Bismillahirahmanirrahim.
Rabu, 13 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Buat njenengan penikmat ilmu, terkirim oleh oleh maghriban dari Masjid Baitur Rohmat nyantri bareng ust. H. Masykur kupas tipis tipis Kitab Bayanul Mushoffa fi Wasiyatul Musthofa (Syekh Abdul Wahab asy-Sya'roni ) *Edisi 1006* :
......
I. WASIAT RASUL TENTANG HALAL DAN HARAM.
Masalah Halal dan Haram adalah masalah yang sangat penting, yang harus diperhatikan oleh setiap mukmin yang mengharapkan amal ibadahnya diterima oleh Allah, sehingga dapat berhasil mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan alasan ini penyusun risalah ini menempatkan wasiat rasul tentang halal dan haram pada urutan pertama. Halal dan haram memiliki pengaruh yang kuat dalam pembentukan mental spiritual seseorang. Oleh sebab itu, setiap mukmin harus memperhatikan betul terhadap masalah ini dan berusaha mencari yang halal dan mengabaikan yang haram, agar darah dan daging dalam tubuh ini benar-benar bersih dan suci.
1. Pengaruh Makanan Halal
Hai, Ali, barangsiapa yang mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, maka agamanya bersih, hatinya lunak dan doanya tidak terhalang (dikabulkan oleh Allah).
.....,.
HALAL DAN HARAM : Jalan Kesucian Hati dan Terkabulnya Doa.
(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Muqaddimah
Segala puji bagi Allah ﷻ yang menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Masalah halal dan haram bukan sekadar persoalan makanan, minuman, atau harta, tetapi berkaitan langsung dengan kebersihan hati, cahaya ruhani, diterima atau tidaknya ibadah, bahkan menentukan keselamatan di dunia dan akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam wasiatnya kepada Sayyidina Ali r.a.:
“Wahai Ali, barangsiapa mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, maka agamanya bersih, hatinya lunak, dan doanya tidak terhalang (dikabulkan oleh Allah).”
Makna (Tafsir) Isi Redaksi
1. “Barangsiapa mengonsumsi makanan dan minuman yang halal”
Yang dimaksud halal bukan hanya zat makanannya, tetapi juga:
- Halal cara mendapatkannya.
- Halal prosesnya.
- Halal sumber hartanya.
- Tidak berasal dari penipuan, riba, korupsi, suap, kedzaliman, atau pencurian.
Dalam ilmu tasawuf, makanan halal adalah cahaya bagi ruh. Sedangkan makanan haram adalah kegelapan yang mengotori hati.
2. “Maka agamanya bersih”
Orang yang menjaga halal:
- Mudah khusyuk.
- Mudah taat.
- Tidak berat beribadah.
- Cepat tersentuh nasihat.
Karena makanan halal menjadi bahan bakar ketaatan.
Sebaliknya, makanan haram melahirkan:
- Kemalasan ibadah.
- Keras hati.
- Mudah bermaksiat.
- Sulit menerima kebenaran.
3. “Hatinya lunak”
Hati yang lunak ialah:
- Mudah menangis karena Allah.
- Mudah iba kepada sesama.
- Mudah menerima kebenaran.
- Tidak sombong dan keras.
Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa salah satu sebab kerasnya hati adalah makanan haram dan syubhat.
4. “Doanya tidak terhalang”
Doa adalah hubungan antara hamba dengan Allah. Namun makanan haram menjadi penghalang terbesar terkabulnya doa.
Rasulullah ﷺ menceritakan seseorang yang berdoa sambil mengangkat tangan:
“Ya Rabb, Ya Rabb…” Tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, maka bagaimana doanya dikabulkan?
Hukum (Ahkam)
1. Wajib mencari yang halal
Mencari rezeki halal adalah kewajiban.
2. Haram memakan yang haram
Seperti:
- Riba
- Korupsi
- Penipuan
- Suap
- Judi
- Hasil kedzaliman
3. Wajib meninggalkan syubhat
Syubhat adalah perkara samar antara halal dan haram.
Orang yang menjaga diri dari syubhat berarti menjaga agama dan kehormatannya.
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Halal adalah sumber keberkahan
Sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak namun haram.
2. Kebersihan hati dimulai dari perut
Banyak orang ingin hati tenang tetapi tidak memperhatikan sumber makanannya.
3. Rezeki haram merusak generasi
Anak yang tumbuh dari harta haram rentan kepada kerusakan moral dan spiritual.
4. Makanan mempengaruhi akhlak
Dalam tasawuf, makanan haram dapat menggelapkan ruh dan mematikan cahaya hati.
Dalil Al-Qur’an
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi.” — QS. Al-Baqarah: 168
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.” — QS. Al-Baqarah: 172
“Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” — QS. Al-Ma’idah: 27
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.” — HR. Bukhari dan Muslim
“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih pantas baginya.” — HR. Tirmidzi
“Mencari yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban.” — HR. Thabrani
Hadis Qudsi
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Ini menunjukkan bahwa ibadah yang dibangun dari sesuatu yang haram sulit diterima oleh Allah.
Analisis dan Argumentasi
Di zaman modern, perkara halal dan haram semakin samar:
- Riba dianggap biasa.
- Penipuan digital dianggap cerdas.
- Konten haram dijadikan hiburan.
- Korupsi dianggap budaya.
- Flexing harta haram dianggap kesuksesan.
Padahal kerusakan hati manusia modern banyak berasal dari:
- Rezeki tidak halal.
- Gaya hidup berlebihan.
- Tidak berhati-hati dalam mencari nafkah.
Tasawuf mengajarkan:
“Awal perjalanan menuju Allah adalah membersihkan perut dari yang haram.”
Karena hati yang dipenuhi kegelapan tidak mampu menerima cahaya ma’rifat.
Amalan (Implementasi)
1. Memeriksa sumber penghasilan
Tanyakan pada diri:
- Apakah ada unsur riba?
- Penipuan?
- Kedzaliman?
- Hak orang lain?
2. Membiasakan makan secukupnya
Jangan berlebihan.
3. Memperbanyak istighfar
Agar Allah membersihkan hati dan rezeki.
4. Bersedekah dari harta halal
Sedekah dari yang halal memiliki cahaya besar.
5. Menjauhi syubhat
Meninggalkan yang meragukan demi keselamatan agama.
Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Hari ini banyak fenomena:
- Pinjaman online ribawi.
- Judi online.
- Penipuan digital.
- Konten haram menghasilkan uang.
- Korupsi berjamaah.
- Flexing kekayaan di media sosial.
Banyak orang terlihat kaya tetapi:
- Hatinya gelisah.
- Keluarganya rusak.
- Anak sulit diatur.
- Ibadah tidak nikmat.
Karena keberkahan telah dicabut.
Sebaliknya ada orang sederhana:
- Makan sederhana.
- Rezeki sedikit.
- Tetapi hidupnya tenang dan penuh berkah.
Motivasi
Jangan malu hidup sederhana dengan rezeki halal.
Lebih mulia:
- makan tempe halal, daripada daging dari hasil haram.
Lebih mulia:
- rumah kecil penuh keberkahan, daripada istana dari kedzaliman.
Karena Allah melihat:
- kebersihan hati,
- bukan kemewahan dunia.
Muhasabah
Renungkan:
- Dari mana uang yang kita makan?
- Apakah ada hak orang lain?
- Apakah pekerjaan kita diridhai Allah?
- Apakah keluarga kita tumbuh dari yang halal?
Caranya:
- Evaluasi penghasilan.
- Tinggalkan transaksi haram.
- Kembalikan hak orang lain.
- Perbanyak taubat.
- Biasakan hidup qana’ah.
Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan Rezeki Halal
Di Dunia
- Hati tenang.
- Keluarga berkah.
- Ibadah nikmat.
- Dicintai orang saleh.
Di Alam Kubur
- Kubur menjadi taman surga.
- Mendapat ketenangan.
Di Hari Kiamat
- Wajah bercahaya.
- Amal mudah dihisab.
Di Akhirat
- Mendapat ridha Allah.
- Masuk surga dengan selamat.
Kehinaan Rezeki Haram
Di Dunia
- Hati gelisah.
- Hidup tidak berkah.
- Mudah bermaksiat.
Di Alam Kubur
- Mendapat himpitan dan penyesalan.
Di Hari Kiamat
- Hisab berat.
- Dipermalukan di hadapan manusia.
Di Akhirat
- Ancaman neraka bagi yang tidak bertaubat.
Doa
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal dari-Mu sehingga kami terhindar dari yang haram, dan kayakanlah kami dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا وَأَرْزَاقَنَا وَأَعْمَالَنَا
“Ya Allah, sucikan hati kami, rezeki kami, dan amal-amal kami.”
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
Penutup
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang:
- mencintai yang halal,
- menjauhi yang haram,
- diberi hati yang lembut,
- doa yang dikabulkan,
- dan akhir kehidupan yang husnul khatimah.
Ucapan Terima Kasih
Terima kasih kepada seluruh pembaca yang telah meluangkan waktu untuk membaca buletin tauziah ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat, cahaya bagi hati, dan pengingat untuk senantiasa membersihkan jiwa dalam perjalanan menuju Allah ﷻ.
Jazakumullahu khairan katsiran.
........
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfa'at selalu.
—M. Djoko ekasanU—
........
