JANGAN SAMPAI KITA NYAMAN DALAM KELALAIAN
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah
...............
Menata Hati, Menjernihkan Jiwa, Mendekat kepada Allah.
...............
Bismillahirahmanirrahim.
Ahad, 20 Sep. 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terimalah oleh-oleh maghriban dari Masjid Nurul Huda, nyantri bareng ustadz KH. Habibul Mahbub, bedah tipis-tipis kitab Washiyat al-Musthofa li al-Imam Ali Karramallahu wajhah (karya Abdul Wahab Asy-Sya’rani):
.............
Rezeki Haram dan Murka Allah
Hai, Ali, jika Allah swt. murka kepada seseorang, maka Dia memberinya rezeki berupa kekayaan yang haram. Apabila kemurkaan-Nya kepada orang tersebut bertambah, maka Allah akan menugaskan setan membantunya mengurusi harta kekayaan dan menemaninya mencari kekayaan, menyibukkannya dengan urusan dunia hingga lupa terhadap urusan agama dan memudahkan orang tersebut dalam hal urusan dunia lalu berkata: tenanglah, Allah adalah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
.........
1. Rahasia Hikmah
Sahabatku, kadang kita mikir kalau rezeki yang mengalir deras itu tanda Allah sayang. Padahal belum tentu, lho. Bisa jadi itu istidraj, yaitu Allah membiarkan seseorang tenggelam dalam kenikmatan, tapi perlahan dijauhkan dari-Nya. Harta yang haram, hati yang sibuk dunia, sampai lupa akhirat, itu semua bisa jadi tanda kemurkaan yang dibungkus manis. Tujuannya? Supaya kita sadar, kembali, dan taubat sebelum terlambat.
2. Nasehat
Ayat Qur'an:
"Barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit." (QS. Thaha: 124)
Hadis Shahih:
"Sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, tetapi Allah tidak memberi iman kecuali kepada orang yang Dia cintai." (HR. Ahmad)
Hadis Qudsi:
"Barangsiapa yang dijauhkan dari-Ku, maka Aku bukakan pintu dunia untuknya, hingga ia mengira Aku meridhainya, padahal Aku sedang murka." (Makna riwayat)
3. Makrifat, Hakekat, Tarekah
Makrifatnya: semua yang kita punya itu titipan, bukan tanda cinta atau murka.
Hakekatnya: hati yang lupa Allah itu lebih miskin dari orang yang tak punya harta.
Tarekahnya: hari ini, kita hidup di zaman viral. Semua diukur dari views, followers, dan pamer. Padahal setan sedang asyik menemanai kita ngurusin harta, sampai kita lupa sholat, lupa baca Qur'an, lupa mati.
4. Tasawuf, Muhasabah, dan Caranya
Muhasabah malam ini: "Hari ini, aku sibuk apa? Dunia atau Allah?"
Caranya: kurangi konsumsi yang bikin lalai, perbanyak istighfar, sedekah diam-diam, dan jaga sholat tepat waktu.
5. Doa
Ya Allah, jangan biarkan kami nyaman dalam kelalaian. Jangan jadikan dunia sebagai tujuan kami, tapi jadikan ia jalan menuju-Mu. Ampunilah kami, dan bimbing kami untuk terus memperbaiki diri.
6. Ucapan Terima Kasih dan Maaf
Terima kasih buat semua yang sudah membaca. Maaf kalau ada salah kata atau kurang berkenan. Semoga Allah ampuni kita semua.
---
Tulisan ini bukan untuk menggurui siapa-siapa. Terutama untuk mengingatkan diri saya sendiri.
#RenunganHati #TazkiyatunNufus #Muhasabah #JanganLalai #KembaliKeAllah #HidupSederhana #TasawufKekinian #SelfReminder #IslamRahmatanLilAlamin
.......
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
........
........
BULETIN TAUZIAH
(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
“REZEKI HARAM DAN MURKA ALLAH”
“Hai Ali, jika Allah murka kepada seseorang, maka Dia memberinya rezeki berupa kekayaan yang haram. Apabila kemurkaan-Nya bertambah, maka Allah menugaskan setan untuk membantunya mengurus harta tersebut, menyibukkannya dengan dunia hingga lupa agama, lalu setan berkata: ‘Tenanglah, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”
Mukadimah
Di zaman sekarang, banyak manusia mengukur kemuliaan dengan kekayaan, jabatan, kendaraan, rumah mewah, dan popularitas. Padahal dalam pandangan tasawuf, tidak semua kekayaan adalah tanda cinta Allah. Ada harta yang tampak mengangkat derajat di mata manusia, namun justru menjadi sebab kehinaan di sisi Allah.
