Bab: Wudhu.
Syeikh Hasan Assajazi pernah bersama dengan Syekh Ajal Sirri, lantas waktu salat telah tiba, lalu Syekh Ajal Sirri memperbarui wudu dan mungkin demikianlah kebiasaannya, namun kali ini dia lupa tidak membasuh sela-sela jari. Akhirnya terdengarlah suara, entah siapakah yang berbicara:
Wahai Ajal, engkau mengaku termasuk umat Muhammad, engkau mengaku cinta padanya, tapi kamu meninggalkan tindak lakunya.’ Akhirnya Syekh Ajal Sirri bersumpah tidak akan meninggalkan lagi sunah yang pernah dijalankan oleh Rasul mulai sekarang hingga ajal merenggutnya.
Syekh Hasan berkata: ‘Aku bisa melihat Syekh Ajal Sirri seolah-olah tertidur.’ Lalu aku bertanya kepadanya, lalu dia menjawab: ‘Aku sejak aku meninggalkan membasuh sela-sela jari dalam keadaan lupa sampai saat ini masih terkenang peristiwa itu, sehingga aku masih bimbang tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kupikir bagaimana wajahku apabila bertemu dengan Muhammad saw?’
.........
Setitik Sunnah, Selaut Cinta kepada Rasulullah ﷺ
Tazkiyatun Nufūs: Ketika Hati Gelisah karena Satu Sunnah yang Terlupa
Kisah Syaikh Hasan As-Sajazi bersama Syaikh Ajal Sirri mengajarkan bahwa para kekasih Allah bukan hanya takut meninggalkan yang wajib, tetapi juga merasa kehilangan ketika lalai dari satu sunnah Rasulullah ﷺ. Yang membuat mereka mulia bukan karena merasa telah banyak beramal, melainkan karena selalu merasa kurang dalam mengagungkan Rasulullah ﷺ.
Membasuh sela-sela jari saat wudu memang termasuk sunnah menurut jumhur ulama. Namun, bagi hati yang dipenuhi mahabbah (cinta) kepada Rasulullah ﷺ, sunnah bukan sekadar hukum, melainkan jejak kekasih yang ingin selalu diikuti.
Allah tidak melihat besar atau kecilnya suatu amalan, tetapi melihat keikhlasan hati yang melakukannya. Orang yang hatinya hidup akan merasa sedih ketika kehilangan kesempatan mengikuti sunnah, sedangkan hati yang lalai justru sering meremehkan perkara-perkara kecil.
Firman Allah yang Berkaitan
"Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu."
QS. Ali 'Imran: 31
"Sungguh, pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagimu."
QS. Al-Ahzab: 21
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah."
QS. Al-Hasyr: 7
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku. Dan barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga."
(Hadis ini diriwayatkan oleh dengan makna yang masyhur; kualitas sebagian redaksinya diperselisihkan, namun makna tentang mengikuti sunnah didukung oleh banyak hadis lain.)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Sempurnakanlah wudu."
(Hadis sahih dalam dan )
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."
(Hadis Qudsi riwayat )
Hadis ini menunjukkan bahwa amalan sunnah adalah jalan menuju cinta Allah.
Hikmah Tazkiyatun Nufūs
- Orang yang cintanya kepada Rasulullah ﷺ benar akan menjaga sunnah-sunnah beliau meskipun tampak kecil.
- Kelalaian sesekali bisa menjadi sebab lahirnya taubat yang lebih besar daripada ibadah yang panjang tanpa kehadiran hati.
- Hati para wali lebih takut kehilangan adab daripada kehilangan dunia.
- Sunnah bukan beban, tetapi bukti cinta.
Relevansi Zaman Sekarang
Di zaman media sosial, banyak orang sibuk memperlihatkan ibadah yang besar, tetapi sering meremehkan adab, akhlak, dan sunnah-sunnah kecil Rasulullah ﷺ.
Ada yang hafal banyak dalil, tetapi mudah mencela saudaranya. Ada yang rajin berdebat, tetapi lalai menyempurnakan wudu, menjaga lisan, tersenyum, memberi salam, atau memuliakan orang tua.
Tasawuf mengajarkan bahwa perjalanan menuju Allah dimulai dari memperbaiki hal-hal kecil dengan istiqamah.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah aku mencintai Rasulullah ﷺ hanya dengan lisan?
- Berapa banyak sunnah beliau yang telah kutinggalkan karena malas?
- Apakah aku merasa sedih ketika lalai menjalankan sunnah?
- Seandainya hari ini aku bertemu Rasulullah ﷺ, sunnah apa yang bisa kupersembahkan sebagai bukti cintaku?
Cara Memperbaiki Diri
- Pelajari sunnah-sunnah harian Rasulullah ﷺ sedikit demi sedikit.
- Mulailah dari sunnah yang mudah dan istiqamahlah.
- Jangan meremehkan amalan kecil.
- Jika lupa atau lalai, segera bertobat dan bertekad memperbaikinya.
- Perbanyak membaca shalawat agar cinta kepada Rasulullah ﷺ semakin hidup.
Doa
Ya Allah, sucikan hati kami dari kelalaian. Tanamkan dalam jiwa kami kecintaan yang tulus kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadikan kami termasuk hamba yang senang mengikuti sunnah beliau, baik yang wajib maupun yang dianjurkan. Karuniakan kepada kami istiqamah hingga akhir hayat, kumpulkan kami bersama Rasulullah ﷺ di surga-Mu, serta wafatkan kami dalam husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Penutup
Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa jalan menuju Allah tidak selalu ditempuh dengan amal yang besar, tetapi juga dengan menjaga sunnah-sunnah kecil karena cinta kepada Rasulullah ﷺ. Hati yang hidup akan selalu rindu meneladani beliau dalam setiap langkah.
Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah kita, menghidupkan hati kita dengan mahabbah kepada Rasulullah ﷺ, dan menjadikan kita termasuk golongan yang memperoleh syafaat beliau pada hari kiamat. Āmīn.
No comments:
Post a Comment