Sunday, June 7, 2026

1067usf.


HADITS KE-21 : ANJURAN MELAKUKAN HAL YANG MEMBAHAGIAKAN ORANG BERIMAN.

b.    Cara Menjinakkan Binatang .

Dalam    sebuah    kisah disebutkan bahwa Abdullah bin Mubarok melihat seekor kuda di pasar yang dijual dengan harga 40 dirham. Ia bertanya kepada penjualnya:

“Apa yang membuat kuda ini menjadi begitu murah?”

“Kuda ini memiliki beberapa kekurangan,” jawab si penjual.

“Apa kekurangan-kekurangannya itu?” tanya Abdullah bin Mubarok.

“Kuda ini berlari pelan dan tidak bisa mengejar musuh. Kuda ini juga mudah lelah jika berlari hingga nantinya musuh bisa mengejarnya. Kuda ini juga akan meringkik dan bersuara keras di tempat yang seharusnya tenang,” jelas si penjual.

“Wah kalau 40 dirham terlalu mahal!” kata Abdullah bin Mubarok.

Kemudian Abdullah pergi dan tidak membelinya. Akan tetapi, muridnya membeli kuda itu.

Pada saat tiba waktunya perang, si murid ikut berperang dengan naik kuda tersebut. Kuda itu ternyata dapat berperan sangat baik.

Abdullah bertanya kepada si murid:

“Apakah kamu tahu kekurangan- kekurangan kudamu?”

“Iya! Kuda ini memiliki kekurangan-kekurangan seperti yang mereka katakan. Tetapi ketika aku membelinya, aku berkata di telinganya ‘Hai kuda! Sesungguhnya    aku    telah meninggalkan dosa dan bertaubat kembali kepada Allah. Oleh karena itu tinggalkanlah kekurangan- kekurangan pada dirimu!’

Iya! Kuda ini memiliki kekurangan-kekurangan seperti yang mereka katakan. Tetapi ketika aku membelinya, aku berkata di telinganya ‘Hai kuda! Sesungguhnya    aku    telah meninggalkan dosa dan bertaubat kembali kepada Allah. Oleh karena itu tinggalkanlah kekurangan- kekurangan pada dirimu!’

Kemudian kuda ini menggerakkan kepalanya tiga kali. Sepertinya kuda ini menjawab dengan senang karena aku telah meninggalkan dosaku. Aku jadi mengerti kalau kekurangan-kekurangan    itu berasal dari pemilik kudanya dulu, bukan dari kudanya, karena kuda-kuda orang kafir dan yang dzalim akan melaknati pemilik- pemiliknya, bahkan kuda-kuda itu akan menjatuhkan mereka dari punggungnya karena Firman Allah; ‘Ingatlah! Laknat Allah akan menimpa orang-orang dzalim. Ketika Allah melaknati seseorang maka segala sesuatu pun juga akan melaknatinya.’ Begitu juga kuda ini melaknati pemiliknya dulu karena ia adalah orang kafir atau dzalim atau munafik atau sombong hingga kudanya menjatuhkannya dari punggung ketika ia menaikinya. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa semua makhluk hidup akan merasa bahagia dan jinak kepada pemiliknya karena rasa bahagia yang diberikan olehnya. Begitu juga rasa bahagia itu akan menjelma bentuk di Hari Kiamat. Kemudian jelmaan itu akan datang.    Pemiliknya    akan mengendalikannya. Kemudian jelmaan rasa bahagia itu akan membawanya ke surge,” jawab si murid.
..........

BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS

TAUBAT YANG MENGHIDUPKAN KEBAIKAN: KETIKA HATI YANG BERSIH MEMBAWA BERKAH PADA SEGALA SESUATU

Muqaddimah

Kisah murid Abdullah bin Mubarak rahimahullah dengan seekor kuda mengandung pelajaran yang sangat dalam dalam dunia tasawuf dan Tazkiyatun Nufūs (penyucian jiwa). Walaupun kisah ini bukan dalil syariat yang berdiri sendiri, namun makna yang terkandung di dalamnya selaras dengan prinsip-prinsip agama bahwa dosa membawa kegelapan, sedangkan taubat membawa cahaya, keberkahan, dan kebaikan yang memancar kepada diri dan lingkungan sekitar.


1. Makna (Tafsir) Isi Redaksi

Dalam perspektif tasawuf, kisah ini mengajarkan bahwa:

  • Hati manusia memiliki pengaruh terhadap amal dan kehidupannya.
  • Dosa tidak hanya merusak pelakunya, tetapi juga menghilangkan keberkahan dari harta, keluarga, kendaraan, pekerjaan, dan seluruh urusan hidupnya.
  • Taubat yang sungguh-sungguh menghadirkan pertolongan Allah.
  • Makhluk Allah memiliki cara tersendiri untuk merasakan kebaikan dan keburukan pemiliknya.
  • Keberkahan sering kali lebih menentukan daripada kecanggihan, kekuatan, atau kemewahan.

