Senin, 04 Mei 2026

204aqi. MENGAKU MENGETAHUI ILMU GHAIB DENGAN MEMBACA KELAPAK TANGAN, CANGKIR ATAU LAINNYA.

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AQIDATUT TAUHID : BAB 4 ; PERKATAAN-PERKATAAN DAN PERBUATAN-PERBUATAN YANG DAPAT MENIADAKAN TAUHID ATAU MENGURANGINYA ; PASAL 1, MENGAKU MENGETAHUI ILMU GHAIB DENGAN MEMBACA KELAPAK TANGAN, CANGKIR ATAU LAINNYA"*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

JUM'AT,14 DZULKA'DA 1447 / 01 MEI  2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID GRIYA PERMATA ILMU, JL. GRIYA SEJAHTERA BLOK D59-61 KEBOAN ANOM, GEDANGAN, SIDOARJO 



✅ Silahkan Di Share


https://www.youtube.com/live/r1G9vxXKmqQ?si=QlSHRn3eApCHLyV5

..........

Berikut buletin tauziah yang Anda minta, disusun dalam perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs):


BULETIN TAUZIAH

KITAB AQIDATUT TAUHID – BAB 4

Perkataan dan Perbuatan yang Meniadakan atau Mengurangi Tauhid

Pasal 1: Mengaku Mengetahui Ilmu Ghaib dengan Membaca Telapak Tangan, Cangkir, atau Lainnya


1. Makna (Tafsir Isi Redaksi)

Dalam perspektif tasawuf, tauhid bukan hanya pengakuan lisan, tetapi penyucian hati dari segala ketergantungan selain Allah.
Mengaku mengetahui perkara ghaib melalui telapak tangan, cangkir, kartu, atau metode lain adalah bentuk penyimpangan hati dari tauhid.

Hakikatnya:

  • Ilmu ghaib adalah hak mutlak Allah
  • Ketika seseorang percaya kepada ramalan, maka hatinya telah berpaling dari tawakkal kepada Allah menuju makhluk

Ini termasuk penyakit hati:

  • Syirik khafi (syirik tersembunyi)
  • Ketergantungan batin kepada selain Allah

2. Hukum (Ahkām)

Para ulama menetapkan:

  • Haram mendatangi peramal
  • Haram mempercayainya
  • Jika meyakini kebenarannya secara mutlak → bisa jatuh pada kekufuran
  • Jika sekadar ikut-ikutan tanpa keyakinan → dosa besar

Hadis:

“Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.”


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Manusia lemah dan ingin mengetahui masa depan
  • Setan memanfaatkan rasa ingin tahu itu
  • Tauhid mengajarkan:
    • Cukup Allah sebagai penentu takdir
    • Masa depan bukan untuk ditebak, tetapi disiapkan dengan amal

Pelajaran penting:

  • Ketidakpastian adalah ujian iman
  • Keimanan diuji saat kita tidak tahu

4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib.” (QS. Al-An’am: 59)

Hadis:

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal, maka shalatnya tidak diterima 40 hari.” (HR. Muslim)

Hadis Qudsi (Makna):

Allah mencintai hamba yang bertawakkal dan ridha terhadap takdir-Nya


5. Analisis dan Argumentasi

Mengapa ini berbahaya?

  1. Merusak tauhid rububiyyah

    • Seolah ada selain Allah yang tahu masa depan
  2. Merusak tauhid uluhiyyah

    • Hati berharap kepada selain Allah
  3. Merusak tauhid asma wa sifat

    • Menyamakan makhluk dengan sifat Allah (Al-‘Alim)

Secara tasawuf:

  • Ini adalah penyakit hati yang tidak yakin
  • Akar masalahnya: kurangnya tawakkal dan ridha

6. Amalan (Implementasi)

Agar selamat dari hal ini:

  1. Perkuat tauhid:

    • Dzikir: Hasbiyallahu wa ni’mal wakil
  2. Tinggalkan:

