📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB AL KABAIR : DOSA BESAR KE-50, MENYAKITI DAN MENCACI-MAKI KAUM MUSLIMIN*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
JUM'AT, 26 MUHARRAM 1448 H / 10 JULI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID BAITUT TAUBAH, JL. KALIDAMI VII / 10 SURABAYA
Youtube :
https://www.youtube.com/live/oiT9xZdrH_s?si=a-lEv9jMzjrWUXCX
.......
Dosa Besar ke-50: Menyakiti dan Mencaci-Maki Kaum Muslimin
"Membersihkan Lisan, Menyucikan Hati, Meraih Ridha Ilahi"
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Dalam perjalanan menuju Allah, lisan bukan sekadar alat berbicara, tetapi cermin kebersihan hati. Orang yang lisannya gemar menyakiti, mencaci, menghina, merendahkan, menggunjing, atau memfitnah saudaranya sesungguhnya sedang memperlihatkan penyakit yang masih bersemayam dalam jiwanya.
Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa hati yang dipenuhi cinta kepada Allah akan melahirkan lisan yang lembut, santun, penuh kasih sayang, dan mendoakan kebaikan bagi sesama. Sebaliknya, hati yang dipenuhi kesombongan, iri, dengki, dan amarah akan mudah melukai orang lain melalui ucapan.
Luka karena pedang mungkin dapat sembuh, tetapi luka karena ucapan sering kali membekas seumur hidup. Karena itu, membersihkan lisan adalah bagian dari tazkiyatun nufūs (penyucian jiwa).
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Al-Hujurāt: 11
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain... dan janganlah kamu saling mencela, serta janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."
2. QS. Qāf: 18
"Tidak ada suatu kata pun yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat."
3. QS. Al-Isrā': 53
"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik..."
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Beliau juga bersabda:
"Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi."
(HR. Muslim).
Menyakiti kehormatan, hati, dan martabat seorang Muslim termasuk bentuk kezaliman yang sangat berat.
Muhasabah
Tanyakanlah kepada diri sendiri:
- Sudahkah lisanku lebih banyak menenangkan daripada menyakiti?
- Apakah aku pernah menghina seseorang karena kekurangan, suku, pekerjaan, atau statusnya?
- Apakah jemariku di media sosial pernah menjadi sebab terluka hati orang lain?
- Jika semua ucapanku diperdengarkan kembali pada Hari Kiamat, apakah aku akan merasa malu di hadapan Allah?
Cara Memperbaiki Diri
- Biasakan berpikir sebelum berbicara.
- Perbanyak zikir agar hati menjadi lembut.
- Latih diri untuk diam ketika marah.
- Segera meminta maaf jika telah menyakiti seseorang.
- Doakan orang yang pernah membuat kita kecewa.
- Jadikan setiap ucapan bernilai ibadah, bukan dosa.
Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ، وَطَهِّرْ لِسَانِي مِنَ الْكَذِبِ وَالْغِيبَةِ وَالسَّبِّ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَقُولُونَ الْحَقَّ وَيَنْطِقُونَ بِالْخَيْرِ، وَاغْفِرْ لِي وَلِلْمُسْلِمِينَ أَجْمَعِينَ. آمِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hatiku dari dengki dan kebencian. Sucikanlah lisanku dari dusta, ghibah, dan mencaci. Jadikanlah aku termasuk hamba-Mu yang selalu berkata benar dan menyampaikan kebaikan. Ampunilah aku dan seluruh kaum Muslimin. Aamiin."
Penutup
Jagalah lisan sebelum menjaga citra. Sebab manusia hanya mendengar ucapan kita, tetapi Allah mengetahui isi hati kita. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang lembut lisannya, bersih hatinya, mulia akhlaknya, dan dikumpulkan bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya.
Jazakumullāhu khairan katsīrā.
Semoga Allah membalas segala kebaikan, melimpahkan keberkahan umur, ilmu, amal, rezeki yang halal lagi berkah, serta mengumpulkan kita semua dalam rahmat dan ridha-Nya. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.
......
No comments:
Post a Comment