Friday, July 3, 2026

kosong aj. MISI PARA RASUL YANG PERTAMA SAMPAI RASUL TERAKHIR

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB KASYFU ASH-SYUBUHAT (PERTEMUAN KE-6) : MISI PARA RASUL YANG PERTAMA SAMPAI RASUL TERAKHIR*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 19 DZULHIJJAH 1447 H / 04 JUNI 2026


⏰  BA'DA MAGRIB - SELESAI 


TEMPAT  :

* DI MASJID SALMAN, JL. KELASI 33 SURABAYA


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/ieDhGySLHww?si=vSE9LsmovxYpCr-v

..........

Misi Para Rasul: Memurnikan Tauhid, Mensucikan Jiwa, dan Meniti Jalan Menuju Allah

(Perspektif Tasawuf – Tazkiyatul Nufūs)

Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.

Segala rasul yang diutus Allah, dari Nabi Adam 'alaihissalām hingga Nabi Muhammad ﷺ, membawa satu misi yang tidak pernah berubah, yaitu mengajak manusia beribadah hanya kepada Allah semata, menjauhi segala bentuk syirik, serta menyucikan hati dari segala penyakitnya.

Allah Ta'ala berfirman:

"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): 'Sembahlah Allah, dan jauhilah thaghut.'"
(QS. An-Nahl: 36)

Allah juga berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya: Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiyā': 25)

Hakikat Tazkiyatul Nufūs

Tasawuf yang benar bukan sekadar memperbanyak wirid, tetapi membersihkan hati dari syirik, riya', ujub, sombong, dengki, cinta dunia yang berlebihan, dan menggantinya dengan tauhid yang murni, ikhlas, tawakal, sabar, syukur, dan cinta kepada Allah.

Hati yang bersih akan mudah menerima petunjuk para rasul, sedangkan hati yang dipenuhi hawa nafsu akan sulit menerima kebenaran meskipun dalil telah jelas.

Hadis Nabi ﷺ

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah, maka ia masuk surga."
(HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai hamba-Ku, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku tanpa menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sepenuh bumi pula."
(HR. At-Tirmidzi)

Hadis qudsi ini menunjukkan bahwa kemurnian tauhid adalah sebab terbesar datangnya ampunan Allah.

Muhasabah Diri

Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah ibadahku benar-benar hanya untuk Allah?
  • Apakah aku masih mencari pujian manusia dalam amal?
  • Apakah hatiku lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah?
  • Apakah aku masih bergantung kepada makhluk melebihi tawakal kepada Allah?
  • Sudahkah aku mengikuti ajaran Rasulullah ﷺ atau lebih mengikuti hawa nafsu?

Cara Bermuhasabah

  1. Awali setiap hari dengan memperbarui niat karena Allah.
  2. Perbanyak membaca Al-Qur'an dengan memahami maknanya.
  3. Perbanyak istighfar dan taubat setiap selesai shalat.
  4. Pelajari tauhid agar terhindar dari syirik yang nyata maupun tersembunyi.
  5. Bergaullah dengan orang-orang saleh yang mengingatkan kepada Allah.
  6. Tidurlah setiap malam setelah mengevaluasi amal hari itu, lalu bertaubat atas segala kekurangan.

Doa

Allāhumma innī as'aluka qalban salīman, wa lisānan ṣādiqan, wa 'amalan mutaqabbalan. Allāhumma ṭahhir qalbī mina sy-syirki wan-nifāqi war-riyā', waj'alnī min 'ibādika al-mukhlaṣīn. Allāhumma tsabbit qalbī 'alā dīnik wa tawaffanī 'alā at-tauḥīd. Āmīn.

Artinya:

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih, lisan yang jujur, dan amal yang Engkau terima. Ya Allah, sucikanlah hatiku dari syirik, kemunafikan, dan riya'. Jadikanlah aku termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas. Teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan wafatkanlah aku dalam keadaan bertauhid. Āmīn."

Penutup

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba yang mengikuti jejak seluruh rasul, memurnikan tauhid, membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, dan istiqamah hingga akhir hayat. Misi para rasul bukan hanya untuk diketahui, tetapi untuk diamalkan dalam setiap langkah kehidupan.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Terima kasih atas kesediaan meluangkan waktu untuk mempelajari ilmu agama. Semoga Allah menambahkan ilmu yang bermanfaat, hati yang bersih, amal yang ikhlas, serta mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.

.........


No comments: