Friday, May 15, 2026

144was. Pencari Harta Haram adalah Kawan Setan

 Pencari Harta Haram adalah Kawan Setan

Hai, Ali, tidaklah seseorang pergi mencari harta haram dengan berjalan kaki, melainkan ia ditemani setan, tidaklah seseorang pergi mencari harta haram dengan naik kendaraan, melainkan ia dibuntuti oleh setan, dan tidaklah seseorang mengumpulkan harta haram, melainkan setanlah yang memakannya. Siapa saja yang lupa menyebut asma Allah ketika berhubungan badan dengan istri, maka ia diikuti setan dalam ikhtiarnya mendapatkan anak.

Demikian itulah yang dimaksud firman Allah swt.:

…..Dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak serta beri janjilah mereka.

........

Buletin Tauziah Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs

“Pencari Harta Haram adalah Kawan Setan”

“Hai Ali, tidaklah seseorang pergi mencari harta haram dengan berjalan kaki, melainkan ia ditemani setan….”


Mukadimah

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita , keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.

Di zaman modern, manusia berlomba mencari kekayaan, jabatan, popularitas, dan kenikmatan dunia. Namun tidak sedikit yang menghalalkan segala cara: korupsi, penipuan, riba, judi online, manipulasi digital, suap, hingga konten maksiat demi uang. Dalam perspektif tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs, harta haram bukan sekadar dosa lahiriah, tetapi racun bagi hati dan jalan masuk setan ke dalam kehidupan manusia.


Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Ucapan di atas menjelaskan bahwa:

  • Orang yang sengaja mencari harta haram sesungguhnya sedang berjalan bersama setan.
  • Setan mendampingi setiap langkah maksiat, menghias keburukan agar tampak indah.
  • Harta haram bukan membawa keberkahan, tetapi menjadi “makanan setan”, yakni sarana memperkuat pengaruh keburukan dalam hidup manusia.
  • Anak yang lahir dari kelalaian kepada Allah juga dikhawatirkan tersentuh pengaruh setan sejak awal kehidupannya.

Firman Allah Ta‘ala:

“Dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak serta berilah janji kepada mereka.”
(QS. Al-Isra’: 64)

Ayat ini menjelaskan tipu daya setan:

  • ikut campur dalam harta yang haram,
  • masuk melalui makanan yang tidak halal,
  • merusak rumah tangga,
  • menghancurkan pendidikan anak,
  • dan menanamkan cinta dunia berlebihan.

Dalam tasawuf, hati yang dipenuhi harta haram akan sulit menerima cahaya dzikir, ilmu, dan ma‘rifat kepada Allah.


Hukum (Ahkam)

1. Mencari Harta Haram Hukumnya Haram

Segala bentuk penghasilan yang:

  • merampas hak orang,
  • menipu,
  • riba,
  • suap,
  • korupsi,
  • judi,
  • prostitusi,
  • manipulasi digital,
  • atau perdagangan maksiat,

hukumnya haram.

Allah berfirman:

“Janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara batil.”
(QS. Al-Baqarah: 188)


2. Memberi Nafkah Haram kepada Keluarga adalah Dosa Besar

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih pantas baginya.”

Harta haram dapat:

  • menghalangi doa,
  • mengeraskan hati,
  • merusak keturunan,
  • menghilangkan keberkahan hidup.

3. Sunnah Membaca Basmalah ketika Berhubungan Suami-Istri

Rasulullah ﷺ mengajarkan doa sebelum jima‘ agar anak dijaga dari gangguan setan.


Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Setan Tidak Selalu Mengajak kepada Kekufuran

Kadang setan hanya membisikkan:

  • “Yang penting kaya.”
  • “Semua orang juga begitu.”
  • “Sedikit curang tidak apa-apa.”
  • “Yang penting keluarga bahagia.”

Padahal keberkahan hilang sedikit demi sedikit.


2. Harta Haram Membuat Hati Gelap

Dalam tasawuf:

  • makanan halal menerangi hati,
  • makanan haram menghitamkan ruh.

Orang yang terbiasa dengan harta haram biasanya:

  • sulit khusyuk,
  • malas ibadah,
  • mudah marah,
  • gelisah,
  • keras hati,
  • dan sulit menerima nasihat.

3. Anak Bisa Terdampak oleh Keadaan Orang Tuanya

Harta haram yang masuk ke rumah dapat memengaruhi pendidikan ruhani anak:

  • mudah durhaka,
  • cinta maksiat,
  • rusak akhlak,
  • jauh dari Al-Qur’an.

Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi

Dalil Al-Qur’an

Surah Al-Baqarah: 168

“Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi…”

Surah Al-Mu’minun: 51

“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik dan beramal salehlah.”


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”

Hadis lain:

“Ada seseorang yang berdoa sambil menengadahkan tangan ke langit, tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, maka bagaimana doanya dikabulkan?”


Hadis Qudsi

Allah Ta‘ala berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian.”


Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Dalam ilmu Tazkiyatun Nufūs:

  • harta haram adalah racun ruhani,
  • dunia yang haram menutup jalan menuju Allah,
  • cinta dunia berlebihan melahirkan kehinaan.

