejar.


Intinya: luruskan niat, karena Allah nggak lihat seberapa heboh amal kita, tapi seberapa ikhlas hati kita.


---


2. NASEHAT


Allah berfirman:


"Barangsiapa takut kepada Tuhannya dan mengharap pahala dariNya, maka lakukanlah amal baik dengan penuh ikhlas, jangan mempersekutukan seorangpun dalam beribadat (beramal) kepada Tuhannya". (Al-Kahfi 110)


Rasulullah ﷺ bersabda:


"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)


Hadis Qudsi:


"Aku adalah sekutu yang paling tidak butuh sekutu. Barangsiapa beramal menyekutukan-Ku dengan yang lain, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)


---


3. MAKRIFAT, HAKEKAT, TAREKAT


Di zaman media sosial, ibadah kita sering "tertunda" karena sibuk cari konten. Makrifatnya: sadar bahwa Allah selalu melihat, bahkan sebelum kita posting. Hakekatnya: ikhlas itu bukan sekali jadi, tapi proses terus-terusan. Tarekatnya: latihan niat setiap mau berbuat baik—tahan jempol sebelum posting, tahan hati sebelum berharap pujian.


Relevan banget: sebelum record amal, record dulu niat di hati.


---


4. TASAWUF & MUHASABAH


Muhasabah caranya gampang:


· Sebelum amal: tanya diri, "Ini karena Allah atau karena pengen dilihat njenengan?"

· Saat amal: jaga hati dari riya'

· Sesudah amal: syukuri dan istighfar kalau ada niat yang salah


Tazkiyatun nufus itu kayak bersihin rumah hati setiap hari. Nggak harus sempurna, yang penting rutin.


---


5. DOA


"Allahumma inni a'udzu bika an usyrika bika syai'an wa ana a'lam, wa astaghfiruka limaa laa a'lam."


"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui."


---


6. UCAPAN TERIMAKASIH & MAAF


Terima kasih untuk semua guru, teman diskusi, dan siapapun yang mengingatkan tentang ikhlas. Mohon maaf lahir batin kalau tulisan ini kurang berkenan.


---


Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.


#IkhlasItuProses #TazkiyatunNufus #MenataHati #BukanSempurnaTapiTerusMemperbaiki #NgajiKekinian #HijrahHati

................

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga bermanfa'at selalu.

—M. Djoko ekasanU—