Kitab Durratun Nashihin (Karya Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari)
Bab :
1. KEUTAMAAN BULAN RAMADAN.
Diriwayatkan, bahwa suhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim as. diturunkan pada malam pertama bulan Ramadan dan Kitab Taurat diturunkan pada malam keenam bulan Ramadan, setelah lewat tujuh ratus tahun dari suhuf Ibrahim as. Kitab Zabur diturunkan pada malam kedua belas bulan Ramadan, lima ratus tahun sesudah Taurat. Kitab Injil, pada malam kedelapan belas bulan Ramadan, seribu dua ratus tahun sesudah Zabur. Dan Kitab Alfurgan (Alquran) pada malam kedua puluh tujuh bulan Ramadan, enam ratus dua puluh tahun sesudah Injil. Sekian. (Dari Kitab Al Hayat).
........
📖 Perspektif Tasawuf tentang Turunnya Kitab-Kitab Allah di Bulan Ramadan
(Merujuk keterangan dalam Kitab Durratun Nashihin karya *)*
🌙 Ramadan: Bulan Turunnya Cahaya
Dalam riwayat yang disebutkan pada Bab Keutamaan Bulan Ramadan, diterangkan bahwa:
- Suhuf Nabi Ibrahim ‘alaihis salam turun pada malam pertama Ramadan
- Taurat turun malam ke-6
- Zabur malam ke-12
- Injil malam ke-18
- Al-Furqan (Al-Qur’an) malam ke-27 Ramadan
Secara tasawuf, ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi isyarat bahwa Ramadan adalah bulan turunnya cahaya Ilahi ke bumi dan ke dalam hati manusia.
Allah berfirman:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Dan dalam QS. Ad-Dukhan: 3:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi.”
Para ahli tasawuf memandang:
Jika kitab-kitab Allah turun pada bulan ini, maka Ramadan adalah musim turunnya rahasia, nur, dan pembukaan hati.
🔎 Analisis Tasawuf: Mengapa Semua Kitab Turun di Ramadan?
1️⃣ Ramadan = Bulan Tazkiyatun Nafs
Puasa melemahkan hawa nafsu. Ketika nafsu dilemahkan, hati menjadi jernih.
Hati yang jernih adalah tempat turunnya ilmu laduni.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tasawuf memandang:
Ampunan adalah pembersihan cermin hati.
Hati yang bersih memantulkan cahaya wahyu.
2️⃣ Turunnya Kitab = Turunnya Petunjuk
Kitab bukan sekadar teks.
Kitab adalah cahaya penuntun perjalanan ruh menuju Allah.
Dalam tasawuf:
- Suhuf Ibrahim → Tauhid murni (fondasi hati)
- Taurat → Syariat (aturan lahir)
- Zabur → Dzikir dan kelembutan hati
- Injil → Kasih sayang
- Al-Qur’an → Kesempurnaan cahaya lahir dan batin
Maka Ramadan adalah bulan integrasi syariat dan hakikat.
3️⃣ Lailatul Qadar: Puncak Tajalli
Al-Qur’an turun pada malam 27 Ramadan menurut sebagian riwayat.
Allah berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Dalam perspektif tasawuf:
Lailatul Qadar bukan hanya malam turunnya kitab,
tetapi malam turunnya ketenangan, penetapan takdir, dan pembukaan hati.
Imam-imam tasawuf mengatakan:
“Barangsiapa hatinya hidup di malam itu, maka ia mendapatkan qadar (ketentuan baik) dalam perjalanan ruhnya.”
🌿 Hikmah
- Ramadan adalah musim wahyu dan musim perbaikan hati
- Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi membuka pintu cahaya
- Wahyu turun kepada Nabi, tapi nur-nya turun kepada orang beriman
- Siapa yang membersihkan hati, ia akan merasakan manisnya Al-Qur’an
🔥 Motivasi
Wahai jiwa…
Jika Allah menurunkan kitab-kitab besar di bulan ini,
mengapa engkau tidak menurunkan air mata taubatmu?
Jika Ramadan adalah bulan cahaya,
jangan jadikan ia bulan kelalaian.
Jadikan setiap malam Ramadan seperti malam turunnya kitab di hatimu.
🌅 Harapan
Semoga Ramadan bukan hanya datang dan pergi,
tetapi meninggalkan bekas:
- Hati lebih lembut
- Lisan lebih dzikir
- Amal lebih ikhlas
- Dunia tidak lagi menguasai jiwa
Semoga kita termasuk orang yang menerima bagian dari cahaya wahyu.
🤲 Doa
Ya Allah…
Sebagaimana Engkau turunkan kitab-kitab-Mu di bulan Ramadan,
turunkanlah pula cahaya hidayah ke dalam hati kami.
Bersihkan hati kami dari riya’,
lunakkan jiwa kami dari kerasnya dunia,
jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk dada kami.
Ya Allah, pertemukan kami dengan Lailatul Qadar,
dan jadikan kami hamba yang Engkau pilih untuk menerima cahaya-Mu.
Aamiin.
🌹 Ucapan Terima Kasih
Terima kasih atas kesempatan merenungi kembali keagungan Ramadan dalam perspektif tasawuf.
Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi penulis dan pembaca bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah lahir, tetapi bulan kebangkitan ruhani.
Wallahu a’lam bish-shawab.
.......Siap! Berikut adalah versi bahasa gaul kekinian yang tetap santun, nggak mengurangi esensi, dan tentu aja ayat serta haditsnya tetap dalam bahasa aslinya (ngga diterjemahin ke bahasa gaul biar nggak aneh). Check this out!
---
✨ RAMADAN VIBES: BULAN TURUNNYA KITAB-KITAB HEBAT ✨
(Cuplikan dari Kitab Durratun Nashihin yang Wajib Kamu Tahu)
Guys, kalian pada tau nggak sih? Ternyata bulan Ramadan tuh bulan yang super istimewa bahkan sebelum Al-Qur'an turun. Dalam kitab Durratun Nashihin, diceritain kalau kitab-kitab suci yang diturunkan ke para nabi itu waktunya di bulan Ramadan semua, lho! Cek timeline-nya:
· Malam 1 Ramadan: Suhuf (lembaran-lembaran) Nabi Ibrahim AS turun.
· Malam 6 Ramadan: Kitab Taurat (Nabi Musa AS) turun, 700 tahun setelahnya Suhuf Ibrahim.
· Malam 12 Ramadan: Kitab Zabur (Nabi Daud AS) turun, 500 tahun setelah Taurat.
· Malam 18 Ramadan: Kitab Injil (Nabi Isa AS) turun, 1200 tahun setelah Zabur.
· Malam 27 Ramadan: Al-Furqan (Al-Qur'an) turun kepada Nabi Muhammad SAW, 620 tahun setelah Injil.
Keren banget, kan? Bulan ini tuh kayak season-nya Allah buat ngirim update software ke bumi.
---
🌙 Ngulik Lebih Dalam: Kenapa Sih Semua Kitab Turun di Bulan Ramadan? (Perspektif Anak Zaman Now yang Lagi Nyari Jati Diri)
Nah, buat yang suka healing atau lagi self-improvement, bulan Ramadan tuh momen yang paling pas. Dalam pandangan tasawuf (ilmu tentang bersihin hati), turunnya kitab-kitab ini bukan cuma peristiwa sejarah basi, tapi ada pesan deep banget buat kita.
1. Ramadan = Bulannya Glow Up Batin
Puasa itu ibarat detox buat tubuh. Tapi secara batin, puasa tuh ngelemahin hawa nafsu alias toxic trait kita. Kalau nafsu udah lemes, hati jadi adem dan jernih. Nah, hati yang jernih inilah yang jadi tempat download ilmu laduni alias ilmu langsung dari Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam bahasa gaulnya, ampunan itu kayak reset total. Hati yang tadinya buram karena banyak dosa, jadi kinclong lagi. Dan hati yang kinclong, siap reflect cahaya petunjuk.
2. Kitab Itu Bukan Sekadar Buku, Tapi Mindset Baru
Kitab-kitab itu ibarat guidance atau pedoman hidup. Kalau kita lihat satu per satu, mereka tuh ngajarin level yang beda-beda, dan semuanya turun di Ramadan:
· Suhuf Ibrahim → Ngajarin tauhid murni, alias pondasi keimanan.
· Taurat → Ngajarin aturan main lahiriah (syariat).
· Zabur → Penuh dengan dzikir dan kelembutan hati.
· Injil → Bawa misi kasih sayang.
· Al-Qur'an → The ultimate package, gabungan semuanya. Cahaya sempurna buat lahir dan batin.
Jadi, Ramadan itu bulan di mana kita direcharge ulang semua aspek kehidupan, dari yang formal sampai yang paling inner.
3. Lailatul Qadar: Malam di Mana WiFi Langit Dibuka Lebar
Salah satu malam yang paling ditunggu adalah Lailatul Qadar. Biasanya jatuh di tanggal-tanggal ganjil 10 hari terakhir, dan menurut banyak riwayat di malam 27 (seperti turunnya Al-Qur'an).
Allah SWT berfirman:
“Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.”
(QS. Al-Qadr: 3)
Malam ini tuh bukan cuma soal turunnya malaikat, tapi dalam pandangan tasawuf, ini adalah momen tajalli, alias Allah buka tabir dan ngasih cahaya langsung ke hati hamba-Nya yang lagi vibing di masjid atau di sajadahnya. Ini momen buat dapetin qadar terbaik buat masa depan kita.
🌿 Intinya, Gengs...
Ramadan itu bulan recharge rohani. Puasa bukan cuma nahan laper dan haus doang, tapi ngebuka pintu hati biar masuk cahaya.
· Wahyu turun ke Nabi, tapi cahayanya bisa nular ke kita yang beriman.
· Kalau dulu Allah nurunin kitab-kitab besar di bulan ini, sekarang giliran kita yang nurunin air mata taubat dan tekad buat berubah.
🔥 Bangkitin Semangat!
Jangan sampai Ramadan cuma lewat begitu aja tanpa bekas. Mari kita level up:
· Biar hati makin lembut.
· Biar lisan makin basah sama dzikir.
· Biar amal jadi ikhlas, bukan cuma caper doang.
Semoga kita semua bisa dapet share dari cahaya wahyu dan ketemu sama Lailatul Qadar. Aamiin.
🤲 Doa dari Dasar Hati
Ya Allah...
Seperti Engkau turunkan kitab-kitab-Mu di bulan Ramadan yang berkah ini, turunkan juga cahaya petunjuk ke dalam hati kami yang lagi galau dan butuh pegangan.
Bersihin hati kami dari riya' dan toxic-nya dunia. Lunakin jiwa kami yang kadang keras kepala. Jadikan Al-Qur'an sebagai playlist favorit dan penyejuk hati kami.
Ya Allah, izinin kami ketemu sama Lailatul Qadar. Anggap kami jadi hamba pilihan yang pantas nerima cahaya-Mu. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
🌹 Makasih Ya!
Udah pada baca sampai akhir. Semoga coretan receh ini bisa jadi pengingat buat kita semua, bahwa Ramadan itu lebih dari sekadar tradisi, tapi momentum buat glow up secara spiritual.
Wallahu a'lam bish-shawab.

No comments:
Post a Comment