Imam-imam tasawuf menjelaskan:

  • awal kerusakan hati berasal dari makanan dan penghasilan haram,
  • banyak manusia rajin ibadah tetapi sulit merasakan manisnya iman karena perutnya dipenuhi yang haram.

Harta haram juga membuat:

  • ilmu tidak bercahaya,
  • amal tidak berkah,
  • rumah tangga mudah bertengkar,
  • anak kehilangan adab.

Amalan (Implementasi)

Agar Dijaga dari Harta Haram

1. Periksa sumber penghasilan

Tanyakan:

  • halal atau tidak?
  • ada unsur menipu?
  • merugikan orang lain?
  • mengandung riba atau maksiat?

2. Biasakan membaca Basmalah

Sebelum:

  • makan,
  • bekerja,
  • bepergian,
  • berhubungan suami-istri.

3. Perbanyak Istighfar

Bacalah:

Astaghfirullahal ‘azhim wa atubu ilaih

minimal 100 kali sehari.


4. Sedekah dari Harta Halal

Sedekah yang halal menjadi cahaya di akhirat.


5. Didik Anak dengan Rezeki Halal

Karena pendidikan terbaik dimulai dari makanan halal.


Relevansi di Zaman Sekarang

1. Teknologi Digital

Sekarang banyak harta haram dicari melalui:

  • judi online,
  • penipuan digital,
  • phishing,
  • scam investasi,
  • konten pornografi,
  • manipulasi followers dan iklan palsu.

Setan menghias semuanya dengan kata: “cepat kaya.”


2. Transportasi dan Mobilitas

Manusia kini mudah bepergian untuk maksiat:

  • transaksi haram,
  • pesta maksiat,
  • korupsi,
  • perdagangan ilegal.

Kendaraan modern bisa menjadi jalan taat atau jalan dosa.


3. Komunikasi dan Media Sosial

Media sosial sering dipakai:

  • memamerkan harta haram,
  • flexing,
  • menipu,
  • fitnah,
  • menjual aurat demi uang.

4. Kedokteran dan Kehidupan Sosial

Bahkan profesi mulia dapat rusak jika:

  • menerima suap,
  • manipulasi obat,
  • mempermainkan biaya pasien,
  • korupsi bantuan sosial.

Motivasi

Jangan iri kepada orang kaya dari jalan haram.

Karena:

  • mungkin rumahnya mewah,
  • tetapi hatinya sempit,
  • tidurnya gelisah,
  • keluarganya penuh masalah,
  • kuburnya gelap,
  • akhiratnya berat.

Sedangkan rezeki halal walau sedikit:

  • menenangkan hati,
  • membawa keberkahan,
  • menjaga keluarga,
  • mendekatkan kepada Allah.

Muhasabah dan Caranya

Pertanyaan Muhasabah

  • Dari mana sumber hartaku?
  • Apakah ada hak orang lain di dalamnya?
  • Apakah keluargaku makan dari yang haram?
  • Apakah aku menipu demi keuntungan?
  • Apakah pekerjaanku mendukung maksiat?

Cara Muhasabah

1. Menulis pemasukan dan sumbernya

2. Menghentikan transaksi syubhat

3. Mengembalikan hak orang lain

4. Memperbanyak taubat

5. Berkumpul dengan orang saleh


Kemuliaan dan Kehinaan

Kemuliaan Rezeki Halal

Di Dunia

  • hati tenang,
  • keluarga harmonis,
  • doa mudah dikabulkan,
  • hidup berkah.

Di Alam Kubur

  • kubur lebih lapang,
  • mendapat rahmat Allah.

Di Hari Kiamat

  • wajah bercahaya,
  • hisab lebih ringan.

Di Akhirat

  • masuk surga dengan kemuliaan.

Kehinaan Harta Haram

Di Dunia

  • hati gelisah,
  • keluarga rusak,
  • jauh dari keberkahan.

Di Alam Kubur

  • penyesalan panjang,
  • azab sesuai dosanya.

Di Hari Kiamat

  • membawa beban dosa,
  • dihisab berat.

Di Akhirat

  • ancaman neraka bagi yang tidak bertaubat.

Doa

Allahumma ikfina bihalalika ‘an haramika, wa aghnina bifadhlika ‘amman siwaka.

“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan rezeki-Mu yang halal sehingga kami terhindar dari yang haram, dan kayakanlah kami dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”

Allahumma thahhir qulubana wa amwalana wa dzurriyatina min kulli haram.

“Ya Allah, sucikan hati kami, harta kami, dan keturunan kami dari segala yang haram.”


Penutup dan Ucapan Terima Kasih

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah dunia, mengaruniakan rezeki yang halal dan berkah, serta menjadikan keluarga kita keluarga yang dicintai Allah.

Terima kasih kepada para pembaca yang masih menjaga hati, menjaga keluarga, dan berjuang mencari rezeki halal di tengah zaman penuh fitnah ini. Semoga setiap langkah mencari nafkah halal dicatat sebagai ibadah dan jihad di jalan Allah.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

...........

No comments: