MENJADI ISTIMEWA DI MATA ALLAH, BUKAN DI MATA NETIZEN
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
................
*Bismillahirahmanirrahim*.
Ahad, 30 Ags 2026
*Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.*
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
---
BAB 23. TENTANG MEMELIHARA LISAN.
.............
BAB : IKHLAS.
Ditanyakan kepada seorang Ulama: “Sejauh mana seseorang disebut istimewa? Jawabnya, empat macam sifat yang dimilikinya, yaitu: “1. Ketika telah berani menanggalkan istirahatnya, 2. Memberi sesuatu yang ada padanya, 3. Tidak menghendaki kedudukan atau pengaruh, 4. Tetap pada pendiriannya, baik ketika diejek, ataupun dipuji.
.........
---
1. Hikmah
Sering banget kita ngejar validasi: likes, komentar, pujian. Padahal seorang ulama bilang, istimewa itu simpel—tapi berat. Pertama, berani ninggalin istirahat demi ibadah atau bantu orang. Kedua, mau bagi apa yang kita punya, bukan cuma yang sisa. Ketiga, nggak ngoyo ngejar jabatan atau pengaruh. Keempat, teguh pendirian meski diejek atau dipuji—karena yang dilihat cuma ridho Allah, bukan reaksi manusia.
Intinya: istimewa bukan soal viral, tapi soal hati yang stabil di hadapan Allah.
2. Nasehat
"Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (QS. Al-Anfal: 46)
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari-Muslim)
Hadis Qudsi: "Barangsiapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta." (HR. Bukhari)
3. Makrifat & Tarekah
Makrifatnya: semua pujian dan ejekan itu cuma "notifikasi" yang lewat. Hakekatnya, hati cuma boleh bergantung pada Allah. Tarekahnya di era viral: sebelum posting, tanya dulu—ini buat Allah atau buat pamer? Kalau diejek, jangan balas; kalau dipuji, jangan terbang.
4. Tasawuf & Muhasabah
Muhasabah malam: "Hari ini aku ngelakuin sesuatu karena Allah atau karena orang?" Kalau karena orang, istighfar. Kalau karena Allah, syukuri. Tazkiyatun nufus itu bukan sekali jadi, tapi terus dibersihin kayak ngebersihin rumah—tiap hari ada debu.
5. Doa
Ya Allah, jadikan hati ini cukup dengan-Mu. Lepaskan kami dari haus pujian dan takut hinaan. Bantu kami istirahat hanya di jalan-Mu. Aamiin.
6. Terima Kasih & Maaf
Terima kasih buat semua yang pernah mengingatkan, menegur, dan mendoakan. Maaf kalau ada salah kata atau sikap. Ini murni ikhtiar belajar.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #Muhasabah #MenataHati #MendekatKepadaAllah #RenunganHati #Tasawuf #Islami #SelfReminder
..........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar