Friday, July 17, 2026

1186irs. LEHER API NERAKA DAN DARAH YANG DIMULIAKAN ALLAH

 1186irs.

Bab : Pembunuhan

Abu Saied r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda:


يَخْرُجُ عُنْقُ مِنَ النَّارِ يَتَكَلَّمُ بِلِسَانٍ طَلْقٍ ذَلْقٍ لَهُ عَيْنَانِ يُبْصِرُ بِهَمَا وَلَهُ لِسَانٌ يَتَكَلَّمُ بِهِ فَيَقُولُ إِنِّي أُمِرْتُ بِمَنْ جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهَا آخَرَ وَكُلْ جَبَّارٍ عَيْدٍ وَبِمَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ حَقِّ فَيَنْطَلِقُ بِهِمْ قَبْلَ سَائِرِ النَّاسِ بِخَمْسِمِائَةِ عَامِ . (رَوَاهُ البَزَّارُ وَ الطَّبَرَانِي )


Akan keluar leher dari api neraka, dan berkata-kata dengan lisan yang fasih lancar, melihat dengan kedua mata, dan berkata-kata dengan lidahnya dan berkata: Aku diperintah menangkap orang yang mempersekutukan Allah dengan lainNya, dan tiap penentang yang kejam, dan dengan orang yang telah membunuh jiwa manusia tanpa hak, lalu menyambar mereka sebelum lain-lainnya sekira lima ratus tahun. (H.R. Albazzar, Atthabarani).

.........

LEHER API NERAKA DAN DARAH YANG DIMULIAKAN ALLAH

Tazkiyatun Nufūs: Membersihkan Tauhid, Menundukkan Kesombongan, dan Menjaga Kehidupan

Muqaddimah

Abu Sa‘id al-Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang keluarnya suatu bagian dari Neraka yang memiliki mata dan lisan, lalu diperintahkan untuk mengambil orang-orang yang mempersekutukan Allah, orang-orang yang sombong dan zalim, serta orang yang membunuh jiwa tanpa hak.

Hadis ini merupakan peringatan yang sangat keras tentang tiga penyakit besar: rusaknya tauhid, kesombongan yang melahirkan kezaliman, dan meremehkan nyawa manusia. Dalam perspektif Tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs, masalahnya bukan hanya pada perbuatan lahiriah, tetapi juga pada penyakit hati yang melahirkan perbuatan tersebut.


1. MAKSUD

Hadis ini mengajarkan bahwa:

  1. Tauhid adalah keselamatan terbesar.
  2. Kesombongan dapat mengubah manusia menjadi zalim.
  3. Nyawa manusia memiliki kehormatan yang sangat agung.
  4. Kekuatan, jabatan, harta, massa, dan pengaruh tidak boleh menjadi alasan untuk menindas.
  5. Setiap manusia harus takut kepada hisab Allah sebelum berani menzalimi makhluk-Nya.

Allah mengingatkan:

“Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah Jahannam, dia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya azab yang besar.”
(QS. an-Nisā’: 93)


2. TUJUAN TAZKIYATUN NUFŪS

Tujuan utama dari nasihat ini adalah:

Pertama: Membersihkan hati dari syirik

Jangan sampai hati bergantung kepada selain Allah secara ibadah, penghambaan, dan keyakinan yang menjadi hak khusus Allah.

Kedua: Membersihkan hati dari kesombongan

Kesombongan bukan hanya memakai pakaian mahal atau merasa lebih tinggi. Kesombongan juga dapat berupa:

  • merasa paling benar,
  • tidak mau menerima nasihat,
  • merendahkan orang lain,
  • menyalahgunakan jabatan,
  • merasa kuat karena memiliki massa,
  • menganggap nyawa orang lain tidak berharga.

Ketiga: Menjaga darah dan kehormatan manusia

Seorang mukmin sejati tidak mudah menyakiti, mengancam, memfitnah, menganiaya, apalagi membunuh.

Keempat: Mengubah kemarahan menjadi pengendalian diri

Tasawuf bukan hanya memperbanyak zikir, tetapi juga mampu menahan tangan ketika marah dan mampu menahan lisan ketika emosi.


3. AYAT-AYAT AL-QUR’AN YANG BERKAITAN

A. Larangan membunuh jiwa tanpa hak

“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar.”
(QS. al-Isrā’: 33)

B. Membunuh satu jiwa adalah kejahatan yang sangat besar

“Barang siapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia.”
(QS. al-Mā’idah: 32)

C. Jangan mengikuti hawa nafsu

“Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.”
(QS. Ṣād: 26)

D. Allah tidak menyukai kesombongan

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.”
(QS. an-Naḥl: 23)

E. Ancaman bagi orang yang menyekutukan Allah

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. an-Nisā’: 48)


4. HADIS-HADIS SHAHIH YANG BERKAITAN

A. Tiga perkara yang membinasakan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”

Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rasulullah?”

Beliau menyebutkan di antaranya:

“Syirik kepada Allah dan membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar.”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)


B. Seorang Muslim tidak boleh menzalimi Muslim lainnya

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak menyerahkannya kepada kezalimannya.”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)


C. Ukuran kekuatan bukanlah kekerasan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Inilah inti Tazkiyatun Nufūs: menaklukkan musuh terbesar—yaitu hawa nafsu di dalam diri sendiri.


5. HADIS QUDSI YANG BERKAITAN

Allah Ta‘ala berfirman dalam Hadis Qudsi:

“Wahai hamba-hamba-Ku! Sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian. Maka janganlah kalian saling menzalimi.”

(HR. Muslim)

Hadis ini memiliki pesan yang sangat dalam:

Allah tidak menzalimi hamba-Nya. Maka manusia yang mengaku mencintai Allah harus berusaha untuk tidak menjadi sumber kezaliman bagi makhluk Allah.


6. ANALISA TASAWUF: DARI PENYAKIT HATI MENUJU KEJAHATAN LAHIR

Dalam pandangan Tazkiyatun Nufūs, kejahatan besar biasanya tidak tiba-tiba muncul.

Ia sering bermula dari:

1. Hati yang lupa kepada Allah

Ketika muraqabah hilang, manusia merasa tidak diawasi.

2. Hawa nafsu yang tidak dididik

Kemarahan menjadi kebencian. Kebencian menjadi dendam. Dendam dapat berubah menjadi kezaliman.

3. Kesombongan

Seseorang mulai berpikir:

“Aku lebih kuat.”

“Aku lebih berkuasa.”

“Aku bisa melakukan apa saja.”

Inilah bahaya nafsu Fir‘aun dalam diri manusia.

4. Hilangnya rasa takut kepada Allah

Jika seseorang takut kepada hukum manusia tetapi tidak takut kepada Allah, maka ia akan mencari celah untuk berbuat zalim.

Namun seorang yang memiliki ihsan akan selalu merasa:

“Aku tidak melihat Allah, tetapi aku yakin Allah melihatku.”


7. ARGUMENTASI RELEVAN DI DUNIA YANG VIRAL SAAT INI

Di zaman media sosial, seseorang dapat menghancurkan kehormatan orang lain hanya dengan:

  • satu video yang dipotong,
  • satu tuduhan,
  • satu berita palsu,
  • satu komentar,
  • satu fitnah,
  • satu provokasi.

Kadang seseorang belum membunuh secara fisik, tetapi telah “membunuh karakter” seseorang di hadapan jutaan manusia.

⚠️ Ini bukan berarti semua dosa fitnah sama persis dengan pembunuhan fisik. Namun, kita harus memahami bahwa Islam sangat keras dalam melarang kezaliman, fitnah, penghinaan, dan perusakan kehormatan.

Maka sebelum membagikan sesuatu, tanyakan:

Apakah ini benar?

Apakah ini bermanfaat?

Apakah ini adil?

Apakah saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?

Sebab sesuatu yang viral di dunia belum tentu ringan di hadapan Allah.

Jangan sampai jari kita menjadi senjata.

Jangan sampai lisan kita menjadi pisau.

Jangan sampai ego kita menjadi sebab hancurnya kehidupan orang lain.


8. HUKUM (AHKAM)

1. Syirik

Syirik adalah dosa terbesar apabila seseorang meninggal dalam keadaan tidak bertaubat darinya. Adapun orang yang bertaubat dengan benar sebelum meninggal, maka pintu taubat Allah tetap terbuka.

2. Membunuh jiwa tanpa hak

Hukumnya haram dan termasuk dosa besar. Al-Qur’an memberikan ancaman yang sangat berat bagi pembunuhan sengaja terhadap orang beriman.

3. Kezaliman

Haram dalam segala bentuknya:

  • kezaliman dalam keluarga,
  • kezaliman dalam bisnis,
  • kezaliman terhadap tetangga,
  • kezaliman dalam jabatan,
  • kezaliman terhadap orang lemah,
  • kezaliman melalui fitnah dan tuduhan.

4. Menegakkan hukum

Islam tidak mengajarkan individu mengambil hukum dengan tangannya sendiri. Penegakan hukum harus melalui otoritas dan proses hukum yang sah, bukan melalui amarah, main hakim sendiri, atau keroyokan.


9. SENTUHAN HATI — MUHASABAH

Saudaraku…

Sebelum takut kepada leher dari Neraka, marilah kita takut kepada leher kesombongan yang tumbuh di dalam hati kita sendiri.

Tanyakan kepada diri kita:

Apakah aku benar-benar bertauhid?

Atau hatiku lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah?

Apakah aku pernah menzalimi seseorang?

Dengan ucapan, tulisan, keputusan, atau tindakan?

Apakah ada orang yang menangis karena lisanku?

Apakah ada hak orang lain yang belum aku kembalikan?

Apakah aku pernah menyebarkan berita yang belum jelas?

Apakah aku pernah merasa lebih suci daripada orang lain?

Karena bisa jadi…

Kita rajin beribadah kepada Allah, tetapi masih menyakiti hamba-hamba Allah.

Kita banyak membaca tasbih, tetapi lisan kita menghina.

Kita banyak berbicara tentang surga, tetapi tangan kita menzalimi.

Maka Tazkiyatun Nufūs mengajarkan:

Bersihkan hubunganmu dengan Allah melalui tauhid.

Bersihkan hubunganmu dengan manusia melalui keadilan.

Bersihkan hatimu dari kesombongan melalui tawadhu.


10. AMALAN DAN IMPLEMENTASI

A. Amalan harian

1. Membaca istighfar

Minimal:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

“ Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

2. Membaca:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

Dengan kesadaran bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah.

3. Menahan marah

Ketika marah:

  • diam,
  • berwudu,
  • mengubah posisi,
  • menjauh dari sumber pertengkaran,
  • jangan langsung mengetik atau mengunggah sesuatu.

4. Tabayyun sebelum membagikan berita

Jangan menjadi penyebar fitnah hanya karena ingin menjadi orang pertama yang membagikan berita.

5. Meminta maaf

Jika pernah menzalimi seseorang, jangan menunggu ajal.

Kembalikan haknya. Minta maaf kepadanya. Perbaiki kerusakan yang telah kita sebabkan.

6. Bersedekah

Sedekah melembutkan hati dan mengikis sifat kikir serta egoisme.

7. Muhasabah sebelum tidur

Tanyakan:

“Siapa yang hari ini aku sakiti?”

“Hak siapa yang belum aku tunaikan?”

“Apakah hari ini aku menjadi rahmat atau justru menjadi sumber penderitaan bagi orang lain?”


11. DOA

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الشِّرْكِ وَالْكِبْرِ وَالْحِقْدِ وَالظُّلْمِ

Allāhumma ṭahhir qulūbanā minasy-syirki wal-kibri wal-ḥiqdi waẓ-ẓulm.

“Ya Allah, bersihkan hati kami dari syirik, kesombongan, dendam, dan kezaliman.”

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا سَبَبًا لِلسَّلَامِ، وَلَا تَجْعَلْنَا سَبَبًا لِلْأَذَى وَالظُّلْمِ

Allāhummaj‘alnā sababan lis-salām, wa lā taj‘alnā sababan lil-adzā waẓ-ẓulm.

“Ya Allah, jadikan kami sebab bagi kedamaian dan jangan jadikan kami sebab bagi penderitaan dan kezaliman.”

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman, dan jangan Engkau jadikan dalam hati kami rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
(QS. al-Ḥasyr: 10)


PENUTUP

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ustadz yang telah menyampaikan dan mengingatkan kita dengan hadis yang penuh peringatan ini.

Semoga ilmu yang disampaikan tidak hanya berhenti di telinga, tetapi turun ke hati, kemudian terlihat dalam akhlak dan perbuatan.

Dan terima kasih kepada para pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca nasihat ini.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang:

Tauhidnya lurus,

hatinya bersih,

jiwanya rendah hati,

lisannya terjaga,

tangannya tidak menzalimi,

dan kehadirannya menjadi rahmat bagi sesama.

اللَّهُمَّ احْفَظْ دِمَاءَنَا وَأَعْرَاضَنَا وَقُلُوبَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الَّذِينَ يَخَافُونَكَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ. آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

**Wallāhu a‘lam bish-shawāb.**

.......

No comments: