Bab : Fadhilah Sholat Wajib.
Bahkan ada sebagian riwayat yang menyatakan: ‘Bahwa barangsiapa yang suka berbicara di waktu terdengar suara adzan maka dikhawatirkan kehilangan iman (kafir).
Memakai selendang yang diletakkan pada bahunya, mengenakan serban dan bersiwak sebelum melaksanakan shalat.
...........
Saat Adzan Memanggil: Diamnya Lisan, Hidupnya Hati
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Makna dalam Perspektif Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Sebagian kitab adab menyebutkan riwayat yang memberi peringatan keras agar tidak menyibukkan diri dengan percakapan ketika adzan berkumandang. Walaupun riwayat yang menyatakan "siapa yang berbicara saat adzan dikhawatirkan kehilangan iman" tidak termasuk hadis sahih yang dapat dijadikan hujah, kandungannya dipahami oleh para ulama sebagai peringatan agar seorang mukmin tidak meremehkan syiar Allah.
Dalam tasawuf, adzan bukan sekadar panggilan menuju masjid, tetapi panggilan Allah kepada hati hamba-Nya. Ketika muadzin mengucapkan "Allahu Akbar", seorang salik diajarkan menghentikan kesibukan dunia, menenangkan lisan, dan menghadapkan hati hanya kepada Allah.
Begitu pula memakai selendang (rida'), mengenakan serban, memakai wewangian, dan bersiwak sebelum shalat merupakan bentuk memuliakan perjumpaan dengan Allah. Orang yang hendak bertemu manusia penting saja akan berhias, maka lebih layak lagi berhias ketika menghadap Rabb semesta alam.
Firman Allah yang Berkaitan
1. QS. Al-Jumu'ah: 9
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli."
Ayat ini menunjukkan bahwa panggilan adzan harus didahulukan daripada kesibukan dunia.
2. QS. Al-Hajj: 32
"Barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu berasal dari ketakwaan hati."
Adzan termasuk syiar Islam yang agung.
3. QS. Al-A'raf: 31
"Pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid."
Ayat ini menjadi dasar berhias dan berpenampilan baik ketika shalat.
Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkannya." (HR. )
Beliau juga bersabda:
"Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali hendak shalat." (HR. dan )
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. )
Menjawab adzan, bersiwak, dan mempersiapkan diri untuk shalat termasuk amalan yang menyempurnakan kedekatan kepada Allah.
Hikmah Tazkiyatun Nufūs
- Diam saat adzan melatih hati agar tidak dikuasai hiruk-pikuk dunia.
- Menjawab adzan menumbuhkan rasa rindu kepada Allah.
- Bersiwak membersihkan mulut, sedangkan dzikir membersihkan hati.
- Berpakaian rapi ketika shalat menunjukkan penghormatan kepada Allah.
- Orang yang memuliakan panggilan Allah akan dimuliakan oleh Allah.
Relevansi Zaman Sekarang
Di era sekarang, banyak orang tetap sibuk berbicara, bermain gawai, menonton video, atau melanjutkan transaksi ketika adzan berkumandang. Seolah-olah panggilan Allah hanyalah suara latar.
Tasawuf mengajarkan bahwa yang pertama kali memenuhi panggilan adzan bukanlah kaki, tetapi hati. Jika hati telah menjawab, maka kaki akan mudah melangkah menuju masjid.
Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Apakah aku langsung menjawab adzan atau tetap sibuk dengan urusan dunia?
- Apakah lisanku menjawab adzan sementara hatiku masih lalai?
- Sudahkah aku mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum menghadap Allah?
- Apakah shalatku sudah menjadi pertemuan penuh cinta dengan Rabbku?
Cara Melatih Diri
- Hentikan percakapan ketika adzan mulai berkumandang.
- Jawablah lafaz adzan dengan penuh penghayatan.
- Bersiwak atau membersihkan mulut sebelum shalat jika memungkinkan.
- Berwudhu dengan tenang dan sempurna.
- Datang ke masjid lebih awal.
- Duduk berdzikir hingga iqamah.
- Hadirkan niat bahwa setiap shalat adalah perjumpaan dengan Allah.
Doa
Ya Allah, hidupkanlah hati kami ketika mendengar panggilan-Mu. Jadikan kami termasuk orang-orang yang mengagungkan syiar-Mu, mencintai masjid-Mu, menjaga shalat kami, membersihkan lahir dan batin kami, serta wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillāh, segala puji hanya milik Allah yang masih memanggil kita lima kali sehari menuju rahmat dan ampunan-Nya. Terima kasih kepada semua yang telah meluangkan waktu membaca dan mengamalkan nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang segera memenuhi panggilan-Nya dengan hati yang khusyuk, lisan yang berdzikir, dan amal yang ikhlas.
"Saat adzan berkumandang, jangan biarkan hanya telingamu yang mendengar. Biarkan hatimu yang terlebih dahulu menjawab: Labbaik Allāhumma Labbaik."
......
No comments:
Post a Comment