Bab : Mandi.
Aban bin Abdillah Al-Bajali bercerita, ada seorang tetangga kita meninggal dunia, lalu kita mengikuti acara pemandian dan mengantarkan jenazahnya sampai pada kuburan, tahu-tahu di kuburan ada binatang yang hampir mirip dengan kucing.
Kami singkirkannya dan kami bentak agar berpindah, tapi dia tetap berada di situ tidak menyingkir dan tidak berpindah dari tempatnya. Lalu Penggali kubur tak ambil pusing lagi, akhirnya dipukul dahi binatang tersebut. Sungguhpun demikian tidak mau berpindah dari tempat tersebut.
Akhirnya orang-orang kampung mencoba menggali kuburan baru, namun ketika selesai dan membikin liang lahad, tahu-tahu binatang tadi sudah nongol di situ. Akhirnya mereka berupaya untuk menyingkirkannya, tapi usahanya tetap tidak berguna lagi. Akhirnya mereka berkata: ‘Sesungguhnya kejadian seperti itu sama sekali tidak pernah menjumpainya. Oleh karena itu, pendamlah temanmu ini, lalu mereka memakamkan di situ.’
Ketika bata merah dipasang dengan baik, tahu-tahu kami terdengar suara tulang yang dimakan binatang. Lalu pamanku dan beberapa orang yang mengikutinya pergi ke rumah istrinya seraya menanyakan: Apakah yang dilakukan oleh suamimu dan mereka juga memberitahukan apa yang terlihat di pemakamannya. Lalu dijawabnya: Bahwa suaminya tidak mandi jinabat.
.........
Mensucikan Diri, Mensucikan Hati: Hikmah Mandi Janabah dalam Cahaya Tazkiyatun Nufus
Bismillahirrahmanirrahim.
Kisah di atas mengandung pelajaran yang sangat mendalam. Terlepas dari pembahasan tentang status dan keabsahan riwayat tersebut, seorang mukmin hendaknya mengambil ibrah (pelajaran) yang sesuai dengan syariat. Islam telah mewajibkan mandi janabah bagi orang yang berhadas besar. Mengabaikannya tanpa uzur adalah bentuk kelalaian terhadap perintah Allah.
Dalam perspektif tasawuf (Tazkiyatun Nufus), mandi janabah bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol penyucian jiwa dari kelalaian, kemaksiatan, dan kotoran hati. Air membersihkan badan, sedangkan taubat, dzikir, dan keikhlasan membersihkan hati.
Allah ﷻ berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222).
Allah juga berfirman:
"Dan jika kamu junub, maka mandilah."
(QS. Al-Ma'idah: 6).
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Kebersihan adalah sebagian dari iman."
(HR. Muslim).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Allah itu Mahasuci dan menyukai kesucian."
(HR. At-Tirmidzi).
Dalam hadis qudsi Allah ﷻ berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat salah siang dan malam, dan Aku mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian."
(HR. Muslim).
Hikmah Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)
Orang yang menjaga kesucian lahir biasanya akan lebih mudah menjaga kesucian batin. Sebaliknya, kelalaian terhadap syariat sering kali menjadi tanda adanya kelalaian hati.
Jangan sampai kita sibuk menjaga penampilan, tetapi lalai menjaga kesucian yang diwajibkan Allah. Jangan sampai tubuh harum, tetapi hati dipenuhi dosa dan penundaan taubat.
Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) senantiasa menjaga:
- Kesucian badan dengan wudhu dan mandi wajib.
- Kesucian lisan dari dusta dan ghibah.
- Kesucian hati dari riya', hasad, ujub, dan takabur.
- Kesucian amal dengan keikhlasan.
Relevansi di Zaman Modern
Di era teknologi, komunikasi digital, transportasi yang serba cepat, dan kemajuan kedokteran, manusia semakin mudah memperoleh kenyamanan hidup. Namun, kesibukan sering membuat seseorang menunda mandi wajib, menunda shalat, bahkan menunda taubat.
Padahal secanggih apa pun teknologi, tidak ada yang dapat menunda datangnya kematian. Tidak ada aplikasi yang dapat menghapus dosa tanpa taubat. Tidak ada kecerdasan buatan yang dapat menggantikan amal saleh.
Karena itu, jadikan kemajuan dunia sebagai sarana meningkatkan ketaatan, bukan alasan untuk melalaikan kewajiban.
Muhasabah
Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:
- Sudahkah aku menjaga mandi wajib setiap kali diwajibkan?
- Apakah aku menunda ibadah karena malas?
- Apakah hatiku lebih sibuk mengejar dunia daripada mempersiapkan akhirat?
- Sudahkah aku bertaubat dengan sungguh-sungguh hari ini?
Cara Bermuhasabah
- Evaluasi diri setiap malam sebelum tidur.
- Segera mandi wajib ketika telah diwajibkan, tanpa menunda.
- Perbanyak istighfar minimal 100 kali setiap hari.
- Biasakan menjaga wudhu selama memungkinkan.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan mengingat kematian.
- Mohon kepada Allah agar diberi hati yang bersih dan istiqamah dalam ketaatan.
Doa
Allahumma inni as'aluka qalban saliman, wa nafsan muthma'innah, wa 'amalan mutaqabbalan. Allahumma thahhir qalbi minan nifaq, wa 'amali minar riya', wa lisani minal kadzib, wa a'yuni minal khiyanah. Allahumma aj'alni minat-tawwabin waj'alni minal mutathahhirin. Amin ya Rabbal 'alamin.
(Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan amal yang Engkau terima. Bersihkanlah hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya, lisanku dari dusta, dan pandanganku dari pengkhianatan. Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian. Aamiin.)
Penutup
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa menjaga kesucian lahir dan batin, menghidupkan hati dengan dzikir, menghiasi jiwa dengan taubat, dan menutup kehidupan kita dengan husnul khatimah.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah ﷻ memberikan ilmu yang bermanfaat, hati yang lembut, amal yang ikhlas, kesehatan, keberkahan umur, serta mengumpulkan kita semua di surga-Nya bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
........Bab: Mandi
Halo sobat, aku mau cerita dikit nih. Ada riwayat dari Aban bin Abdillah Al-Bajali, katanya dulu ada tetangga kita yang meninggal. Kami ikut ngurusin pemandiannya, terus nganter sampai ke kuburan. Eh pas di kuburan, tiba-tiba ada hewan yang mirip-mirip kucing gitu.
Kami usir, kami bentak biar pergi, tapi si hewan keras kepala banget, diem aja tuh. Si penggali kubur akhirnya kesel, dipukul kepalanya, tapi tetap aja nggak mau minggir.
Warga akhirnya mutusin gali kubur baru. Udah jadi, pas bikin liang lahad, hewan itu udah nongol lagi di situ. Udah berusaha disingkirlah, tapi percuma. Akhirnya mereka bilang, "Ini kejadian aneh banget, belum pernah liat kayak gini. Udah, pendam aja teman kita di sini."
Pas bata merah udah dipasang rapi, tiba-tiba kami denger suara tulang digerogotin hewan. Pamanku sama beberapa orang langsung dateng ke rumah istrinya, nanya: "Suamimu tuh ngapain aja?" Mereka ceritain kejadian aneh tadi. Dan jawabannya? Ternyata suaminya nggak pernah mandi jinabat.
---
Mensucikan Diri, Mensucikan Hati: Hikmah Mandi Junub dalam Cahaya Tazkiyatun Nufus
Bismillahirrahmanirrahim.
Nah, dari kisah di atas, meskipun kita nggak bahas status riwayatnya sah atau nggak, yang penting kita ambil pelajaran yang bener sesuai syariat. Islam itu udah mewajibkan mandi junub buat orang yang berhadats besar. Kalo kita tinggalin tanpa alasan, itu namanya lalai sama perintah Allah.
Dalam pandangan tasawuf (Tazkiyatun Nufus), mandi junub bukan cuma bersihin fisik, tapi juga simbol penyucian jiwa dari kelalaian, maksiat, dan kotoran hati. Air buat badan, taubat, dzikir, dan ikhlas buat hati.
