MERENUNG SEJENAK DI TENGAH HURU-HARA DUNIA
......................
Menata hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
.....................
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Senin, 7 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh oleh maghrib'an dari pesantren Darul Falah, nyantri bareng Ust. Maskuri, kupas tipis tipis kitab Daqoiqul Akhbar (Karya Syekh Abdurrahman bin Ahmad al-Qadhi):
---
BAB 37 MENGGIRING MARUSIA KE NERAKA.
Musuh-musuh Allah itu digiring ke neraka, wajah mereka itam, mata mereka melotot, mulut mereka dikunci, maka tatkala mereka telah sampai ke pintu neraka, mereka disambut oleh malaikat Zabaniyah dengan membawa beberapa belenggu dan antai, rantai itu diletakkan di mulut orang kafir dan dikeluarkan sari duburnya, dan tangan kirinya dibelenggu ke lehernya, edangkan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dadanya, lalu dicabut dari antara kedua bahunya, mereka diikat dengan rantai, “an digandengkan setiap anak Adam dengan setan dalam satu antai, selanjutnya diseret dengan wajahnya, dan mereka dipukuli oleh para malaikat dengan gada (sejenis palu) dari besi.
Sewaktu orang kafir menghendaki untuk keluar dari neraka maka para malaikat mengembalikan mereka ke neraka, dan ‘ikatakan kepada mereka : “Rasakanlah siksa neraka ini, (yang dulu) kamu semua mendustakannya.” (QS. As Sajdah: 20).
.................
1. Hikmah (Intisari, Maksud, Tujuan)
Gambaran siksa di atas bukan buat bikin takut berlebihan, tapi buat nyadarin aku: setiap pilihan punya konsekuensi. Tujuan akhirat itu nyata. Renungan ini mengajak aku—dan njenengan—untuk ngecek ulang arah hidup: jangan sampai sibuk nikmatin dunia, lupa bahwa ada pertanggungjawaban di hadapan Allah.
---
2. Nasehat
Allah berfirman: “Rasakanlah siksa neraka ini, (yang dulu) kamu semua mendustakannya.” (QS. As-Sajdah: 20).
Rasulullah ﷺ bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang mengendalikan jiwanya dan beramal untuk kematiannya.” (HR. Tirmidzi). Ini pengingat buat aku agar gak terjebak euforia sesaat.
---
3. Makrifat & Relevansi Zaman Viral
Hakekatnya, siksa itu cermin dari hati yang gelap karena maksiat. Di era medsos yang serba instan dan pamer pencapaian, kita gampang lupa bahwa “viral” gak nambah timbangan amal. Tarekah yang relevan: sederhana dalam berkata, rendah hati dalam bersosmed, dan selalu tanya diri—ini buat siapa? Kalau cuma buat pujian, hati mulai keruh.
---
4. Tasawuf & Muhasabah
Tasawuf ngajarin aku untuk muhasabah (introspeksi) tiap malam: “Apa dosa yang aku lakukan hari ini? Apa aku sudah menyakiti orang?” Caranya: luangkan 5 menit sebelum tidur, baca istigfar, dan niatkan besok lebih baik. Gak perlu sempurna, yang penting konsisten. Jernihkan jiwa dengan sedekah, senyum, dan doa untuk sesama.
---
5. Doa
Allahumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa ḥusni ‘ibādatika.
Ya Allah, tolong aku untuk mengingat-Mu, bersyukur, dan beribadah dengan baik. Jauhkan hatiku dari lalai, dan matikan aku dalam keadaan husnul khatimah.
---
6. Ucapan Terima Kasih & Maaf
Terima kasih buat siapa pun yang sudah mengingatkan, buat lingkungan yang mendukung, dan buat njenengan yang sudi baca. Aku mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan. Semoga ini jadi pengingat bersama.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#RenunganHati #TazkiyatunNufus #MuhasabahDiri #MenujuAllah #KonsistenBukanSempurna
.................
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—

Tidak ada komentar:
Posting Komentar