Sunday, May 31, 2026

231dur. cinta Allah bukan cinta anak

 14. KEUTAMAAN CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA.

Dikisahkan, bahwa di akhir hayatnya, Samnun mengawini seorang perempuan, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak perempuan untuknya. Ketika sang anak berusia tiga tahun, Samnun merasakan kecintaan yang sangat pada anaknya itu. Kemudian dia bermimpi seolah-olah kiamat telah bangkit, dan panji-panji para nabi dan wali telah dikibarkan, dan di belakang mereka ada sebuah bendera yang tinggi, yang cahayanya telah menutupi cakrawala. Samnun menanyakan tentang bendera itu, lantas dijawab malaikat : “Itu adalah bendera orang-orang yang mencintai Allah dengan tulus”. Samnun melihat dirinya tiba-tiba berada di tengah-tengah mereka. Namun malaikat datang lalu mengeluarkannya dari tengah-tengah mereka. Samnun memprotes : “Saya mencintai Allah Taala, dan ini adalah bendera orang-orang yang mencintai-Nya, kenapa engkau keluarkan saya?”

Malaikat itu menjawab : “Ya, memang engkau termasuk golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala. Namun, kecintaan kepada anakmu itu telah menguasai hatimu, maka kami hapus namamu dari golongan orang-orang yang mencintai Allah Taala”.

Mendengar jawaban malaikat itu, Samnun menangis sambil mengiba-iba di dalam tidurnya seraya berkata : “Ilahi, seandainya anak itu menjadi penghalang bagiku terhadapMu, maka singkirkanlah dia dariku sehingga aku dapat mendekat kepada-Mu dengan kelembutan dan kemurahan-Mu”.

Kemudian dia mendengar suara teriakan yang mengatakan : “Wah, celaka!”. Maka Samnun pun terjaga, lalu dia bertanya : “Teriakan apakah ini?”.

Orang-orang menjawab : “Anak Anda terjatuh dari loteng sampai mati!”.

Samnun berucap : “Segala puji bagi Allah Yang telah menghilangkan penghalang dariku”. (Misykatul Anwar).

.........

No comments: