Friday, July 10, 2026

1117aj. Metode dan Tahapan Menuntut Ilmu

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB ADAB THALIB AL - ILMI (PERTEMUAN KE-18) : PASAL 2, POIN 16, METODE DAN TAHAPAN MENUNTUT ILMU, MATAN NO. 14 (LANJUTAN)*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

AHAD, 22 DZULKA'DA 1447 / 10 MEI 2026


⏰  BA'DA ASHAR - SELESAI


TEMPAT  :

* MASJID BAITUL JANNAH, PERUM. CENTRAL PARK A.YANI REGENCY, KETINTANG, SURABAYA



https://www.youtube.com/live/1bRzuTA3IZ8?si=U3FM38fJQodYo4M8

.......

Metode dan Tahapan Menuntut Ilmu

"Naiklah Setahap Demi Setahap, Niscaya Allah Mengangkat Derajatmu."

(Renungan Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs berdasarkan Kitab Adab Ṭālib al-'Ilmi, Pasal 2, Poin 16, Matan No. 14)

Ilmu adalah cahaya dari Allah. Cahaya itu tidak diberikan kepada hati yang tergesa-gesa, sombong, atau ingin segera dipuji. Dalam perspektif tasawuf, seorang penuntut ilmu harus berjalan sebagaimana seorang musafir menuju Allah: sedikit demi sedikit, tetapi istiqamah.

Buah yang dipetik sebelum matang akan terasa pahit. Begitu pula ilmu yang dipelajari tanpa tahapan sering melahirkan kesombongan, perdebatan, dan kebingungan. Sebaliknya, ilmu yang dipelajari secara bertahap akan melahirkan adab, hikmah, rasa takut kepada Allah, dan akhlak yang mulia.

Para ulama salaf memulai dari memperbaiki niat, mempelajari yang fardhu 'ain, menghafal dasar-dasar ilmu, mengamalkannya, kemudian baru naik kepada ilmu yang lebih tinggi. Mereka lebih takut kehilangan keikhlasan daripada kehilangan hafalan.

Allah tidak menilai seberapa cepat seseorang selesai belajar, tetapi seberapa ikhlas ia berjalan menuju-Nya.

Dalil Al-Qur'an

"...Dan bertakwalah kepada Allah, niscaya Allah akan mengajarimu..."

QS. Al-Baqarah: 282

"...Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."

QS. Al-Mujādilah: 11

"Dan katakanlah: Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu."

QS. Ṭāhā: 114

Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."

(HR. Muslim)

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus walaupun sedikit."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya..."

(HR. Bukhari)

Pelajaran dari hadis qudsi ini adalah bahwa kedekatan kepada Allah dibangun melalui proses yang terus-menerus, bukan dengan tergesa-gesa.

Muhasabah

Tanyakan kepada diri sendiri:

  • Apakah aku belajar untuk mencari ridha Allah atau mencari pujian manusia?
  • Apakah ilmuku sudah diamalkan?
  • Apakah aku sabar mempelajari ilmu dari dasar?
  • Apakah aku menghormati guru dan teman belajar?
  • Apakah setiap hari aku menambah ilmu walaupun sedikit?

Cara Bermuhasabah

  1. Luruskan niat sebelum belajar.
  2. Mulailah dari ilmu yang paling dibutuhkan.
  3. Jangan berpindah ke pelajaran berikutnya sebelum memahami dasar.
  4. Catat ilmu dan ulangi setiap hari.
  5. Amalkan setiap ilmu yang telah dipelajari.
  6. Perbanyak doa agar Allah memberikan ilmu yang bermanfaat.
  7. Jauhi riya', ujub, dan merasa paling tahu.

Doa

اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي الْإِخْلَاصَ فِي الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

Artinya:

"Ya Allah, berilah aku manfaat dari ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku. Ajarkanlah kepadaku ilmu yang bermanfaat, tambahkanlah ilmuku, dan anugerahkanlah kepadaku keikhlasan dalam ucapan dan amal."

Penutup

Janganlah berlomba menjadi orang yang paling banyak ilmunya, tetapi berlombalah menjadi orang yang paling ikhlas mengamalkan ilmunya. Sebab ilmu tanpa adab akan menjadi fitnah, sedangkan ilmu yang disertai tazkiyatun nufūs akan menjadi cahaya yang menuntun menuju ridha Allah.

Jazakumullāhu khairan katsīrā.

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita semua sebagai penuntut ilmu yang ikhlas, beradab, istiqamah, mengamalkan ilmu, serta dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Āmīn yā Rabbal 'ālamīn.

.......

No comments: