Bab : Sholat Sunah.
Al-Yafi’i pernah bercerita dari Syekh Abu Bakar Adh Dharir Ada seorang pemuda yang tampan, berpuasa terus di waktu siang dan kalau malam senantiasa salat, tidak pernah tidur. Pada suatu hari dating kepadaku dan berkata: “Wahai ustadz, sesungguhnya aku semalam tertidur, hingga aku tidak bisa melaksanakan wiridku, lalu aku bermimpi seolah-olah kamarku untuk shalat terbelah.
Seolah-olah aku melihat perempuan-perempuan yang aku belum pernah melihat wajah yang secantik daripada mereka, ternyata mereka keluar dari kamarku. Tahu tahu ada seorang wanita yang jelek lagi banyak cakap, aku tidak pernah melihat wajah yang sejelek dan wanita satu ini, lalu aku berkata: ‘Milik siapa kamu semua dan milik siapa wanita yang satu ini?’
Mereka menjawab: ‘Aku adalah beberapa malammu yang telah lewat dan ini malam yang kamu gunakan tidur, seandainya kamu mati pada
malam itu, maka wanita jelek ini yang menjadi milikmu.’ Lalu berteriak, hingga sekaligus meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup.
.......
🌙 Ketika Malam Menjadi Saksi Amal
Tazkiyatun Nufūs: Jangan Biarkan Malammu Berlalu Tanpa Cahaya Ibadah
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm
Kisah yang dinukil oleh dari Syekh Abu Bakar Adh-Dharir mengandung pelajaran yang sangat dalam. Walaupun kisah seperti ini tidak dijadikan landasan hukum syariat, para ulama tasawuf menjadikannya sebagai ibrah (pelajaran) untuk melembutkan hati dan membangunkan jiwa yang lalai.
🌿 Makna dalam Perspektif Tazkiyatun Nufūs
Dalam perjalanan menuju Allah, setiap malam adalah kesempatan untuk membersihkan hati. Malam yang dipenuhi zikir, tahajud, istighfar, dan munajat akan menjadi saksi indah di hadapan Allah. Sebaliknya, malam yang dihabiskan dalam kelalaian tanpa uzur dapat menjadi penyesalan.
Wanita-wanita cantik dalam mimpi tersebut melambangkan amal-amal shalih yang menghiasi ruh. Sedangkan wanita yang buruk rupa menggambarkan malam yang kosong dari ibadah dan dipenuhi kelalaian.
Tasawuf mengajarkan bahwa bukan banyaknya amal yang dibanggakan, tetapi kehadiran hati (hudhur al-qalb) ketika beribadah.
📖 Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan
1. QS. Adz-Dzariyat: 17–18
"Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah."
2. QS. Al-Isra': 79
"Dan pada sebagian malam bertahajudlah sebagai ibadah tambahan bagimu..."
3. QS. As-Sajdah: 16
"Lambung mereka jauh dari tempat tidur, mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan penuh harap..."
4. QS. Ali 'Imran: 191
"Orang-orang yang mengingat Allah ketika berdiri, duduk dan berbaring..."
🌹 Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam."
(HR. )
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Sesungguhnya pada malam hari terdapat suatu waktu, tidaklah seorang Muslim memohon kepada Allah pada waktu itu melainkan Allah akan mengabulkannya."
(HR. )
🌺 Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."
(HR. )
✨ Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
- Setiap malam adalah lembaran amal yang akan menemani kita di alam akhirat.
- Jangan meremehkan satu malam yang berlalu tanpa mengingat Allah.
- Tidur karena kebutuhan dan uzur bukanlah dosa, tetapi melalaikan ibadah karena kemalasan adalah kerugian.
- Amal yang istiqamah lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak namun terputus.
- Kematian bisa datang kapan saja; karena itu, tutuplah hari dengan taubat dan zikir.
🌍 Relevansi dengan Kondisi Dunia Saat Ini
Di zaman sekarang, jutaan manusia rela begadang demi media sosial, hiburan, permainan, atau tontonan hingga larut malam. Akibatnya, shalat Subuh terlewat, tahajud ditinggalkan, dan hati menjadi keras.
Tasawuf mengingatkan bahwa malam bukan sekadar waktu beristirahat, tetapi juga saat paling dekat untuk bermunajat kepada Allah. Dunia modern menawarkan banyak hiburan, namun ketenangan sejati hanya diperoleh melalui kedekatan dengan-Nya.
🪞 Muhasabah
Tanyakan kepada diri sendiri:
- Sudahkah malamku dipenuhi zikir atau hanya dipenuhi layar gawai?
- Jika malam ini adalah malam terakhirku, amal apakah yang akan menemaniku?
- Apakah aku lebih bersemangat mengejar dunia daripada bermunajat kepada Allah?
- Sudahkah aku menutup hariku dengan istighfar dan taubat?
Cara Bermuhasabah
- Tidurlah dalam keadaan berwudu.
- Bacalah istighfar minimal 100 kali sebelum tidur.
- Bacalah wirid dan doa sebelum tidur.
- Pasang niat untuk bangun tahajud walaupun hanya dua rakaat.
- Bila terlewat karena tertidur, jangan berputus asa; qadha wirid dan perbanyak istighfar.
- Jaga keikhlasan; jangan beribadah karena ingin dipuji, tetapi semata-mata mencari ridha Allah.
🤲 Doa
Allāhumma yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik. Allāhumma a'innī 'alā dzikrika wa syukrika wa husni 'ibādatik. Allāhumma lā taj'al layālī ghaflatan, waj'alhā layāla dhikrin wa taubatin wa qiyāmin. Wakhatim lanā bil-ḥusnā. Āmīn.
Artinya:
"Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan memperbagus ibadah kepada-Mu. Jangan Engkau jadikan malam-malamku sebagai malam kelalaian, tetapi jadikanlah malam-malamku penuh zikir, taubat, dan qiyamul-lail. Wafatkanlah kami dengan husnul khatimah. Aamiin."
🌹 Penutup
Jangan menunggu menjadi ahli ibadah untuk memulai qiyamul-lail. Mulailah dari yang ringan namun istiqamah. Dua rakaat dengan hati yang khusyuk lebih berharga daripada banyak amal yang dilakukan tanpa kehadiran hati.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca renungan ini. Semoga Allah menjadikan setiap malam kita sebagai taman zikir, setiap sujud sebagai penghapus dosa, dan setiap air mata taubat sebagai sebab turunnya rahmat-Nya. Āmīn yā Rabbal-'ālamīn.
.......
No comments:
Post a Comment