IKHLAS ITU PERJUANGAN, BUKAN PANGGUNG: JAGA NIAT SEBELUM VIRAL
..............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekatkan kepada Allah.
...............
Bismillahirahmanirrahim.
Kamis, 10 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh shubuh'an, dari masjid Al Abror nyantri bareng ust. A. Zubaidi kupas tipis tipis kitab Tanbihul Ghafilin (Abul Laits as-Samarqandi) :
.............
BAB 1 : IKHLAS.
Rasulullah bersabda: Ketika saatnya tiba Hari Kiamat, Allah memutuskan semua urusan makhlukNya, masing-masing tunduk kepadaNya, yang pertama dipanggil ialah pembaca Alquran, lalu ditanyakan kepadanya: Kamu telah mempelajari apa yang diwahyukan kepada utusanKu? Jawabnya: Ya Tuhan, Tanya: lalu apa yang kau amalkan di dalamnya? Aku membacanya di malam atapun siang hari. Kemudian Allah dan para malaikatNya menyanggahnya: “Kamu telah berbohong, karena semua itu kamu lakukan hanya ingin dipuji orang, dan itu sudah terlaksana di dunia. Yang kedua ialah, para hartawan, lalu ditanyakan kepadanya: Harta yang Aku berikan kepadamu, kau buat apa saja? Jawabnya: Kubelanjakan demi menyambung hubungan sanak-famili, dan disedekahkan. Lalu disanggah oleh Allah dan para malaikatNya: Kamu bohong, karena semua itu kau lakukan, agar kamu disebut dermawan, dan itu sudah terlaksana. Yang ketiga ialah, orang mati sabil (syahid), lalu ditanyakan kepadanya: Kenapa kamu terbunuh? Jawabnya, berperang fisabilillah. Lalu disanggah oleh Allah dan para malaikat Nya: Kamu bohong, karena tujuanmu hanya supaya kamu disebut pahlawan yang gagah-berani, dan hal semacam itu sudah terlaksana di dunia.
Kata Abu Hurairah: Lalu Rasulullah , menepuk lututku seraya bersabda: “Hai Abu Hurairah, ketiga macam manusia itulah yang paling awal disiksa di neraka”. Dan ketika Muawwiyah mendengarnya, langsung menangis dan berkata: “Sungguh benar Allah dan RasulullahNya,
..........
1. Hikmah
Hadis di atas ngajarin: amal bisa tampak hebat, tapi kalau niatnya cari pujian, di akhirat bisa jadi abu. Intinya bukan seberapa banyak amal, tapi seberapa jernih niat. Tazkiyatun nufus itu bukan soal jadi sempurna, tapi terus balik ke Allah.
2. Nasehat
QS Al-Bayyinah 98:5: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama…”
Hadis shahih: “Sesungguhnya amal itu tergantung niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari-Muslim)
Hadis Qudsi: “Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa mengerjakan suatu amal untuk selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan perbuatan syiriknya.” (HR Muslim)
3. Makrifat, Hakekat, Tarekah
Makrifat: Allah melihat niat, bukan caption. Hakekat: ruh amal adalah ikhlas; tanpa ikhlas, gerakan hanya rutinitas. Tarekah di era viral: sebelum posting, tanya: “Kalau njenengan tidak dipuji, tetap aku lakukan?” Sedekah diam-diam, ibadah tanpa story, kalau sharing niatkan edukasi bukan pamer. Kurangi flexing, perbanyak istighfar.
4. Muhasabah dan Caranya
Tiap malam tanya diri: amal hari ini untuk siapa? Ada riya? Ada ujub? Caranya: istighfar, taubat, perbaiki niat, jaga lisan, dan jangan merasa paling suci.
5. Doa
Ya Allah, jadikan amal kami ikhlas untuk-Mu. Jauhkan riya, sum‘ah, dan ujub. Kalau jatuh, bangkitkan kami. Bimbing hati kami untuk terus memperbaiki diri. Aamiin.
6. Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih untuk guru, keluarga, sahabat, dan semua pihak yang mengingatkan. Mohon maaf jika ada salah kata, tulisan, atau sikap. Semoga Allah ampuni kita semua.
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#TazkiyatunNufus #MenataHati #MenjernihkanJiwa #MendekatkanDiriKepadaAllah #Ikhlas #Muhasabah #JagaNiat #ViralTanpaRiya
................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
Tidak ada komentar:
Posting Komentar