---
Bismillahirahmanirrahim.
Rabu, 13 Mei 2026
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Halo, njenengan para pecinta ilmu! Ini dia oleh-oleh ngabuburit dari Masjid Baitur Rohmat bareng Ustadz H. Masykur yang kupas tipis-tipis Kitab Bayanul Mushoffa fi Wasiyatul Musthofa (karya Syekh Abdul Wahab asy-Sya’roni) Edisi 1006 :
---
I. WASIAT RASUL SOAL HALAL DAN HARAM
Teman-teman, soal halal dan haram tuh bukan main pentingnya. Apalagi buat kita yang pengen ibadahnya diterima Allah dan pingin bahagia dunia akhirat. Makanya dalam risalah ini, wasiat Rasul tentang halal-haram ditaruh di urutan pertama. Soalnya, halal dan haram itu sangat ngaruh ke mental dan spiritual seseorang. Setiap mukmin wajib banget perhatiin masalah ini, berusaha cari yang halal, dan jauhi yang haram, biar darah dan daging kita benar-benar bersih dan suci.
1. Pengaruh Makanan Halal
Rasulullah ﷺ bersabda (kepada Ali):
“Hai, Ali, barangsiapa yang mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, maka agamanya bersih, hatinya lunak dan doanya tidak terhalang (dikabulkan oleh Allah).”
---
HALAL DAN HARAM : Jalan Kesucian Hati dan Terkabulnya Doa
(Dalam Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs)
Muqaddimah (Pendahuluan ala kekinian)
Alhamdulillah, puji syukur buat Allah yang udah ngasih yang baik-baik dan ngelarang yang jelek-jelek. Shalawat salam buat Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabat, dan siapa aja yang ngikutin beliau sampai akhir zaman.
Guys, masalah halal dan haram tuh bukan cuma urusan makanan, minuman, atau harta, lho. Tapi langsung nyambung ke bersihnya hati, cahaya ruhani, diterima enggaknya ibadah, bahkan selamat enggaknya kita di dunia dan akhirat.
---
Makna (Tafsir) Isi Redaksi - Biar Nggak Bingung
1. “Barangsiapa mengonsumsi makanan dan minuman yang halal”
Maksudnya, bukan cuma zatnya aja yang halal. Tapi:
· Cara dapetinnya halal
· Prosesnya halal
· Sumber hartanya halal
Nggak boleh dari hasil nipu, riba, korupsi, nyogok, zalim, atau maling.
Dalam ilmu tasawuf, makanan halal itu ibarat cahaya buat ruh. Makanan haram itu kegelapan yang ngotori hati.
2. “Maka agamanya bersih”
Orang yang jaga makanannya halal:
· Gampang khusyuk
· Gampang taat
· Nggak berat ibadah
· Cepet tersentuh nasihat
Kebalikannya, makanan haram bikin:
· Males ibadah
· Hati keras
· Gampang maksiat
· Susah nerima kebenaran
3. “Hatinya lunak”
Hati yang lunak itu:
· Gampang nangis karena Allah
· Gampang iba sama sesama
· Gampang nerima kebenaran
· Nggak sombong dan keras
Imam Al-Ghazali bilang, salah satu penyebab kerasnya hati itu makanan haram dan syubhat.
4. “Doanya tidak terhalang”
Doa itu komunikasi kita sama Allah. Tapi makanan haram jadi penghalang terbesar terkabulnya doa.
Rasulullah ﷺ ceritain ada orang yang berdoa sambil angkat tangan:
“Ya Rabb, Ya Rabb…” tapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram. Masa doanya mau dikabulkan?
---
Hukum (Ahkam) - Singkat, Padat, Jelas
1. Wajib nyari yang halal
2. Haram memakan yang haram (riba, korupsi, nipu, nyogok, judi, hasil zalim)
3. Wajib ninggalin yang syubhat (samar-samar antara halal dan haram). Siapa yang jaga diri dari syubhat, berarti jaga agama dan kehormatannya.
---
Hikmah dan Pelajaran (Ibrah)
1. Halal itu sumber berkah – sedikit tapi halal, lebih baik daripada banyak tapi haram.
2. Kebersihan hati mulai dari perut – banyak orang pengen hati tenang, tapi lupa sama sumber makanannya.
3. Rezeki haram ngerusak generasi – anak yang tumbuh dari harta haram rawan rusak moral dan spiritualnya.
4. Makanan pengaruhi akhlak – dalam tasawuf, makanan haram bisa ngelapin ruh dan matiin cahaya hati.
---
Dalil Al-Qur’an (Teks asli, nggak diubah)
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal lagi baik yang terdapat di bumi.” — QS. Al-Baqarah: 168
“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.” — QS. Al-Baqarah: 172
“Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.” — QS. Al-Ma’idah: 27
---
Hadis Rasulullah ﷺ (Teks asli)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.” — HR. Bukhari dan Muslim
“Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih pantas baginya.” — HR. Tirmidzi
“Mencari yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban.” — HR. Thabrani
---
Hadis Qudsi
Allah ﷻ berfirman:
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.”
Artinya: ibadah yang dibangun dari yang haram, susah diterima Allah.
---
Analisis dan Argumentasi - Zaman Now
Nah, di zaman kekinian ini, urusan halal-haram makin samar-samar:
· Riba dianggap biasa
· Penipuan digital dianggap pinter
· Konten haram jadi hiburan
· Korupsi jadi budaya
· Flexing harta haram dianggap sukses
Padahal, rusaknya hati manusia modern banyak yang bersumber dari:
· Rezeki nggak halal
· Gaya hidup berlebihan
· Nggak hati-hati cari nafkah
Tasawuf ngajarin:
“Awal perjalanan menuju Allah itu membersihkan perut dari yang haram.”
Karena hati yang penuh gelap nggak bakal mampu nerima cahaya ma’rifat.
---
Amalan (Implementasi) - Gampang, Kok!
1. Periksa sumber penghasilan – tanya ke diri sendiri: ada riba? nipu? zalim? hak orang lain?
2. Biasakan makan secukupnya – jangan berlebihan
3. Perbanyak istighfar – biar Allah bersihin hati dan rezeki
4. Bersedekah dari harta halal – sedekah yang halal punya cahaya gede
5. Jauhi syubhat – tinggalkan yang meragukan demi keselamatan agama
---
Relevansi yang Viral di Zaman Sekarang
Sekarang ini banyak banget fenomena:
· Pinjol ribawi
· Judol (judi online)
· Penipuan digital
· Konten haram yang menghasilkan uang
· Korupsi berjamaah
· Flexing harta di medsos
Banyak orang keliatan kaya, tapi:
· Hatinya gelisah
· Keluarganya berantakan
· Anaknya susah diatur
· Ibadahnya nggak enak
Karena keberkahannya udah dicabut.
Sebaliknya, ada orang sederhana:
· Makan seadanya
· Rezekinya sedikit
· Tapi hidupnya tenang dan penuh berkah
---
Motivasi
Jangan malu hidup sederhana dengan rezeki halal, ya.
Lebih mulia:
Makan tempe yang halal daripada daging dari hasil haram.
Lebih mulia:
Rumah kecil penuh berkah daripada istana dari kezaliman.
Karena Allah liat kebersihan hati, bukan kemewahan dunia.
---
Muhasabah - Yuk Renungkan
· Dari mana uang yang kita makan?
· Ada hak orang lain nggak?
· Apakah pekerjaan kita diridhai Allah?
· Apakah keluarga kita tumbuh dari yang halal?
Caranya gampang:
· Evaluasi penghasilan
· Tinggalkan transaksi haram
· Kembalikan hak orang lain
· Perbanyak taubat
· Biasakan hidup qana’ah (nerima dengan cukup)
---
Kemuliaan dan Kehinaan
Kemuliaan Rezeki Halal
Di dunia: hati tenang, keluarga berkah, ibadah nikmat, dicintai orang saleh
Di alam kubur: kubur jadi taman surga, dapat ketenangan
Hari kiamat: wajah bercahaya, amal mudah dihisab
Di akhirat: dapat ridha Allah, masuk surga dengan selamat
Kehinaan Rezeki Haram
Di dunia: hati gelisah, hidup nggak berkah, gampang maksiat
Di alam kubur: dapat himpitan dan penyesalan
Hari kiamat: hisab berat, dipermalukan di depan manusia
Di akhirat: ancaman neraka (kecuali bertaubat)
---
Doa
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah, cukupkanlah kami dengan yang halal dari-Mu sehingga kami terhindar dari yang haram, dan kayakanlah kami dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا وَأَرْزَاقَنَا وَأَعْمَالَنَا
“Ya Allah, sucikan hati kami, rezeki kami, dan amal-amal kami.”
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
---
Penutup
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang:
· Mencintai yang halal
· Menjauhi yang haram
· Diberi hati yang lembut
· Doanya dikabulkan
· Dan dikasih husnul khatimah
---
Ucapan Terima Kasih
Makasih banget buat njenengan semua yang udah meluangkan waktu buat baca buletin tauziah ini. Semoga jadi ilmu yang bermanfaat, cahaya buat hati, dan pengingat buat terus bersihin jiwa dalam perjalanan menuju Allah ﷻ.
Jazakumullahu khairan katsiran.
---
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga bermanfaat selalu.
— M. Djoko ekasanU —

No comments:
Post a Comment