Shahih Bukhari 290:
Telah menceritakan kepada kami [Qabishah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari ['Aisyah] berkata: "Aku dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mandi bersama dari satu bejana. Saat itu kami berdua sedang junub. Beliau juga pernah memerintahkan aku mengenakan kain, lalu beliau mencumbuiku sementara aku sedang haid. Beliau juga pernah mendekatkan kepalanya kepadaku saat beliau i'tikaf, lalu aku basuh kepalanya padahal saat itu aku sedang haid."
........
Judul:
CINTA TETEP ON POINT MESKI LAGI HADAS
---
1. Intisari, Maksud, Tujuan
Intisarinya singkat: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tetep mesra dan perhatian sama istri-istrinya, meskipun kondisi fisik lagi gak memungkinkan buat berhubungan intim (haid atau junub).
Maksudnya jelas, biar kita paham kalau syariat Islam itu fitrah, bukan penghalang buat berbagi kasih sayang.
Tujuannya buat tazkiyatun nufus (bersihin hati): ngebuang pikiran ekstrem yang nganggep perempuan haid itu "kotor total" sampe harus dijauhin, atau malah sebaliknya, seenaknya sendiri tanpa batasan.
---
2. Ayat Qur'an, Hadis Shahih, Hadis Qudsi
QS. Al-Baqarah [2]: 222
Artinya: "Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: 'Itu adalah suatu kotoran'. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."
Hadis Shahih Bukhari 290 (sesuai yang udah dibaca):
"Telah menceritakan kepada kami [Qabishah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari ['Aisyah] berkata: "Aku dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mandi bersama dari satu bejana. Saat itu kami berdua sedang junub. Beliau juga pernah memerintahkan aku mengenakan kain, lalu beliau mencumbuiku sementara aku sedang haid. Beliau juga pernah mendekatkan kepalanya kepadaku saat beliau i'tikaf, lalu aku basuh kepalanya padahal saat itu aku sedang haid.""
---
3. Analisa, Argumentasi, Implementasi (Relevan & Viral)
Analisaku: Kalau dipadukan, ayat ngatur batasan intim di area tertentu, tapi hadis ini ngasih kelonggaran buat aktivitas lain (sentuhan, bersanding, nyuci rambut). Artinya, hukum agama itu seimbang, gak kaku dan gak over protektif.
Argumentasi: Ini ngebantah banget stigma negatif yang viral di masyarakat. Kadang ada yang mikir kalau lagi haid, perempuan harus di-"karantina", gak boleh dipegang, gak boleh tidur satu ranjang. Padahal Nabi malah mencumbui dan mendekatkan kepala buat dicuci. Hadas itu masalah ibadah ritual, bukan masalah moral atau harga diri.
Implementasi di kehidupan yang relevan saat ini:
Di jaman yang serba toxic dan rame soal red flag, justru momen haid ini bisa jadi green flag buat pasangan. Bukti cinta sejati gak cuma pas lagi sehat atau lagi "kepengen". Saat istri haid, suami bisa:
· Tetep nemenin nonton atau ngobrol santai.
· Tawarin minum hangat atau pijitin kaki (halal).
· Buat istri, tetap peduli sama kebersihan suami (seperti Aisyah nyuci rambut Nabi).
Intinya: Kasih sayang gak boleh libur cuma karena beda kondisi fisik.
---
4. Muhasabah dan Caranya
Muhasabah (introspeksi) buat kita semua:
Udah seberapa "Nabi" kah kita dalam menyikapi pasangan? Atau jangan-jangan kita malah jadi orang paling dingin pas lagi masa haid? Atau malah sebaliknya, kita ngelanggar batas syariat dengan alasan "udah nikah"?
Caranya gampang:
1. Duduk santai 3 menit, baca lagi hadis ini pelan-pelan.
2. Tanya ke hati: "Aku lebih sering nyuekin atau nyamperin pas pasangan lagi haid?"
3. Catat di notes HP satu hal baik yang bakal aku lakuin besok buat pasangan (misal: bangunin sahur atau beliin makanan kesukaannya), meskipun lagi haid.
---
5. Doa
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
"Allahumma thahhir qulubana, wa zayyinha bittaqwa, wa la tuzigh qulubana ba'da idh hadaytana."
Artinya: "Ya Allah, sucikanlah hati kami, hiasilah dengan ketakwaan, dan janganlah Engkau miringkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk."
Doa tambahan: "Ya Rabb, jadikanlah cinta kami di atas sunnah, bukan di atas syahwat doang. Aamiin."
---
6. Ucapan Terimakasih
Makasih banget buat Ustadz yang udah ngajarin hadis ini dengan penuh hikmah. Jazaakallahu khairan. Dan buat njenengan semua pembaca yang baik hati, semoga catatan singkat ini bikin kita makin dewasa dalam berumah tangga. Yuk, praktikin! Hatur nuhun! 😊
........
No comments:
Post a Comment