Murid Abdullah bin Mubarak tidak mengandalkan kemampuan kuda semata, tetapi mengandalkan hubungan baiknya dengan Allah melalui taubat.


2. Hukum (Ahkam)

a. Wajibnya Taubat

Allah memerintahkan:

"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung."

(QS. An-Nur: 31)

b. Haram Berbuat Zalim

Allah berfirman:

"Ingatlah, laknat Allah atas orang-orang yang zalim."

(QS. Hud: 18)

c. Sunnah Husnuzan kepada Allah

Seorang mukmin diperintahkan berharap kebaikan dari Allah dan meyakini bahwa taubat membawa perubahan hidup.

d. Tidak Boleh Meyakini Sesuatu Tanpa Dalil

Keyakinan bahwa hewan pasti mengetahui seluruh keadaan spiritual manusia secara mutlak tidak boleh dijadikan akidah kecuali berdasarkan dalil yang sahih.


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)

1. Dosa menghilangkan keberkahan.

Banyak orang memiliki kendaraan bagus, usaha besar, teknologi canggih, tetapi hidupnya penuh masalah.

2. Taubat mendatangkan keberkahan.

Keberhasilan bukan hanya hasil kecerdasan, tetapi juga karunia Allah.

3. Makhluk Allah mencintai orang saleh.

Para ulama menjelaskan bahwa bumi, langit, dan makhluk Allah dapat menjadi saksi amal manusia.

4. Keberkahan lebih berharga daripada kemewahan.

Barang sederhana yang diberkahi sering lebih bermanfaat daripada barang mahal yang tidak diberkahi.

5. Hati yang bersih memancarkan ketenangan.

Orang yang dekat kepada Allah biasanya lebih disukai manusia dan makhluk lainnya.


4. Dalil Al-Qur'an, Hadis dan Hadis Qudsi

Al-Qur'an

Allah berfirman:

"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi."

(QS. Al-A'raf: 96)

Allah berfirman:

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."

(QS. At-Talaq: 2-3)


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang ia lakukan."

(HR. Ahmad)

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada."

(HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu."

(HR. Tirmidzi)


5. Analisis dan Argumentasi Tasawuf

Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa dosa meninggalkan noda pada hati.

Apabila noda terus bertambah:

  • Cahaya hati melemah.
  • Firâsat menjadi rusak.
  • Amal kehilangan keberkahan.
  • Kehidupan menjadi sempit.

Sebaliknya ketika seseorang bertaubat:

  • Hatinya bersih.
  • Doanya lebih mudah dikabulkan.
  • Allah membuka pintu-pintu kemudahan.
  • Keberkahan mengalir pada pekerjaan dan hartanya.

Karena itu para salaf sering menghubungkan kesulitan hidup dengan kekurangan dalam taat kepada Allah.


6. Amalan (Implementasi)

Harian

  • Istighfar minimal 100 kali.
  • Menjaga shalat lima waktu.
  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.
  • Bersedekah walau sedikit.
  • Menjauhi maksiat yang tersembunyi.

Mingguan

  • Muhasabah diri.
  • Shalat taubat.
  • Silaturahim.
  • Membantu orang lain.

Bulanan

  • Sedekah khusus.
  • Khatam Al-Qur'an atau menambah target tilawah.
  • Evaluasi dosa dan kebiasaan buruk.

7. Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang

Teknologi

Smartphone dan AI sangat canggih.

Tetapi tanpa akhlak dan taqwa:

  • Menjadi sarana fitnah.
  • Penyebaran hoaks.
  • Ghibah digital.
  • Konten maksiat.

Teknologi yang diberkahi menjadi sarana dakwah dan ilmu.


Komunikasi

Media sosial mempercepat komunikasi.

Namun dosa lisan kini berubah menjadi dosa jari.

Satu tulisan dapat menyebar ke jutaan orang.


Transportasi

Mobil, motor, pesawat semakin modern.

Namun keselamatan tetap berasal dari Allah.

Keberkahan lebih penting daripada kecepatan.


Kedokteran

Ilmu kesehatan berkembang pesat.

Tetapi kesembuhan tetap milik Allah.

Banyak penyakit hati yang tidak dapat disembuhkan dengan obat fisik.


Kehidupan Sosial

Banyak orang terkenal tetapi tidak tenang.

Banyak orang sederhana tetapi hidup bahagia.

Ini menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati berasal dari kedekatan kepada Allah.


8. Motivasi

Jika masa lalu penuh dosa:

Jangan putus asa.

Taubat mampu mengubah:

  • Pendosa menjadi wali.
  • Kemaksiatan menjadi ketaatan.
  • Kesempitan menjadi kelapangan.
  • Kehinaan menjadi kemuliaan.

Allah lebih gembira menerima taubat hamba-Nya daripada seorang musafir yang menemukan kembali tunggangannya yang hilang di padang pasir.


9. Muhasabah dan Caranya

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku masih menyimpan dosa yang belum ditaubati?
  • Apakah hartaku bersih dari yang haram?
  • Apakah lisanku sering menyakiti orang lain?
  • Apakah aku sudah meminta maaf kepada sesama?
  • Apakah aku menjaga shalat tepat waktu?

Cara Muhasabah

  1. Duduk sendiri sebelum tidur.
  2. Mengingat amal sehari penuh.
  3. Menyesali dosa.
  4. Beristighfar.
  5. Bertekad memperbaiki diri esok hari.

10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat

Di Dunia

Kemuliaan

  • Hati tenang.
  • Rezeki berkah.
  • Dicintai orang saleh.
  • Urusan dimudahkan.

Kehinaan

  • Hidup gelisah.
  • Hilang keberkahan.
  • Sulit menerima nasihat.
  • Banyak masalah tanpa sebab yang jelas.

Di Alam Kubur

Kemuliaan

  • Kubur menjadi taman surga.
  • Mendapat ketenangan.

Kehinaan

  • Kubur menjadi sempit.
  • Mendapat kesulitan sesuai kehendak Allah.

Di Hari Kiamat

Kemuliaan

  • Wajah bercahaya.
  • Mendapat naungan Allah.
  • Hisab dipermudah.

Kehinaan

  • Wajah menghitam.
  • Hisab berat.
  • Penyesalan yang panjang.

Di Akhirat

Kemuliaan

  • Ridha Allah.
  • Surga.
  • Melihat Allah menurut kehendak-Nya.

Kehinaan

  • Jauh dari rahmat Allah.
  • Azab sesuai keadilan-Nya.

Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ

"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat."

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا بَعْدَ الْمَوْتِ

"Ya Allah, anugerahkan kepada kami taubat yang tulus sebelum kematian, ketenangan saat kematian, serta ampunan dan keridaan setelah kematian."

آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada seluruh pembaca yang berkenan meluangkan waktu untuk mentadabburi pelajaran ini. Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa membersihkan jiwa, memperbaiki akhlak, memperbanyak taubat, dan memperoleh keberkahan dalam seluruh urusan dunia hingga akhirat.

"Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan seluruh makhluk."

Wallāhu A'lam bish-Shawāb.

.........

TAUBAT KEREN: HATI BERSIH, SEMUA JADI BERKAH

(Dari kisah kuda murah yang bikin melongo)


---


KISAHNYA

Dalam suatu cerita, si Abdullah bin Mubarok lagi jalan-jalan ke pasar. Dia liat ada kuda dijual cuma 40 dirham. Wah murah banget kan?

Abdullah nanya ke penjualnya:

“Wah kok murah amat, nih kuda?”

Penjualnya jawab:

“Kuda ini punya beberapa kekurangan, Bang.”


“Apa aja tuh kekurangannya?” tanya Abdullah.


“Jadi gini: kuda ini larinya lemot, gak bisa ngejar musuh. Terus gampang capek, jadi ntar musuh malah bisa nyusul. Oh iya, kuda ini juga suka meringkik keras-keras di tempat yang harusnya hening,” jelas penjual.


“Lho, 40 dirham itu kemahalan dong!” kata Abdullah sambil pergi tanpa beli.


Tapi muridnya malah membeli kuda itu.


Pas waktu perang tiba, si murid ikut perang naik kuda itu. Ternyata kuda itu juara banget!


Abdullah heran, lalu nanya ke muridnya:

“Kamu tahu gak kekurangan kudamu?”


“Tahu, Bang. Persis kayak yang dibilang penjual. Tapi pas aku beli, aku bisiki telinganya: ‘Hai kuda! Aku sudah tinggalin dosa dan bertaubat sama Allah. Maka tinggalin juga kekurangan-kekuranganmu ya!’

Kuda itu langsung gerakin kepala tiga kali, kayak seneng banget karena aku udah ninggalin dosa. Dari situ aku sadar: kekurangan kuda itu sebenernya berasal dari pemilik sebelumnya, bukan dari kudanya. Soalnya kuda-kuda milik orang kafir, zalim, munafik, atau sombong itu bakal melaknat pemiliknya, bahkan bisa ngejatuhin mereka dari punggungnya. Sesuai firman Allah: ‘Ingatlah! Laknat Allah akan menimpa orang-orang dzalim.’ Begitu Allah melaknat seseorang, maka segala sesuatu ikut melaknatnya. Akhirnya aku ngerti, makhluk hidup mana pun bakal seneng dan jinak sama pemilik yang bikin mereka bahagia. Dan kebahagiaan itu nanti bakal muncul dalam bentuk yang indah di Hari Kiamat, lalu menuntun pemiliknya masuk surga,” jawab si murid.


---


BULETIN TAUZIAH TASAWUF – TAZKIYATUN NUFŪS


(Versi Gaul Santun)


---


Muqaddimah (Pembuka Santai)


Kisah muridnya Abdullah bin Mubarok sama kuda tuh kaya pelajaran hidup yang dalem banget buat dunia tasawuf dan penyucian jiwa. Memang sih, cerita ini bukan dalil syariat yang berdiri sendiri. Tapi pesannya cocok banget sama prinsip agama: dosa bikin gelap, taubat bikin terang, berkah, dan kebaikan menyebar ke mana-mana, baik ke diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


---


1. Makna (Tafsir Isi Cerita)


Dalam pandangan tasawuf, kisah ini ngajarin kita:


· Hati manusia itu berpengaruh ke amal dan kehidupannya.

· Dosa bukan cuma ngerusak diri sendiri, tapi juga ngilangin berkah dari harta, keluarga, kendaraan, kerjaan, dan semua urusan hidup.

· Taubat yang sungguh-sungguh bakal mendatangkan pertolongan Allah.

· Makhluk Allah punya cara sendiri buat nge-rasain kebaikan atau keburukan pemiliknya.

· Berkah itu lebih penting daripada canggih, kenceng, atau mewah.

· Muridnya Abdullah gak cuma ngandelin kemampuan fisik kuda, tapi lebih pada hubungan baik dengan Allah lewat taubat.


---


2. Hukum (Aturan Agamanya)


a. Wajib taubat

Allah perintah:

"Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman agar kalian beruntung." (QS. An-Nur: 31)


b. Haram berbuat zalim

Allah firman:

"Ingatlah, laknat Allah atas orang-orang yang zalim." (QS. Hud: 18)


c. Sunah husnuzan (berprasangka baik) sama Allah

Orang mukmin diperintah buat ngeharap kebaikan dari Allah dan yakin kalau taubat bakal ngubah hidup.


d. Gak boleh yakin sesuatu tanpa dalil

Percaya kalau hewan tahu semua keadaan spiritual manusia secara mutlak itu jangan dijadikan akidah kecuali ada dalil sahih.


---


3. Hikmah dan Pelajaran (Ibrah Kekinian)


1. Dosa = ilang berkah. Banyak orang punya motor bagus, usaha besar, hp canggih, tapi hidupnya ruwet mulu.

2. Taubat = datang berkah. Sukses bukan cuma karena pinter, tapi karena karunia Allah.

3. Makhluk Allah sayang sama orang saleh. Ulama bilang, bumi, langit, bahkan makhluk lain bisa jadi saksi amal kita.

4. Berkah > mewah. Barang sederhana tapi diberkahi lebih bermanfaat daripada barang mahal tapi gak berkah.

5. Hati bersih = tenang. Orang yang dekat sama Allah biasanya lebih disukai manusia dan makhluk lain.


---


4. Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Hadis Qudsi


(Teks asli, tidak digaulkan)


Al-Qur’an

Allah berfirman:

"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi." (QS. Al-A'raf: 96)


Allah berfirman:

"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3)


Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang ia lakukan." (HR. Ahmad)


Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada." (HR. Tirmidzi)


Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai awan langit kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu." (HR. Tirmidzi)


---


5. Analisis dan Argumen Tasawuf (Gaya Santai)


Para ulama tasawuf bilang, dosa itu ninggalin noda hitam di hati.

Kalau nodanya makin numpuk:


· Cahaya hati meredup

· Firasat jadi rusak

· Amal ilang berkah

· Hidup jadi sesak


Sebaliknya, kalau orang bertaubat:


· Hati bersih

· Doa gampang dikabulin

· Allah bukain pintu kemudahan

· Berkah mengalir ke kerjaan dan harta


Makanya para ulama salaf sering nge-hubungin kesulitan hidup dengan kurangnya ketaatan kepada Allah.


---


6. Amalan (Yang Bisa Dilakukan)


Harian


· Istigfar minimal 100x

· Jaga shalat lima waktu

· Baca Qur'an tiap hari

· Sedekah walau dikit

· Hindari maksiat yang tersembunyi


Mingguan


· Muhasabah diri

· Shalat taubat

· Silaturahim

· Bantu orang lain


Bulanan


· Sedekah khusus

· Khatam Qur'an (atau nambah target tilawah)

· Evaluasi dosa dan kebiasaan buruk


---


7. Relevansi yang Lagi Viral di Zaman Sekarang


Teknologi

Smartphone dan AI canggih-canggih. Tapi kalau tanpa akhlak dan takwa:


· Jadi sarana fitnah

· Nyebarin hoaks

· Ghibah digital

· Konten maksiat


Sebaliknya, teknologi yang diberkahi bisa jadi alat dakwah dan ilmu.


Komunikasi

Medsos bikin komunikasi cepet. Tapi dosa lisan sekarang jadi dosa jari. Satu tulisan bisa nyebar ke jutaan orang.


Transportasi

Mobil, motor, pesawat makin modern. Tapi keselamatan tetap dari Allah. Berkah lebih penting dari kecepatan.


Kedokteran

Ilmu kesehatan maju pesat. Tapi kesembuhan tetap milik Allah. Banyak penyakit hati yang gak bisa diobati dengan obat fisik.


Kehidupan Sosial

Banyak orang terkenal tapi gak tenang. Banyak orang sederhana tapi bahagia. Itu tandanya kebahagiaan sejati itu dari dekat sama Allah.


---


8. Motivasi (Biara Semangat)


Kalau masa lalu penuh dosa, jangan putus asa.

Taubat bisa mengubah:


· Pendosa jadi wali

· Maksiat jadi taat

· Sempit jadi lapang

· Hina jadi mulia


Allah lebih gembira menerima taubat hamba-Nya daripada seorang musafir yang nemu lagi tunggangannya yang hilang di padang pasir.


---


9. Muhasabah dan Caranya (Introspeksi Diri)


Tanyain ke diri sendiri:


· Apa aku masih nyimpen dosa yang belum ditaubatin?

· Apa hartaku bersih dari yang haram?

· Apa lisanku sering nyakitin orang lain?

· Apa aku sudah minta maaf ke sesama?

· Apa aku jaga shalat tepat waktu?


Cara muhasabah:


· Duduk sendiri sebelum tidur

· Ingat-ingat amal seharian

· Nyeselin dosa

· Istigfar

· Bertekad memperbaiki diri besok


---


10. Kemuliaan dan Kehinaan yang Didapat


Di Dunia

Kemuliaan: hati tenang, rezeki berkah, disayang orang saleh, urusan dimudahkan.

Kehinaan: hidup gelisah, ilang berkah, susah dengar nasihat, banyak masalah tanpa sebab jelas.


Di Alam Kubur

Kemuliaan: kubur jadi taman surga, dapet ketenangan.

Kehinaan: kubur jadi sempit, dapet kesulitan sesuai kehendak Allah.


Di Hari Kiamat

Kemuliaan: wajah bercahaya, dapet naungan Allah, hisab dipermudah.

Kehinaan: wajah menghitam, hisab berat, penyesalan panjang.


Di Akhirat

Kemuliaan: ridha Allah, surga, melihat Allah sesuai kehendak-Nya.

Kehinaan: jauh dari rahmat Allah, azab sesuai keadilan-Nya.


---


Doa (Tetap Asli)


اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ النِّفَاقِ، وَأَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ، وَأَلْسِنَتَنَا مِنَ الْكَذِبِ، وَأَعْيُنَنَا مِنَ الْخِيَانَةِ


"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari kemunafikan, amal kami dari riya, lisan kami dari dusta, dan mata kami dari khianat."


اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا بَعْدَ الْمَوْتِ


"Ya Allah, anugerahkan kepada kami taubat yang tulus sebelum kematian, ketenangan saat kematian, serta ampunan dan keridaan setelah kematian."


آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


---


Ucapan Terima Kasih (Versi Santai)


Makasih banget buat semua pembaca yang udah meluangkan waktu buat merenungin pelajaran ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang selalu bersihin jiwa, perbaiki akhlak, perbanyak taubat, dan dapet berkah dalam semua urusan dunia sampai akhirat.


“Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan seluruh makhluk.”


Wallāhu A'lam bish-Shawāb.


---


Semoga versi ini lebih enak dibaca tapi tetep sopan dan bermakna ya! 😊

...........


No comments: