ANJURAN MENJALANKAN SALAT JUMAT DAN ANCAMAN MENINGGALKANNYA
Ali bin Abu Thalib r.a. berkata:
“Bila hari Jumat telah tiba, maka setan-setan sama keluar untuk menahan manusia di pasarnya, dan malaikat sama duduk di muka pintu-pintu mesjid untuk menulis manusia, sesuai dengan derajat mereka yang lebih dahulu datang. Dan orang yang melakukan salat dan apa yang di sampingnya hingga imam keluar (untuk pergi ke mimbar). "
Lantas Ali berkata: ‘Demikian aku mendengar Nabi saw. bersabda'” – (H.R. Ahmad, lihat Al-Mundziri 132/1).
..........
Menyambut Panggilan Allah Sebelum Panggilan Dunia
Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Hati dengan Memuliakan Hari Jumat
Maksud
Hari Jumat bukan sekadar hari berkumpul untuk melaksanakan shalat Jumat, tetapi hari yang menguji kecintaan seorang hamba kepada Allah. Riwayat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. menggambarkan bahwa pada hari Jumat setan berusaha menyibukkan manusia dengan urusan dunia, sementara malaikat mencatat orang-orang yang bersegera menuju masjid. Ini menunjukkan bahwa perjuangan terbesar bukan hanya melawan kesibukan, tetapi melawan hawa nafsu yang lebih mencintai dunia daripada panggilan Allah.
Tujuan
- Menumbuhkan kecintaan kepada syiar hari Jumat.
- Membersihkan hati dari dominasi cinta dunia.
- Membiasakan datang lebih awal ke masjid.
- Menghidupkan kesadaran bahwa setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai amal yang agung.
- Menjadikan hari Jumat sebagai momentum penyucian jiwa (Tazkiyatun Nufūs).
Dalil Al-Qur'an
Firman Allah Ta'ala
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Jumu'ah: 9)
Allah memerintahkan agar urusan dunia ditinggalkan ketika adzan Jumat berkumandang. Perintah ini mendidik hati agar Allah selalu didahulukan daripada keuntungan dunia.
Hadis-Hadis Shahih yang Berkaitan
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa mandi pada hari Jumat, kemudian datang pada awal waktu, maka seakan-akan ia berkurban seekor unta..."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Apabila imam telah naik mimbar, para malaikat menutup catatan mereka lalu mendengarkan khutbah."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi yang Berkaitan
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, beribadahlah kepada-Ku dengan sepenuh hati, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku tutupi kefakiranmu."
(HR. Tirmidzi, dinilai hasan)
Maknanya, siapa yang mendahulukan Allah, Allah akan mencukupkan urusan dunianya.
Analisa (Perspektif Tazkiyatun Nufūs)
Riwayat ini memperlihatkan adanya dua "seruan":
- Seruan setan, yang mengajak manusia menunda ibadah karena urusan pekerjaan, perdagangan, media sosial, hiburan, atau keuntungan sesaat.
- Seruan malaikat, yang mengajak manusia bersegera menuju rumah Allah dan mencatat setiap amalnya.
Di zaman sekarang, "pasar" tidak hanya berupa pasar tradisional. Pasar itu hadir di dalam genggaman melalui media sosial, belanja daring, hiburan digital, permainan, dan berbagai kesibukan yang membuat hati lalai.
Tasawuf mengajarkan bahwa penyakit hati terbesar bukan banyaknya pekerjaan, melainkan ketika pekerjaan menguasai hati sehingga melupakan Allah.
Argumentasi yang Relevan dengan Dunia Saat Ini
Banyak orang rela datang berjam-jam lebih awal demi konser, pertandingan olahraga, diskon besar, atau antrean produk baru. Namun sebagian datang terlambat ke masjid ketika khutbah hampir selesai.
Ini menunjukkan bahwa ukuran cinta seseorang tampak dari apa yang ia dahulukan.
Jika dunia selalu menjadi prioritas, hati akan semakin keras. Sebaliknya, ketika Allah didahulukan, hati akan dipenuhi ketenangan dan keberkahan.
Hukum (Ahkam)
- Shalat Jumat wajib bagi setiap laki-laki muslim yang memenuhi syarat.
- Haram meninggalkan shalat Jumat tanpa uzur syar'i.
- Disunnahkan mandi Jumat, memakai pakaian terbaik, memakai wewangian, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak shalawat, dan datang lebih awal ke masjid.
- Wajib diam ketika khutbah berlangsung dan mendengarkannya dengan khusyuk.
Sentuhan Hati (Muhasabah)
Saudaraku...
Setiap hari kita mengejar rezeki, tetapi pernahkah kita bertanya:
"Hari ini, siapa yang lebih dahulu aku penuhi panggilannya: Allah atau dunia?"
Malaikat telah menuliskan langkah-langkah kita menuju masjid.
Setan pun telah mencatat keberhasilannya ketika kita memilih menunda ibadah.
Jangan sampai Allah memanggil, tetapi hati kita justru sibuk memenuhi panggilan dunia.
Hari Jumat datang hanya sekali dalam sepekan. Bisa jadi inilah Jumat terakhir dalam hidup kita.
Datanglah lebih awal, duduklah dengan tenang, perbanyak dzikir, istighfar, membaca Al-Qur'an, dan siapkan hati menerima nasihat Allah.
Amalan (Implementasi)
- Mandi dan berhias sebelum berangkat Jumat.
- Memakai pakaian terbaik dan wewangian.
- Datang ke masjid lebih awal.
- Membaca Surah Al-Kahfi.
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
- Memperbanyak istighfar dan dzikir.
- Mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian.
- Memperbanyak doa pada waktu mustajab di hari Jumat.
- Menjaga hati agar tidak disibukkan urusan dunia ketika adzan Jumat telah berkumandang.
- Mengajak keluarga, sahabat, dan tetangga memuliakan hari Jumat.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا مُتَعَلِّقَةً بِبُيُوتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْجُمُعَةِ الَّذِينَ تُسَجِّلُهُمُ الْمَلَائِكَةُ فِي أَوَّلِ الصُّفُوفِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنْ حُبِّ الدُّنْيَا، وَارْزُقْنَا حُسْنَ الْخَاتِمَةِ.
"Ya Allah, jadikanlah hati kami selalu terpaut kepada rumah-rumah-Mu. Jadikan kami termasuk hamba-hamba yang bersegera menuju shalat Jumat sehingga dicatat oleh para malaikat sebagai orang-orang yang paling dahulu datang. Bersihkan hati kami dari kecintaan yang berlebihan kepada dunia, hiasilah dengan cinta kepada-Mu, dan anugerahkan kepada kami husnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada para ustadz dan guru-guru kami yang senantiasa membimbing umat dengan ilmu yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah sesuai pemahaman para salafus shalih. Semoga Allah melimpahkan keberkahan, kesehatan, keikhlasan, dan pahala yang terus mengalir atas setiap ilmu yang diajarkan.
Terima kasih pula kepada seluruh pembaca. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menyambut panggilan-Nya dengan hati yang bersih, langkah yang ringan menuju masjid, dan amal yang diterima di sisi-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
...............
No comments:
Post a Comment