Friday, July 10, 2026

1118aj. Menjaga Kesucian Fitrah: Tazkiyatun Nufūs dalam Menjauhi Dosa Liwāṭ

 📡  LIVE STREAMING


 📖 *KITAB AL KABA'IR : DOSA BESAR KE-17, LIWATH*


🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*


TANGGAL :

KAMIS, 26 DZULKA'DA 1447 / 14 MEI 2026


⏰  08.30 - SELESAI


TEMPAT  :  

MASJID SUKRI ADENAN, PURI SAFIRA REGENCY, MENGANTI, GRESIK


Youtube  :

https://www.youtube.com/live/kYKj9V54NoA?si=hYQ6uEoi6oQM6Lrn

......

Judul:

Menjaga Kesucian Fitrah: Tazkiyatun Nufūs dalam Menjauhi Dosa Liwāṭ

Segala puji bagi Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni-Nya selama seorang hamba benar-benar bertaubat dengan taubat nasuha.

1. Makna dan Nasihat Tasawuf

Dalam Kitab Al-Kabā'ir, dosa liwāṭ (hubungan seksual sesama laki-laki) disebut sebagai salah satu dosa besar. Perspektif Tazkiyatun Nufūs memandang bahwa akar setiap maksiat bukan sekadar perbuatan lahiriah, tetapi karena hati yang dikuasai hawa nafsu dan syahwat sehingga jauh dari cahaya Allah.

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) tidak hanya berusaha meninggalkan dosa, tetapi juga membersihkan hati dari segala keinginan yang mengantarkan kepada dosa tersebut. Musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu yang tidak dikendalikan.

Allah membuka pintu taubat selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat. Karena itu, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

2. Al-Qur'an yang Berkaitan

Firman Allah:

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth. Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun sebelum kamu di dunia ini?'" (QS. Al-A'raf: 80)

"Sesungguhnya kamu mendatangi laki-laki untuk melampiaskan syahwatmu, bukan kepada perempuan. Bahkan kamu adalah kaum yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 81)

"Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa." (QS. Az-Zumar: 53)

3. Hadis yang Berkaitan

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Tidaklah seorang pezina berzina ketika berzina dalam keadaan beriman." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi peringatan bahwa maksiat melemahkan cahaya iman hingga pelakunya wajib segera bertaubat.

4. Hadis Qudsi

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai anak Adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampuni dosa-dosamu dan Aku tidak peduli." (HR. Tirmidzi)

Hadis qudsi ini menumbuhkan harapan bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada Allah dengan tulus.

5. Muhasabah

Renungkanlah setiap hari:

  • Apakah hawa nafsuku lebih aku turuti daripada perintah Allah?
  • Apakah pandanganku sudah dijaga?
  • Apakah aku memilih lingkungan yang menjaga iman atau justru menggoda kepada maksiat?
  • Sudahkah aku menangisi dosa-dosaku di hadapan Allah?
  • Seandainya malam ini adalah malam terakhir hidupku, apakah aku siap bertemu Allah?

6. Cara Membersihkan Jiwa (Tazkiyatun Nufūs)

  1. Taubat nasuha dengan penyesalan yang sungguh-sungguh.
  2. Menjaga shalat lima waktu dan memperbanyak shalat malam.
  3. Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
  4. Menundukkan pandangan dari hal-hal yang membangkitkan syahwat.
  5. Berpuasa sunnah untuk melemahkan hawa nafsu.
  6. Memperbanyak dzikir: Lā ilāha illallāh, Astaghfirullāh, dan shalawat kepada Nabi ﷺ.
  7. Bersahabat dengan orang-orang saleh serta menjauhi lingkungan yang mengajak kepada maksiat.
  8. Mengisi waktu dengan ilmu, amal saleh, dan pelayanan kepada sesama.

7. Doa

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي، وَحَصِّنْ فَرْجِي، وَاغْفِرْ لِي ذُنُوبِي، وَاصْرِفْ عَنِّي سُوءَ الْفِتَنِ، وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ.

Artinya:

"Ya Allah, sucikanlah hatiku, jagalah kehormatanku, ampunilah dosa-dosaku, jauhkan aku dari fitnah dan godaan yang buruk, serta jadikan aku termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh."

Penutup

Tasawuf mengajarkan bahwa sebesar apa pun dosa seorang hamba, rahmat Allah lebih besar. Yang paling penting bukan seberapa kelam masa lalu seseorang, melainkan kesungguhan untuk kembali kepada Allah, membersihkan hati, melawan hawa nafsu, dan istiqamah di jalan ketaatan.

Semoga Allah menjadikan hati kita bersih, menjaga fitrah kita, menguatkan kita dalam melawan hawa nafsu, serta mengakhiri kehidupan kita dengan husnul khatimah. Āmīn.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca nasihat ini. Semoga Allah memberi keberkahan ilmu, membersihkan hati kita, menerima amal ibadah kita, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat dan istiqamah. Aamiin.

.....

No comments: