Friday, July 3, 2026

kosong djo. Mengharumkan Jasad, Mewangikan Hati, Mendekatkan Diri kepada Allah

 

Sebelum masuk kepada pembahasan parfum dan wewangian, perlu dipahami bahwa dalam perspektif tasawuf, keharuman yang paling mulia bukan hanya aroma yang melekat pada pakaian, tetapi aroma iman, ikhlas, takwa, dan akhlak yang memancar dari hati yang bersih. Parfum hanyalah simbol lahiriah, sedangkan tazkiyatun nufus mengajarkan agar hati pun diberi "wewangian" dengan dzikir, taubat, dan cinta kepada Allah.

PARFUM DAN WEWANGIAN

"Mengharumkan Jasad, Mewangikan Hati, Mendekatkan Diri kepada Allah"

Nasehat Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)

Rasulullah ﷺ menyukai wewangian. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mencintai kebersihan, keindahan, dan kerapian. Namun para ahli tasawuf mengingatkan bahwa parfum yang paling harum adalah hati yang dipenuhi keikhlasan.

Tubuh yang harum tetapi hati dipenuhi riya', hasad, ujub, dan dendam tidak akan mengantarkan seseorang kepada kedekatan dengan Allah. Sebaliknya, hati yang bersih walaupun hidup sederhana akan mengeluarkan "keharuman ruhani" yang dicintai para malaikat.

Sebagaimana bunga tidak pernah menikmati harumnya sendiri, tetapi orang lain yang menikmatinya, demikian pula seorang mukmin. Akhlaknya yang baik menjadi harum bagi keluarga, tetangga, sahabat, dan masyarakat.

Allah tidak melihat rupa maupun pakaian, tetapi melihat hati dan amal.


Dalil Al-Qur'an

1. QS. Al-A'raf: 31

"Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid..."

Menunjukkan anjuran tampil bersih, rapi, dan pantas ketika beribadah.

2. QS. Al-Baqarah: 222

"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri."

3. QS. Asy-Syams: 9–10

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya."


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Dijadikan kecintaanku dari dunia kalian adalah wanita dan wewangian, dan penyejuk mataku ada pada shalat." (HR. An-Nasa'i)

Beliau juga bersabda:

"Barang siapa diberi wewangian, janganlah menolaknya, karena ia ringan dibawa dan harum baunya." (HR. Muslim)

Hadis lain:

"Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan." (HR. Muslim)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..." (HR. Al-Bukhari)

Maknanya, kedekatan kepada Allah merupakan "keharuman" ruh yang paling tinggi.


Relevansi di Zaman Sekarang

Di era media sosial, parfum telah menjadi bagian dari gaya hidup, bahkan menjadi simbol status dan citra diri. Teknologi mampu menciptakan ribuan jenis aroma, pemasaran digital membuat tren parfum cepat viral, dan transportasi memungkinkan parfum dari berbagai negara mudah diperoleh.

Namun tasawuf mengingatkan:

  • Jangan sampai lebih sibuk memilih aroma parfum daripada memperbaiki akhlak.
  • Jangan mengejar pujian manusia melalui penampilan, tetapi lupakan keridhaan Allah.
  • Di dunia kerja, rumah sakit, sekolah, masjid, dan kendaraan umum, wewangian yang lembut menunjukkan penghormatan kepada orang lain.
  • Dalam kehidupan sosial, aroma tubuh yang bersih merupakan bagian dari adab Islam, tetapi hendaknya dijauhkan dari kesombongan.

Amalan (Implementasi)

  1. Berniat memakai parfum karena mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  2. Menjaga kebersihan badan setiap hari.
  3. Membersihkan hati dengan taubat.
  4. Memperbanyak dzikir pagi dan petang.
  5. Membiasakan akhlak yang lembut.
  6. Menghindari riya' dalam berhias.
  7. Menjadikan shalat sebagai sumber keharuman jiwa.
  8. Bersedekah dengan ikhlas.
  9. Menebarkan senyum dan salam.
  10. Berdoa agar Allah menghiasi hati dengan iman.

Nasehat Para Ulama dan Sufi

Hasan al-Bashri

"Harumnya seorang mukmin adalah amal salehnya, bukan kemewahan pakaiannya."

Rabi'ah al-Adawiyah

"Jika cinta kepada Allah memenuhi hati, maka seluruh hidup akan menjadi harum."

Abu Yazid al-Bistami

"Bersihkan hatimu, niscaya Allah akan memperindah seluruh hidupmu."

Junaid al-Baghdadi

"Tasawuf adalah sucinya hati dari segala sesuatu selain Allah."

Al-Hallaj

"Cinta kepada Allah menjadikan ruh lebih harum daripada minyak kasturi."

Imam al-Ghazali

"Hati yang dipenuhi dzikir lebih harum daripada minyak wangi terbaik."

Syekh Abdul Qadir al-Jailani

"Hiasilah batinmu terlebih dahulu sebelum menghiasi lahirmu."

Jalaluddin Rumi

"Bunga akan layu, tetapi cinta kepada Allah tidak pernah kehilangan keharumannya."

Ibnu 'Arabi

"Keindahan lahir hanyalah bayangan dari keindahan batin."

Ahmad al-Tijani

"Perbanyak shalawat, karena ia mengharumkan hati dan menerangi ruh."


Testimoni Para Ulama Kontemporer

Gus Baha "Kebersihan, kerapian, dan akhlak yang baik merupakan bagian dari syukur kepada Allah."

Ustadz Adi Hidayat "Rasulullah ﷺ mencintai wewangian sebagai bagian dari fitrah dan kesempurnaan adab seorang mukmin."

Buya Yahya "Berpenampilan baik adalah ibadah bila diniatkan karena Allah, bukan untuk kesombongan."

Ustadz Abdul Somad "Parfum sunnah itu baik, tetapi jangan sampai hati tetap dipenuhi penyakit."

Buya Arrazy Hasyim "Yang paling penting adalah mengharumkan hati dengan ma'rifat dan dzikir kepada Allah."


Doa

اللهم طهر قلبي من النفاق، وعملي من الرياء، ولساني من الكذب، وعيني من الخيانة، إنك تعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور.

Artinya: "Ya Allah, sucikanlah hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya', lisanku dari dusta, dan mataku dari pengkhianatan. Sesungguhnya Engkau mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati."

Ya Allah, harumkanlah hati kami dengan iman, dzikir, ikhlas, dan cinta kepada-Mu. Jadikanlah akhlak kami lebih harum daripada parfum yang kami kenakan, serta wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.


Daftar Pustaka

  1. Al-Qur'an al-Karim.
  2. Shahih Al-Bukhari.
  3. Shahih Muslim.
  4. Sunan An-Nasa'i.
  5. Sunan An-Nasa'i.
  6. Ihya' 'Ulum al-Din.
  7. Risalah al-Qusyairiyah.
  8. Al-Hikam.
  9. Futuh al-Ghaib.


Ucapan Terima Kasih

Jazakumullahu khairan katsiran atas kesediaan membaca dan mengamalkan nasihat ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharumkan lahir dan batin kita dengan iman, takwa, akhlak mulia, serta menjadikan setiap langkah kita sebagai jalan menuju ridha-Nya. Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman. Āmīn.

........

No comments: