📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-7) : KEIMANAN AHLI SYIRIK TERHADAP TAUHID RUBUBIYAH*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
JUM'AT, 26 DZULHIJJAH 1447 H / 11 JUNI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/x0vvym4Ajls?si=FmFHo78JudWhyqLZ
..........
KITAB KASYFU ASY-SYUBUHAT.
Keimanan Ahli Syirik terhadap Tauhid Rububiyah
Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)
Bismillahirrahmanirrahim.
Tauhid Rububiyah adalah keyakinan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur, Pemberi rezeki, dan Penguasa seluruh alam semesta. Namun, Al-Qur'an menjelaskan bahwa banyak kaum musyrik pada zaman Rasulullah ï·º juga mengakui Rububiyah Allah, tetapi mereka tetap menyekutukan-Nya dalam ibadah (Tauhid Uluhiyah).
Dari sudut pandang tasawuf, pelajaran ini mengajarkan bahwa penyucian hati bukan hanya mengakui keberadaan Allah, tetapi juga mengosongkan hati dari segala bentuk ketergantungan kepada selain Allah. Penyakit hati seperti riya', ujub, sombong, cinta dunia yang berlebihan, takut kepada makhluk melebihi takut kepada Allah, serta menggantungkan harapan kepada manusia merupakan hijab yang menghalangi kesempurnaan tauhid.
Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) senantiasa berusaha menjadikan Allah sebagai tujuan akhir seluruh amalnya. Hatinya tidak diperbudak oleh pujian manusia, jabatan, kekayaan, ataupun popularitas. Ia hanya berharap ridha Allah semata.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Az-Zumar: 38
"Dan sungguh, jika engkau bertanya kepada mereka: 'Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?' Niscaya mereka menjawab: 'Allah.'"
Ayat ini menunjukkan bahwa kaum musyrik mengakui Rububiyah Allah.
2. QS. Yunus: 31
"Katakanlah: Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi...? Mereka akan menjawab: Allah."
3. QS. Luqman: 25
"Jika engkau bertanya kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi, pasti mereka menjawab: Allah."
Hadis Nabi ï·º
Rasulullah ï·º bersabda:
"Hak Allah atas hamba-hamba-Nya ialah mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sabda beliau pula:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Aku adalah Zat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa melakukan suatu amal dengan mempersekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama sekutunya." (HR. Muslim)
Relevansi di Zaman Sekarang
Di era kecanggihan teknologi, media sosial, kecerdasan buatan (AI), komunikasi digital, transportasi modern, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin mudah merasa mampu mengendalikan kehidupannya sendiri.
Sebagian orang mengakui Allah sebagai Pencipta, tetapi dalam praktik kehidupannya lebih percaya kepada:
- teknologi daripada pertolongan Allah,
- harta daripada rezeki Allah,
- jabatan daripada kemuliaan dari Allah,
- popularitas di media sosial daripada keikhlasan,
- kekuatan manusia daripada doa dan tawakal.
Teknologi adalah nikmat Allah yang wajib disyukuri, bukan untuk disembah secara hati. Hati seorang mukmin tetap bergantung kepada Allah, sedangkan teknologi hanyalah sarana (ikhtiar).
Tasawuf mengajarkan keseimbangan: bekerja dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan ilmu pengetahuan, namun hati tetap bersandar hanya kepada Allah.
Amalan (Implementasi)
- Memperbaharui niat setiap hari agar seluruh amal hanya karena Allah.
- Memperbanyak dzikir "Laa ilaaha illallaah" dengan menghadirkan hati.
- Membaca Al-Qur'an dan mentadabburi ayat-ayat tauhid.
- Memperbanyak istighfar untuk membersihkan hati dari syirik kecil seperti riya' dan ujub.
- Bertawakal kepada Allah setelah berikhtiar.
- Menggunakan teknologi sebagai sarana ibadah, dakwah, silaturahmi, dan mencari ilmu.
- Muhasabah setiap malam: apakah hati lebih bergantung kepada Allah atau kepada makhluk.
Doa
Bismillahirrahmanirrahim.
Ya Allah, sucikanlah hati kami dari segala bentuk syirik, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Jadikanlah Engkau satu-satunya tempat kami bergantung, berharap, dan bertawakal. Anugerahkan kepada kami hati yang ikhlas, jiwa yang tenang, iman yang kokoh, serta istiqamah hingga akhir hayat. Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Wafatkan kami dalam keadaan bertauhid yang murni dan kumpulkan kami bersama Rasulullah ï·º, para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh.
Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul 'Alim, wa tub 'alaina innaka Antat-Tawwabur Rahim. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.
Terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah mengikuti kajian Kitab Kasyfu Asy-Syubuhat pertemuan ke-7. Semoga Allah memberikan keberkahan ilmu, membersihkan hati kita dengan cahaya tauhid, mengokohkan keikhlasan dalam setiap amal, serta menjadikan ilmu yang dipelajari sebagai sebab keselamatan di dunia dan akhirat.
Jazakumullahu khairan katsiran. Barakallahu fiikum. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
........
No comments:
Post a Comment