Allah ﷻ berfirman:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri."
(QS. Al-Baqarah: 222)
Dan juga:
"Dan jika kamu junub, maka mandilah."
(QS. Al-Ma'idah: 6)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Kebersihan adalah sebagian dari iman."
(HR. Muslim)
Dan juga:
"Allah itu Mahasuci dan menyukai kesucian."
(HR. At-Tirmidzi)
Dalam hadis qudsi, Allah ﷻ berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian selalu berbuat salah siang dan malam, dan Aku mengampuni semua dosa. Maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian."
(HR. Muslim)
Hikmah Tasawuf (Tazkiyatun Nufus)
Orang yang jaga kesucian lahir, biasanya lebih gampang jaga kesucian batin. Sebaliknya, kalo kita malas-malas sama syariat, itu sering jadi tanda hati lagi lalai.
Jangan sampe kita sibuk banget soal penampilan luar, tapi lupa sama kewajiban suci dari Allah. Jangan sampe badan wangi, tapi hati penuh dosa dan suka nunda taubat.
Orang yang lagi menapaki jalan menuju Allah (salik) itu selalu jaga:
· Badan suci lewat wudhu dan mandi wajib.
· Lisan suci dari dusta dan ghibah.
· Hati suci dari riya', dengki, ujub, sombong.
· Amal suci dengan ikhlas.
Relevansi di Zaman Now
Di era serba canggih—digital, transportasi cepat, medis makin maju—hidup kita emang makin enak. Tapi kesibukan sering bikin kita nunda mandi wajib, nunda shalat, bahkan nunda taubat.
Padahal secanggih apapun teknologi, nggak ada yang bisa nunda kematian. Nggak ada aplikasi yang bisa hapus dosa tanpa taubat. Nggak ada AI yang bisa gantiin amal saleh kita.
Jadi, yuk jadikan kemajuan dunia sebagai alat buat makin taat, bukan alasan buat makin lalai.
Muhasabah Yuk
Coba renungkan, njenengan:
· Udah jaga mandi wajib setiap kali diwajibkan belum?
· Suka nunda ibadah karena males?
· Hati lebih sibuk ngejar dunia atau siapin akhirat?
· Udah bertaubat sungguh-sungguh hari ini?
Cara Muhasabah Praktis
· Evaluasi diri tiap malam sebelum tidur.
· Kalo udah wajib mandi, langsung kerjain, jangan ditunda.
· Perbanyak istighfar, minimal 100 kali sehari.
· Biasain jaga wudhu kalo memungkinkan.
· Perbanyak baca Al-Qur'an, dzikir, dan ingetin mati.
· Minta sama Allah biar dikasih hati bersih dan istiqomah.
Doa
Allahumma inni as'aluka qalban saliman, wa nafsan muthma'innah, wa 'amalan mutaqabbalan. Allahumma thahhir qalbi minan nifaq, wa 'amali minar riya', wa lisani minal kadzib, wa a'yuni minal khiyanah. Allahumma aj'alni minat-tawwabin waj'alni minal mutathahhirin. Amin ya Rabbal 'alamin.
Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku hati yang bersih, jiwa yang tenang, dan amal yang Engkau terima. Bersihkanlah hatiku dari kemunafikan, amalanku dari riya, lisanku dari dusta, dan pandanganku dari pengkhianatan. Jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang senantiasa menjaga kesucian. Aamiin."
Penutup
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang selalu jaga kesucian lahir batin, hidupin hati dengan dzikir, hiasi jiwa dengan taubat, dan tutup hidup kita dengan husnul khatimah.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Makasih banget udah meluangkan waktu buat baca dan merenungin nasihat ini. Semoga Allah ﷻ kasih kita ilmu bermanfaat, hati lembut, amal ikhlas, kesehatan, umur berkah, dan ngumpulin kita semua di surga-Nya bareng para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
🙏😊
........

No comments:
Post a Comment