Para ulama salaf takut terhadap harta haram lebih daripada takut kepada kemiskinan. Sebab kemiskinan hanya menguji dunia, sedangkan harta haram dapat merusak agama, hati, ibadah, bahkan akhir kehidupan seseorang.
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
Ucapan di atas mengandung peringatan keras bahwa:
- Tidak semua kelapangan rezeki adalah rahmat.
- Bisa jadi kekayaan yang haram merupakan bentuk istidraj — yaitu kenikmatan yang diberikan Allah kepada seseorang sementara ia terus tenggelam dalam dosa.
- Setan tidak selalu mengajak manusia kepada kemiskinan. Kadang setan justru membantu seseorang menjadi kaya, agar semakin jauh dari Allah.
Dalam perspektif tasawuf, penyakit terbesar bukan miskin harta, tetapi:
- mati rasa terhadap dosa,
- nyaman dalam kemaksiatan,
- dan merasa aman dari murka Allah.
Ketika seseorang berkata:
“Yang penting kaya.” “Semua orang juga begitu.” “Nanti tinggal taubat.” “Allah Maha Pengampun.”
Padahal ia terus memakan yang haram, maka itu termasuk tipu daya setan yang paling halus.
Hukum (Ahkam)
1. Haram mencari rezeki dari jalan yang batil
Seperti:
- riba,
- penipuan,
- korupsi,
- manipulasi,
- suap,
- judi,
- mencuri,
- menzalimi hak orang,
- bisnis maksiat,
- konten fitnah dan pornografi,
- transaksi yang menipu manusia.
Allah berfirman:
“Janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil.”
(QS. Al-Baqarah: 188)
2. Harta haram menghalangi diterimanya ibadah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
(HR. Muslim)
Makanan haram:
- mengeraskan hati,
- menggelapkan jiwa,
- menghalangi doa,
- mengurangi keberkahan hidup.
3. Wajib mencari rezeki halal
Mencari nafkah halal termasuk ibadah yang agung.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mencari yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban.”
(HR. Thabrani)
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Tidak semua yang mudah itu diridhai Allah
Kadang jalan haram terasa cepat:
- cepat kaya,
- cepat terkenal,
- cepat viral,
- cepat mendapat jabatan.
Namun keberhasilan yang tidak diberkahi hanya melahirkan:
- kegelisahan,
- permusuhan,
- kehancuran keluarga,
- hati yang kosong.
2. Setan sering datang melalui kenikmatan
Banyak orang takut saat susah, tetapi lalai saat senang.
Padahal:
- kemiskinan bisa mendekatkan kepada Allah,
- sedangkan kekayaan haram bisa menenggelamkan dalam kelalaian.
3. Dunia bisa menjadi hijab
Dalam tasawuf, dunia bukan sekadar harta, tetapi:
“Segala sesuatu yang melalaikanmu dari Allah.”
Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi
Al-Qur’an
Allah berfirman:
“Wahai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang ada di bumi.”
(QS. Al-Baqarah: 168)
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan dan diberi kesenangan, maka dia berkata: ‘Tuhanku telah memuliakanku.’ Adapun bila diuji lalu disempitkan rezekinya, dia berkata: ‘Tuhanku menghinakanku.’ Sekali-kali tidak.”
(QS. Al-Fajr: 15–17)
Ayat ini menunjukkan:
- kaya belum tentu mulia,
- miskin belum tentu hina.
Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih pantas baginya.”
(HR. Tirmidzi)
“Akan datang suatu zaman, seseorang tidak peduli dari mana hartanya diperoleh, dari halal atau haram.”
(HR. Bukhari)
Hadis ini sangat relevan dengan zaman sekarang.
Hadis Qudsi
Allah Ta’ala berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan ia haram di antara kalian, maka jangan saling menzalimi.”
(HR. Muslim)
Analisis dan Argumentasi
Dalam perspektif Tazkiyatun Nufūs, harta haram merusak:
- akal,
- hati,
- ruh,
- dan hubungan dengan Allah.
Mengapa banyak orang tetap tenang walau bergelimang dosa?
Karena dosa yang terus-menerus dapat:
- mematikan rasa takut,
- menghilangkan penyesalan,
- menjadikan maksiat terasa biasa.
Inilah bahaya terbesar.
Banyak manusia hari ini:
- tertawa dalam dosa,
- bangga dalam kemaksiatan,
- merasa sukses dalam kezaliman.
Padahal belum tentu itu keberuntungan. Bisa jadi itu penangguhan sebelum azab.
Amalan (Implementasi)
1. Memeriksa sumber penghasilan
Tanyakan:
- Apakah ada unsur zalim?
- Apakah ada penipuan?
- Apakah merugikan orang lain?