    • Ramalan zodiak
    • Tarot
    • Primbon
    • Membaca garis tangan
  3. Biasakan:

    • Istikharah saat bingung
    • Doa saat ragu
    • Tawakkal setelah usaha
  4. Perbanyak:

    • Dzikir pagi-petang
    • Membaca Al-Qur’an

7. Relevansi (Yang Viral di Zaman Sekarang)

Di zaman sekarang, bentuknya semakin halus:

  • Ramalan zodiak di media sosial
  • Konten “energi aura”
  • Tarot online
  • AI ramalan nasib
  • “Spiritual reading” berkedok motivasi

Masalahnya:

  • Dikemas modern → dianggap biasa
  • Padahal hakikatnya tetap mengganggu tauhid

8. Motivasi

Wahai saudaraku,

Tidak perlu tahu masa depan untuk sukses.
Yang kita butuhkan adalah:

  • Iman
  • Amal
  • Tawakkal

Jika Allah bersama kita:

  • Masa depan pasti baik
  • Walaupun tidak sesuai keinginan

9. Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah aku pernah percaya ramalan?
  • Apakah aku lebih takut masa depan daripada Allah?
  • Apakah hatiku tenang tanpa mengetahui yang ghaib?

Cara memperbaiki:

  1. Taubat nasuha
  2. Putuskan semua kebiasaan ramalan
  3. Perbanyak dzikir tauhid
  4. Dekatkan diri kepada Allah

10. Kemuliaan & Kehinaan

Jika menjaga tauhid:

Di dunia:

  • Hati tenang
  • Hidup terarah
  • Dijaga dari kesesatan

Di alam kubur:

  • Kubur lapang
  • Ditemani amal

Di hari kiamat:

  • Mendapat syafaat
  • Selamat dari azab

Di akhirat:

  • Surga tanpa hisab (bagi yang sempurna tauhidnya)

Jika merusak tauhid:

Di dunia:

  • Hati gelisah
  • Mudah tertipu
  • Hidup penuh ketakutan

Di alam kubur:

  • Sempit dan gelap

Di hari kiamat:

  • Tidak ada penolong

Di akhirat:

  • Terancam siksa sesuai kadar penyimpangan

11. Doa

اللهم يا رب، طهر قلوبنا من الشرك الخفي
اللهم اجعلنا من أهل التوحيد الخالص
اللهم لا تجعل في قلوبنا تعلقًا بغيرك
اللهم ارزقنا التوكل عليك حق التوكل

Artinya:
“Ya Allah, bersihkan hati kami dari syirik yang tersembunyi. Jadikan kami ahli tauhid yang ikhlas. Jangan Engkau jadikan hati kami bergantung kepada selain-Mu. Karuniakan kami tawakkal yang sebenar-benarnya.”


12. Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk menuntut ilmu dan membersihkan hati.
Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk hamba yang bertauhid murni dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.



203aj. ADAB KEPADA SAHABAT

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *ADAB KEPADA SAHABAT*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 15 DZULKA'DA 1447 / 03 MEI 2026


⏰  BA'DA SUBUH - SELESAI 


TEMPAT  :

*MASJID AL FIRDAUS, PEPELEGI INDAH, WARU, SIDOARJO*


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/LJX36JaByng?si=jc6L78dBGKv4mxQs

...........

🕌 BULETIN TAUZIAH

(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)

“ADAB KEPADA SAHABAT”


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa), adab kepada sahabat bukan sekadar sopan santun lahir, tetapi cerminan kebersihan hati. Sahabat adalah cermin diri; bagaimana kita memperlakukan mereka menunjukkan kualitas iman dan akhlak kita.

Adab kepada sahabat mencakup:

  • Menjaga lisan dari menyakiti
  • Menjaga hati dari hasad dan su’udzon
  • Menjaga hubungan dengan kasih sayang dan keikhlasan

Dalam tasawuf, sahabat bukan hanya teman dunia, tetapi penolong menuju akhirat.


2. Hukum (Ahkām)

  • Wajib: Menjaga hak sahabat (tidak menyakiti, tidak menzalimi)
  • Sunnah: Membantu, mendoakan, menasihati dengan lembut
  • Haram: Ghibah, fitnah, khianat, membuka aib sahabat

3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

  • Sahabat yang baik adalah jalan menuju surga
  • Persahabatan yang dibangun karena Allah akan kekal hingga akhirat
  • Rusaknya adab kepada sahabat adalah tanda rusaknya hati

4. Dalil Qur’an – Hadis – Hadis Qudsi

Al-Qur’an:

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf: 67)

Hadis:

“Seseorang itu tergantung agama sahabatnya, maka lihatlah dengan siapa ia bersahabat.”

Hadis Qudsi:

“Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku berada di atas mimbar cahaya…”


5. Analisis dan Argumentasi

Persahabatan adalah lingkungan jiwa. Jika sahabat baik, hati akan terangkat. Jika sahabat buruk, hati akan terjatuh.

Dalam tasawuf:

  • Sahabat = media tazkiyah (penyucian jiwa)
  • Konflik = ujian keikhlasan
  • Kesetiaan = bukti iman

Adab kepada sahabat bukan soal siapa benar, tapi siapa lebih dulu memperbaiki diri.


6. Amalan (Implementasi)

  • Mengucapkan salam dan mendoakan sahabat
  • Menahan diri saat marah
  • Menutupi aib sahabat
  • Memberi tanpa berharap balasan
  • Menasihati secara rahasia, bukan di depan umum

7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Di era sekarang:

  • Persahabatan rusak karena media sosial
  • Banyak yang membuka aib sahabat demi konten
  • Persahabatan jadi transaksional (ada maunya)

Adab tasawuf mengajarkan: ➡️ Jaga kehormatan sahabat meski dalam dunia digital
➡️ Jangan menjadikan sahabat sebagai bahan hiburan atau sindiran


8. Motivasi

Jika ingin hidup tenang:

  • Pilih sahabat yang mendekatkan pada Allah
  • Jadilah sahabat yang membuat orang lain nyaman

Sahabat sejati: ➡️ Mengingatkan saat lalai
➡️ Menutup aib saat salah
➡️ Mendoakan saat jauh


9. Muhasabah & Caranya

Tanya pada diri:

  • Apakah aku menyakiti sahabatku?
  • Apakah aku iri dengan keberhasilannya?
  • Apakah aku tulus dalam persahabatan?

Cara memperbaiki:

  • Minta maaf sebelum terlambat
  • Perbanyak doa untuk sahabat
  • Latih hati untuk ikhlas

10. Kemuliaan & Kehinaan

Kemuliaan:

  • Di dunia: dicintai, dipercaya, dihormati
  • Di kubur: ditemani amal kebaikan
  • Di kiamat: bersama orang yang dicintai
  • Di akhirat: berkumpul dalam surga bersama sahabat shalih

Kehinaan:

  • Di dunia: dijauhi, tidak dipercaya
  • Di kubur: kesepian dan gelap
  • Di kiamat: saling menyalahkan
  • Di akhirat: menjadi musuh satu sama lain

11. Doa

“Ya Allah, jadikanlah kami sahabat yang saling mencintai karena-Mu, saling menasihati dalam kebaikan, dan jauhkan kami dari hati yang iri, dengki, dan khianat. Satukan kami di dunia dalam ketaatan, dan kumpulkan kami di akhirat dalam surga-Mu.”


12. Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada para sahabat yang tetap setia dalam kebaikan, yang mengingatkan saat lalai, dan yang tetap mendoakan dalam diam. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda.


Penutup

Adab kepada sahabat adalah cermin hati.
Jika ingin dekat dengan Allah, maka perbaiki adab kepada sesama.

“Sahabat yang baik bukan hanya menemani hidupmu, tapi menyelamatkan akhiratmu.”