Bab : Pembunuhan.
674
Abu Musa r.a. berkata: Nabi s.a.w. bersabda:
إِذَا أَصْبَحَ إِبْلِيسُ بَثَّ جُنُودَهُ فَيَقُولُ مَنْ خَذَلَ الْيَوْمَ مُسْلِمَا الْبَسْتُهُ التَّاجَ ، قَالَ : فَيَجِيُّ هُذَا فَيَقُولُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتَّى طَلَّقَ امْرَأَتَهُ . فَيَقُولُ يُوشِكُ أَنْ يَتَزَوَّجَ . وَيَجِيءُ هُذَا فَيَقُولُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتَّى عَقَ وَالِدَيْهِ . فَيَقُولُ يُوشِكُ أَنْ يَبِرَهُمَا ، وَيَجِيُّ هَذَا فَيَقُولُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتَّى أَشْرَكَ فَيَقُولُ أَنْتَ أَنْتَ وَيُلْبِسُهُ التَّاجَ وَيَجِي هُذَا فَيَقُولُ لَمْ أَزَلْ بِهِ حَتَّى قَتَلَ فَيَقُولُ أَنْتَ أَنْتَ وَيُلْبِسُهُ التَّاجَ . (رَوَاهُ ابْبُهُ حَيَّانَ )
Jika tiba waktu pagi iblis menyebarkan tentaranya, dan berkata: Siapa dapat menggagalkan seorang muslim pada hari ini, aku beri kerun mahkota, maka datanglah yang satu berkata: Saya telah mengganggu padanya hingga mencerai isterinya. Iblis berkata: Tidak lama ia akan kawin Maka datang yang kedua berkata: Aku telah mengganggu padanya sehingga ia durhaka terhadap ayah bundanya. Jawab Iblis Sebentar lagi dia berbalik dan berbakti pada kedua ayah bundanya. Maka datang yang lain berkata: Saya telah merayu hingga berbuat syirik, maka dijawab oleh Iblis Engkaulah yang betul-betul. Lalu diberinya keroon, lalu datang yang lain berkata: Saya mengganggu padanya hingga ia membunuh lawannya.
Berkata Iblis: Engkaulah yang layak, lalu dipakaikan padanya keroon. (H.R. Ibn Hibban).
........
👑 MAHKOTA IBLIS DAN KEMENANGAN YANG PALSU
Tazkiyatun Nufūs: Jangan Menjadi Prajurit Iblis dalam Merusak Rumah Tangga, Orang Tua, Tauhid, dan Nyawa Manusia
📜 MUQADDIMAH
Abu Musa al-Asy‘ari r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila Iblis telah memasuki waktu pagi, ia mengirim pasukannya. Ia berkata: ‘Siapa yang hari ini berhasil menyesatkan seorang Muslim, maka aku akan memakaikan mahkota kepadanya.’
Lalu datang salah satu dari mereka dan berkata: ‘Aku terus menggodanya hingga ia menceraikan istrinya.’ Iblis berkata: ‘Sebentar lagi ia akan menikah lagi.’
Kemudian datang yang lain dan berkata: ‘Aku terus menggodanya hingga ia durhaka kepada kedua orang tuanya.’ Iblis berkata: ‘Sebentar lagi ia akan berbakti kepada keduanya.’
Kemudian datang yang lain dan berkata: ‘Aku terus menggodanya hingga ia berbuat syirik.’ Iblis berkata: ‘Engkaulah yang benar-benar berhasil.’ Lalu ia memakaikan mahkota kepadanya.
Kemudian datang yang lain dan berkata: ‘Aku terus menggodanya hingga ia membunuh.’ Iblis berkata: ‘Engkaulah yang benar-benar berhasil.’ Lalu ia memakaikan mahkota kepadanya.”
(HR. Ibnu Hibban)
🌿 JUDUL
“JANGAN MENJADI PRAJURIT IBLIS”
Karena Kerusakan Rumah Tangga Bisa Diperbaiki, Tetapi Darah yang Tumpah Tidak Bisa Dikembalikan
🎯 MAKSUD
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa Iblis mempunyai strategi untuk menghancurkan manusia secara bertahap.
Iblis tidak selalu memulai dengan dosa besar.
Kadang ia memulai dengan:
- bisikan kecil,
- rasa tidak suka,
- prasangka,
- emosi,
- sakit hati,
- dendam,
- perdebatan,
- provokasi,
- penghinaan,
- permusuhan,
- hingga akhirnya manusia melakukan dosa yang sangat besar.
Iblis tidak hanya ingin manusia meninggalkan shalat.
Iblis ingin:
hati manusia rusak, hubungan manusia hancur, keluarga pecah, anak durhaka, tauhid tercemar, dan nyawa manusia melayang.
🎯 TUJUAN
Kajian ini bertujuan agar kita:
- Mengenali strategi Iblis dalam menyesatkan manusia.
- Menjaga hati dari marah, dendam, iri, dan kebencian.
- Menjaga keutuhan rumah tangga.
- Berbakti kepada kedua orang tua.
- Menjaga kemurnian tauhid.
- Menjaga kehormatan dan nyawa manusia.
- Tidak mudah terprovokasi oleh berita viral.
- Melakukan tazkiyatun nufūs atau penyucian jiwa.
- Menjadi hamba Allah, bukan alat setan.
📖 AYAT-AYAT AL-QUR'AN YANG BERKAITAN
1. Iblis adalah musuh yang nyata
Allah ﷻ berfirman:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh.”
📖 QS. Fāṭir: 6
Musuh yang paling berbahaya bukan selalu yang datang membawa senjata.
Kadang ia datang melalui:
- pikiran kita,
- emosi kita,
- ego kita,
- media sosial,
- provokasi,
- berita palsu,
- dan orang-orang yang membakar kebencian.
2. Jangan mengikuti langkah-langkah setan
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.”
📖 QS. al-Baqarah: 168
Perhatikan: Allah tidak hanya melarang kita mengikuti setan.
Tetapi Allah melarang:
خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
“Langkah-langkah setan.”
Artinya, kehancuran biasanya terjadi sedikit demi sedikit.
Awalnya:
“Cuma melihat.”
Kemudian:
“Cuma berkomentar.”
Kemudian:
“Cuma membalas.”
Kemudian:
“Cuma menyebarkan.”
Kemudian:
“Cuma marah.”
Kemudian:
“Cuma mengancam.”
Kemudian:
“Cuma memukul.”
Dan akhirnya bisa menjadi:
penyesalan seumur hidup.
3. Menjaga nyawa manusia
Allah ﷻ berfirman:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا
“Barang siapa membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”
📖 QS. al-Mā’idah: 32
Maka jangan pernah meremehkan nyawa seorang Muslim.
Jangan karena:
- masalah uang,
- masalah cinta,
- masalah tanah,
- masalah utang,
- masalah keluarga,
- masalah politik,
- masalah kelompok,
- masalah komentar di media sosial,
kemudian seseorang kehilangan kendali dan menghancurkan kehidupan orang lain.
🕌 HADIS-HADIS SHAHIH YANG BERKAITAN
1. Jangan marah
Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah ﷺ:
“Berilah aku nasihat.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَغْضَبْ
“Jangan marah.”
Ia mengulangi permintaannya berkali-kali, Rasulullah ﷺ tetap bersabda:
لَا تَغْضَبْ
(HR. al-Bukhari)
Mengapa Rasulullah ﷺ mengulanginya?
Karena banyak dosa besar dimulai dari kemarahan yang tidak dikendalikan.
Marah yang tidak dikendalikan dapat menjadi:
- perceraian,
- durhaka,
- kekerasan,
- fitnah,
- permusuhan,
- bahkan pembunuhan.
2. Kekuatan sejati adalah mengendalikan diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Orang yang mampu memukul bukan selalu orang kuat.
Orang yang mampu membalas bukan selalu orang kuat.
Orang yang mampu menahan dirinya ketika memiliki kesempatan untuk membalas—itulah orang kuat.
3. Larangan menumpahkan darah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak halal darah seorang Muslim kecuali karena salah satu dari tiga perkara…”
(HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maka darah seorang Muslim bukan sesuatu yang murah.
Kehormatan manusia bukan sesuatu yang boleh dipermainkan.
Nyawa manusia bukan bahan untuk melampiaskan emosi.
💎 HADIS QUDSI YANG BERKAITAN
Allah ﷻ berfirman dalam hadis qudsi:
“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”
(HR. Muslim)
Renungkan!
Allah mengharamkan kezaliman.
Maka siapa pun yang menzalimi:
- pasangan,
- orang tua,
- anak,
- tetangga,
- saudara,
- sesama Muslim,
sesungguhnya ia sedang membuka pintu bagi setan.
🧠 ANALISA TASAWUF DAN TAZKIYATUN NUFŪS
1. Iblis mempunyai “target kemenangan”
Dalam hadis ini, Iblis seakan-akan memiliki pasukan dan penghargaan.
Ada yang berhasil:
- memisahkan suami dan istri,
- membuat anak durhaka,
- menjerumuskan manusia ke dalam syirik,
- membuat manusia membunuh.
Namun, Iblis paling bangga ketika manusia:
❗ Kehilangan tauhid
dan
❗ Menumpahkan darah.
Mengapa?
Karena syirik merusak hubungan manusia dengan Allah.
Sedangkan pembunuhan merusak hubungan manusia dengan sesama manusia.
Iblis ingin merusak dua hubungan:
Hubungan vertikal: manusia dengan Allah.
dan
Hubungan horizontal: manusia dengan manusia.
🌐 RELEVANSI DENGAN DUNIA VIRAL SAAT INI
Pada zaman dahulu, provokasi mungkin hanya dilakukan oleh satu atau dua orang.
Sekarang, satu kalimat dapat dilihat oleh:
- ribuan orang,
- puluhan ribu orang,
- bahkan jutaan orang.
Satu video dapat membuat seseorang:
- dihujat,
- dipermalukan,
- dibenci,
- kehilangan pekerjaan,
- mengalami tekanan berat,
- bahkan menjadi sasaran kekerasan.
Maka pertanyaannya:
❓ Sebelum membagikan berita, siapa yang sedang kita bantu?
Apakah kita sedang membantu kebenaran?
Ataukah tanpa sadar kita sedang menjadi:
prajurit Iblis yang menyebarkan fitnah dan kebencian?
Sebelum menekan tombol:
SHARE
hendaknya kita bertanya:
- Apakah berita ini benar?
- Apakah berita ini bermanfaat?
- Apakah berita ini akan menimbulkan fitnah?
- Apakah berita ini merusak kehormatan seseorang?
- Apakah berita ini memancing kemarahan?
- Apakah Iblis sedang menggunakan jariku untuk merusak orang lain?
Karena kadang-kadang:
Tangan manusia hanya menekan tombol, tetapi setan sedang merayakan akibatnya.
⚖️ HUKUM (AHKAM)
1. Menjaga jiwa adalah kewajiban
Dalam Islam, menjaga nyawa manusia termasuk tujuan utama syariat.
Karena itu, haram:
- membunuh tanpa hak,
- membantu pembunuhan,
- memprovokasi pembunuhan,
- menyebarkan fitnah yang menyebabkan bahaya,
- mengancam keselamatan manusia.
2. Marah bukan alasan untuk berbuat zalim
Seseorang boleh marah.
Namun tidak boleh:
- mencaci,
- memukul,
- menyakiti,
- menghina,
- merusak,
- membunuh.
Marah adalah perasaan.
Tetapi perbuatan setelah marah adalah pilihan.
3. Perceraian bukan kemenangan Iblis secara mutlak
Hadis ini tidak berarti bahwa setiap perceraian adalah dosa.
Ada perceraian yang dibolehkan atau bahkan menjadi jalan keluar dari kezaliman.
Namun Iblis sangat senang apabila perceraian terjadi karena:
- fitnah,
- provokasi,
- perselingkuhan,
- kebencian,
- kesombongan,
- dendam,
- ego.
Maka sebelum menghancurkan rumah tangga, berhentilah sejenak.
Bertanyalah:
“Apakah ini benar-benar keputusan yang bijaksana, ataukah aku sedang mengikuti bisikan setan?”
💔 SENTUHAN HATI (MUHASABAH)
Mari kita bertanya kepada diri sendiri:
❓ Apakah aku pernah membuat suami istri bertengkar?
❓ Apakah aku pernah mengadu domba?
❓ Apakah aku pernah membuat anak membenci orang tuanya?
❓ Apakah aku pernah memprovokasi seseorang?
❓ Apakah aku pernah menyebarkan berita yang belum jelas?
❓ Apakah aku pernah menghina seseorang hingga ia kehilangan kehormatan?
❓ Apakah aku pernah membiarkan kemarahan menguasai akal?
❓ Apakah ada seseorang yang sampai hari ini membenciku karena lisanku?
❓ Apakah ada dosa yang dahulu kuanggap kecil, tetapi ternyata menjadi pintu kehancuran besar?
Wahai diri…
Jangan bangga karena berhasil membuat orang lain marah.
Jangan merasa hebat karena berhasil memecah belah.
Jangan merasa menang karena mampu membalas.
Bisa jadi manusia mengatakan:
“Kamu hebat.”
Tetapi Iblis berkata:
“Engkaulah prajuritku yang paling berhasil.”
Dan itulah kemenangan yang paling hina.
🌱 AMALAN IMPLEMENTASI TAZKIYATUN NUFŪS
1. Membaca isti‘adzah ketika marah
Bacalah:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
2. Diam ketika emosi
Jangan membalas pesan ketika marah.
Jangan menulis komentar ketika marah.
Jangan mengambil keputusan besar ketika marah.
Kadang-kadang:
Diam selama lima menit dapat menyelamatkan kita dari penyesalan selama lima puluh tahun.
3. Berwudhu
Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa marah adalah dari setan.
Maka wudhu menjadi salah satu cara untuk menenangkan diri dan memutus gejolak emosi.
4. Mengubah posisi
Jika marah dalam keadaan berdiri, duduklah.
Jika masih marah, berbaringlah.
Tujuannya adalah memutus reaksi spontan.
5. Menjaga lisan dan jari
Sebelum berbicara atau menulis, lakukan:
Tahan — Teliti — Tanyakan — Taubat
Tahan: Jangan langsung bereaksi.
Teliti: Periksa kebenarannya.
Tanyakan: Apa manfaatnya jika aku menyebarkan?
Taubat: Jika salah, segera hapus dan minta maaf.
6. Membiasakan memaafkan
Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan.
Memaafkan berarti:
“Aku tidak mau membawa racun kebencian ini terus-menerus dalam hatiku.”
7. Menjaga shalat
Shalat adalah benteng jiwa.
Allah ﷻ berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
📖 QS. al-‘Ankabūt: 45
Orang yang menjaga shalat akan lebih mudah mengingat:
“Aku sedang dilihat oleh Allah.”
🤲 DOA
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ، وَنَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ وَالْكِبْرِ وَالْغَضَبِ وَالْعَدَاوَةِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ بَيْنَنَا، وَأَصْلِحْ أَهْلَنَا، وَاحْفَظْ أَبْنَاءَنَا، وَبَارِكْ فِي أَزْوَاجِنَا، وَاغْفِرْ لِوَالِدَيْنَا.
اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنْ فِتْنَةِ الشَّيْطَانِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْغَضَبِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْكَلَامِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَعَاصِي.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا عِبَادًا لَكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا جُنُودًا لِلشَّيْطَانِ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ دِمَاءَ الْمُسْلِمِينَ، وَاحْفَظْ أَعْرَاضَهُمْ، وَاحْفَظْ أَمْوَالَهُمْ، وَأَصْلِحْ قُلُوبَهُمْ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ، وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا، رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.
آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
🌹 PENUTUP
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ustadz, guru, kyai, ulama, dan seluruh pembimbing umat yang senantiasa mengajarkan ilmu, akhlak, tauhid, kesabaran, dan penyucian jiwa.
Semoga nasihat ini menjadi pengingat bagi kita semua.
Terima kasih juga kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan tulisan ini.
Semoga Allah menjadikan kita:
orang-orang yang menjaga hati, menjaga lisan, menjaga keluarga, menjaga kehormatan, menjaga tauhid, dan menjaga nyawa sesama manusia.
Jangan sampai kita menjadi manusia yang merasa menang karena berhasil menyakiti orang lain.
Sebab bisa jadi:
Di dunia kita mendapatkan pujian manusia, tetapi di alam ghaib Iblis sedang memakaikan mahkota kemenangan kepada kita.
Maka mari kita berdoa:
“Ya Allah, jangan jadikan kami alat bagi setan untuk merusak kehidupan orang lain. Jadikan kami hamba-Mu yang membawa kedamaian, kasih sayang, dan keselamatan.”
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Semoga bermanfaat.
......
No comments:
Post a Comment