2. Membiasakan hidup qana’ah
Merasa cukup dengan yang halal meskipun sedikit.
3. Memperbanyak istighfar
Karena dosa sering menjadi sebab sempitnya keberkahan.
4. Bersedekah dari harta halal
Sedekah dari yang halal lebih dicintai Allah walau sedikit.
5. Menjaga makanan keluarga
Karena makanan haram dapat mempengaruhi:
- akhlak,
- hati,
- dan masa depan anak-anak.
Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
1. Teknologi dan Media Sosial
Banyak orang mencari uang dengan:
- fitnah,
- hoaks,
- pornografi,
- judi online,
- penipuan digital,
- manipulasi konten.
Semua itu mungkin menghasilkan uang besar, tetapi belum tentu menghasilkan keberkahan.
2. Komunikasi Modern
Fitnah dan ghibah kini bisa menyebar hanya dengan satu klik.
Dosa digital:
- lebih cepat,
- lebih luas,
- lebih sulit dihentikan.
3. Transportasi dan Gaya Hidup
Kemewahan dipamerkan demi pujian manusia.
Padahal hati:
- kosong,
- gelisah,
- sulit khusyuk,
- sulit menangis kepada Allah.
4. Kedokteran dan Kesehatan
Banyak penyakit hari ini bukan hanya penyakit tubuh, tetapi penyakit hati:
- stres,
- depresi,
- kecemasan,
- kehampaan hidup.
Harta haram sering menghilangkan ketenangan batin.
5. Kehidupan Sosial
Ukuran sukses kini:
- viral,
- kaya,
- terkenal.
Bukan:
- jujur,
- amanah,
- zuhud,
- bertakwa.
Motivasi
Jangan iri kepada orang yang kaya dari jalan haram.
Karena:
- yang haram mungkin terlihat nikmat,
- tetapi ujungnya pahit.
Lebih baik:
- sedikit tapi halal,
- sederhana tapi tenang,
- kecil di mata manusia tapi mulia di sisi Allah.
Orang yang menjaga kehalalan:
- doanya mudah dikabulkan,
- hidupnya lebih berkah,
- hatinya lebih tenang.
Muhasabah & Caranya
Tanyakan kepada diri:
- Dari mana hartaku berasal?
- Apakah ada hak orang lain di dalamnya?
- Apakah aku menzalimi orang demi keuntungan?
- Apakah keluargaku makan dari yang halal?
- Mengapa ibadahku terasa berat?
Cara Muhasabah
1. Luangkan waktu menyendiri
Renungi dosa-dosa yang tersembunyi.
2. Hitung kembali sumber penghasilan
Berani meninggalkan yang syubhat.
3. Menangis dalam taubat
Karena hati yang lembut lebih mudah menerima hidayah.
4. Dekat dengan orang saleh
Lingkungan mempengaruhi hati.
Kemuliaan dan Kehinaan
Di Dunia
Kemuliaan orang yang halal:
- hati tenang,
- hidup berkah,
- keluarga tenteram,
- wajah bercahaya.
Kehinaan orang yang haram:
- gelisah,
- rakus,
- sulit puas,
- sering bertengkar,
- kehilangan keberkahan.
Di Alam Kubur
Harta tidak menemani kecuali:
- amal saleh,
- sedekah,
- doa anak saleh.
Harta haram menjadi penyesalan yang panjang.
Di Hari Kiamat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya tentang hartanya: dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan.”
(HR. Tirmidzi)
Di Akhirat
Orang yang menjaga halal:
- mendapat rahmat,
- ampunan,
- dan surga.
Orang yang tenggelam dalam haram:
- terancam hisab berat,
- kehinaan,
- dan azab.
Doa
Ya Allah…
Karuniakanlah kepada kami rezeki yang halal, baik, luas, dan penuh keberkahan.
Jauhkan kami dari harta yang haram, syubhat, dan segala jalan yang Engkau murkai.
Bersihkan hati kami dari cinta dunia yang melalaikan.
Jangan jadikan kekayaan sebagai sebab jauhnya kami dari-Mu.
Jadikan kami hamba yang qana’ah, jujur, amanah, dan istiqamah.
Ampunilah dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin.
Wafatkan kami dalam husnul khatimah.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Penutup & Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang masih menjaga hati di tengah fitnah dunia akhir zaman. Semoga Allah menjaga kita dari rezeki yang haram, dari kelalaian yang mematikan hati, dan dari tipu daya setan yang menghias dosa menjadi terasa indah.
Semoga buletin singkat ini menjadi:
- pengingat bagi penulis,
- nasihat bagi pembaca,
- dan amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
“Ya Allah, cukupkan kami dengan yang halal sehingga kami tidak membutuhkan yang haram.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar