Bab: Fadhilah Sholat Wajib.
Ada seorang shaleh bernama Al-Ghaffar bin Yazid bercerita bahwa dia pernah menggali kuburan, lalu bertemu dengan seorang lelaki yang duduk di atas mimbar, di sisinya ada talam yang berisikan kurma ruthab. Lalu ahli kubur itu bilang: ‘Apakah kiamat telah tiba?” Lalu aku bilang: ‘Belum, aku berkata kepadanya demi Allah swt yang menempatkan kamu ke tempat ini.
Dengan amalan apakah kamu memperoleh keistimewaan sedemikian. Lalu dia menjawab: ‘Aku membaca pada setiap selesai shalat wajib:
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah. Dengan kalimat itu aku niat untuk memperoleh keridhaan Tuhanku. Tiada Tuhan selain Allah dengan kalimat itu aku habiskan usiaku. Tidak ada Tuhan selain Allah. dengan kalimat itu aku lewati seluruh masaku. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan kalimat itu aku bermaksud agar aku gembira di dalam kuburanku. Tidak ada Tuhan selain Allah, dengan kalimat itu aku berjumpa kepada’Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Allah, aku sediakan kalimat itu untuk pegangan segala sesuatu yang terjadi.”
..........
Kalimat Tauhid: Bekal Cahaya di Alam Kubur dan Perjalanan Menuju Allah
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Kisah seorang ahli kubur yang memperoleh kenikmatan di alam barzakh karena senantiasa membasahi lisannya dengan kalimat "Lā ilāha illallāh" setelah setiap shalat wajib mengandung pelajaran yang sangat mendalam bagi para pencari jalan menuju Allah (sālik). Walaupun kisah seperti ini tidak dapat dijadikan landasan hukum syariat, ia dapat menjadi ibrah (pelajaran) apabila tidak bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Makna dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Kalimat "Lā ilāha illallāh" bukan sekadar ucapan, tetapi proses membersihkan hati dari segala bentuk "tuhan-tuhan" selain Allah: hawa nafsu, kesombongan, cinta dunia yang berlebihan, riya', dan ketergantungan kepada makhluk.
Orang yang istiqamah menghidupkan tauhid dalam lisan, hati, dan amal akan merasakan ketenangan sejak di dunia, dimudahkan saat sakaratul maut, dilapangkan kuburnya, hingga berjumpa dengan Allah dalam keadaan membawa hati yang bersih.
Para ulama tasawuf mengatakan, dzikir yang paling agung adalah dzikir yang mengubah akhlak. Jika "Lā ilāha illallāh" hanya terdengar di lisan namun belum menghancurkan kesombongan, dengki, dan cinta dunia, maka perjalanan penyucian jiwa masih harus dilanjutkan.
Al-Qur'an yang Berkaitan
1. QS. Ibrahim: 27
"Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat."
Para ulama menafsirkan bahwa di antara "ucapan yang teguh" adalah kalimat Lā ilāha illallāh.
2. QS. Az-Zukhruf: 86
"Tidak ada yang dapat memberi syafaat kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran dan mereka mengetahui."
3. QS. Muhammad: 19
"Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah."
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa yang akhir ucapannya adalah 'Lā ilāha illallāh', maka ia akan masuk surga."
(HR. Abu Dawud)
Beliau juga bersabda:
"Dzikir yang paling utama adalah 'Lā ilāha illallāh'."
(HR. At-Tirmidzi)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku."
(HR. dan )
Hikmah dan Pelajaran
- Jadikan tauhid sebagai napas kehidupan.
- Biasakan berdzikir setelah shalat, karena amal kecil yang istiqamah lebih dicintai Allah daripada amal besar yang terputus.
- Persiapkan alam kubur sejak sekarang, bukan ketika kematian telah datang.
- Bersihkan hati dari syirik kecil seperti riya', ujub, dan mencari pujian manusia.
- Orang yang hidup bersama Allah akan dimuliakan Allah, baik di dunia, alam kubur, maupun akhirat.
Relevansi Zaman Sekarang
Di zaman ketika manusia mengejar popularitas, kekayaan, dan pengakuan, banyak hati menjadi gelisah walaupun hidup berkecukupan. Tasawuf mengajarkan bahwa obat hati bukanlah banyaknya harta, melainkan banyaknya mengingat Allah.
Kalimat Lā ilāha illallāh mengembalikan hati kepada tujuan hidup yang sebenarnya: hanya Allah tempat bergantung dan berharap.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah lisanku lebih banyak mengingat Allah atau mengingat dunia?
- Apakah setelah shalat aku langsung sibuk dengan urusan dunia tanpa berdzikir?
- Apakah hatiku benar-benar hanya bergantung kepada Allah?
- Jika malam ini adalah malam terakhirku, apakah aku telah memiliki bekal untuk alam kubur?
Cara Bermuhasabah
- Istiqamahkan dzikir setelah setiap shalat wajib.
- Perbanyak membaca Lā ilāha illallāh dengan menghadirkan hati.
- Jaga shalat berjamaah dan perbanyak istighfar.
- Bersihkan hati dengan memaafkan sesama.
- Tidurlah setiap malam dalam keadaan bertaubat.
Doa
Allahumma yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allahumma aj'al kalimata "Lā ilāha illallāh" nūraً fī qalbī, wa nūraً fī qabrī, wa nūraً yawma alqāka. Allahumma ḥusna al-khātimah, wa wassi' lanā fī qubūrinā, waj'alhā rauḍatan min riyāḍil jannah. Āmīn.
Artinya:
"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Jadikan kalimat 'Lā ilāha illallāh' sebagai cahaya di hatiku, cahaya di kuburku, dan cahaya ketika aku berjumpa dengan-Mu. Anugerahkan kepada kami husnul khatimah, lapangkan kubur kami, dan jadikan ia taman dari taman-taman surga. Āmīn."
Penutup
Semoga Allah menjadikan lisan kita selalu basah dengan kalimat Lā ilāha illallāh, membersihkan hati kita dari segala selain-Nya, serta mengaruniakan husnul khatimah dan kenikmatan di alam kubur hingga dipertemukan dengan-Nya dalam keadaan diridhai.
Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah menerima setiap amal saleh kita, menjadikan ilmu ini bermanfaat, serta menghimpunkan kita bersama orang-orang yang shalih di dunia, alam barzakh, dan surga-Nya. Āmīn.
.......
No comments:
Post a Comment