BAB: PEMBUNUHAN
Firman Allah ta'ala :
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan siapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja (tanpa hak), maka balasan hukumannya neraka jahannam, kekal didalamnya, dan Allah murka padanya, dan Allah mengutuk padanya, dan Allah menyediakan untuknya siksa yang berat dan keras. (Annisaa' 93).
..........
Membunuh Satu Jiwa, Membunuh Cahaya Hati
Tazkiyatun Nufūs dari QS. An-Nisā' Ayat 93
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang besar."
(QS. An-Nisā' : 93)
1. Makna, Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
Dalam perspektif tasawuf, ayat ini bukan hanya melarang membunuh jasad manusia, tetapi juga mengajarkan agar jangan sampai hati menjadi keras sehingga tega merampas kehidupan orang lain.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa hati yang dipenuhi iman akan melahirkan kasih sayang, sedangkan hati yang dipenuhi hawa nafsu akan melahirkan kebencian, dendam, hasad, dan akhirnya kezaliman.
Hikmah yang dapat dipetik:
- Kehidupan manusia adalah amanah dari Allah, bukan milik manusia.
- Dosa terbesar setelah syirik adalah membunuh tanpa hak.
- Kemarahan yang tidak dikendalikan dapat menghancurkan dunia dan akhirat.
- Orang yang membersihkan jiwanya akan mudah memaafkan, bukan menyakiti.
- Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) menjaga bukan hanya tangan, tetapi juga lisan dan hatinya agar tidak "membunuh" kehormatan orang lain.
2. Ayat Al-Qur'an yang Berkaitan
- QS. Al-Mā'idah: 32
Barang siapa membunuh satu jiwa tanpa alasan yang benar, maka seakan-akan ia telah membunuh seluruh manusia.
- QS. Al-Isrā': 33
Janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.
- QS. Al-Furqān: 68
Tentang hamba Allah yang tidak membunuh jiwa tanpa hak.
- QS. Asy-Syūrā: 40
Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi siapa yang memaafkan dan berdamai maka pahalanya di sisi Allah.
3. Hadis yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasā'i)
Hadis lain:
"Seorang mukmin akan tetap berada dalam keluasan agamanya selama ia tidak menumpahkan darah yang haram." (HR. Al-Bukhari)
4. Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman dalam hadis qudsi:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi." (HR. Muslim)
Membunuh adalah puncak kezaliman terhadap sesama manusia.
5. Relevansi dengan Keadaan Dunia Saat Ini
Ayat ini sangat relevan dengan berbagai peristiwa yang menjadi perhatian dunia:
- Peperangan yang menewaskan warga sipil.
- Aksi terorisme dan pengeboman.
- Konflik antarsuku dan antaragama.
- Pembunuhan karena dendam pribadi.
- Kekerasan dalam rumah tangga yang berujung kematian.
- Perundungan (bullying) yang menghancurkan jiwa seseorang.
- Ujaran kebencian di media sosial yang memicu kekerasan.
Dalam pandangan tasawuf, sebelum darah tertumpah, biasanya hati telah lebih dahulu dipenuhi penyakit:
- hasad,
- takabbur,
- ghadhab (amarah),
- cinta dunia,
- dan kerasnya hati.
Karena itu, penyembuhan dimulai dari tazkiyatun nufūs (penyucian jiwa).
Hukum (Ahkam)
Para ulama menjelaskan bahwa:
- Membunuh seorang mukmin dengan sengaja termasuk dosa besar (kabā'ir).
- Pelakunya berhak dikenai qishash apabila memenuhi syarat-syarat syariat dan diputuskan oleh pengadilan yang berwenang.
- Bila dimaafkan oleh keluarga korban, dapat diganti dengan diyat sesuai ketentuan syariat.
- Pelaku wajib bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha), meskipun hak manusia tetap harus diselesaikan.
6. Sentuhan Hati (Muhasabah)
Saudaraku...
Jangan hanya takut membunuh tubuh seseorang.
Takutlah apabila setiap hari kita membunuh harapan orang lain dengan ucapan.
Membunuh semangat anak dengan celaan.
Membunuh persaudaraan karena ego.
Membunuh kehormatan saudara dengan ghibah dan fitnah.
Betapa banyak manusia yang masih hidup jasadnya, tetapi hatinya telah "mati" karena terluka oleh lisan sesamanya.
Maka sucikan hati.
Karena hati yang mengenal Allah tidak akan tega menyakiti makhluk-Nya.
7. Amalan (Implementasi)
- Memperbanyak istighfar setiap hari.
- Menahan amarah ketika emosi datang.
- Memperbanyak dzikir "Yā Salām" agar hati dipenuhi kedamaian.
- Mendoakan orang yang menyakiti kita.
- Memperbaiki hubungan dengan sesama.
- Menjaga lisan dari caci maki dan fitnah.
- Bersedekah sebagai bentuk melembutkan hati.
- Membiasakan memaafkan sebelum tidur.
8. Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ وَالْغَضَبِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الرُّحَمَاءِ، وَاحْفَظْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari dengki, kebencian dan amarah. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang penuh kasih sayang. Jagalah darah kaum muslimin, satukan hati kami, dan terimalah taubat kami dengan taubat yang sebenar-benarnya."
9. Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh pembaca.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang lembut hati, menjaga lisan, menahan amarah, memuliakan setiap nyawa, serta menghiasi diri dengan akhlak Rasulullah ﷺ. Semoga Allah membersihkan jiwa kita (tazkiyatun nufūs), mengampuni dosa-dosa kita, dan mengumpulkan kita kelak bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
.......
mm
No comments:
Post a Comment