📡 📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB RIYADHUSH SHALIHIN : BAB 62, MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN DAN MEMBERIKAN SANTUNAN*
🎙 *Ustadz ABU JUNDY HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
AHAD, 08 DZULHIJJAH 1447 H / 24 MEI 2026
⏰ BA'DA MAGRIB - SELESAI
TEMPAT :
* DI MASJID ASH-SHIDDIQ, JL. RAYA KALIJATEN NO. 94, TAMAN, SEPANJANG, SIDOARJO
Youtube :
https://www.youtube.com/live/Jq-UjAdBZ6s?si=eCjCVrxyDapeb7kQ
.........
Mendahulukan Orang Lain: Jalan Membersihkan Hati Menuju Cinta Allah
(Renungan Tasawuf – Tazkiyatun Nufūs dari Kitab Riyāḍuṣ Ṣāliḥīn Bab 62: Mendahulukan Kepentingan Orang Lain dan Memberikan Santunan)
Bismillāhir-Raḥmānir-Raḥīm.
Dalam pandangan tasawuf, mendahulukan kepentingan orang lain (itsār) bukan sekadar akhlak yang baik, tetapi tanda hati yang telah dibersihkan dari penyakit cinta dunia, egoisme, kikir, dan ujub. Orang yang telah merasakan manisnya iman akan lebih bahagia ketika melihat saudaranya bahagia daripada ketika dirinya sendiri memperoleh kenikmatan.
Allah tidak melihat banyaknya harta yang kita miliki, tetapi melihat seberapa ikhlas kita berbagi kepada sesama.
Dalil Al-Qur'an
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka juga memerlukan apa yang mereka berikan itu. Barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 9)
Firman Allah yang lain:
"Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan yang sempurna sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai." (QS. Ali 'Imran: 92)
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda:
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan memberikan nafkah kepadamu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hikmah Tasawuf (Tazkiyatun Nufūs)
Orang yang selalu mendahulukan orang lain sedang mendidik jiwanya agar:
- Tidak diperbudak harta.
- Tidak dikuasai sifat bakhil.
- Menumbuhkan kasih sayang kepada seluruh makhluk.
- Mengharap ridha Allah semata, bukan pujian manusia.
- Menjadi hamba yang lembut hati, lapang dada, dan penuh syukur.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa salah satu tanda hati yang hidup adalah mudah memberi, meskipun dirinya sendiri dalam keadaan sederhana.
Muhasabah Diri
Renungkanlah:
- Apakah aku masih berat membantu orang lain?
- Apakah aku lebih sering menghitung apa yang hilang daripada pahala yang Allah janjikan?
- Apakah aku memberi karena Allah atau agar dipuji manusia?
- Sudahkah aku membahagiakan orang tua, keluarga, tetangga, dan fakir miskin hari ini?
Cara Melatih Itsār
- Biasakan berbagi walaupun sedikit.
- Dahulukan kebutuhan orang lain ketika mampu.
- Sembunyikan sedekah agar hati tetap ikhlas.
- Bergaul dengan orang-orang dermawan.
- Banyak mengingat bahwa seluruh harta hanyalah titipan Allah.
- Mohon kepada Allah agar dibersihkan dari sifat bakhil.
Doa
Allāhumma ṭahhir qalbī minasy-syuḥḥi wal-bukhli, wazayyinhu bil-īkhlāṣi wal-karami wal-itsār. Allāhumma aj‘alnī miftāḥan lil-khair, mighlāqan lisy-syarri, warzuqnī qalban salīman wa nafsan muṭma'innah. Āmīn.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hatiku dari sifat kikir dan bakhil. Hiasilah ia dengan keikhlasan, kemurahan hati, dan sifat mendahulukan orang lain. Jadikanlah aku pembuka segala kebaikan, penutup segala keburukan, serta anugerahkan kepadaku hati yang bersih dan jiwa yang tenang. Aamiin."
Ucapan Terima Kasih
Jazakumullāhu khairan katsīrā kepada seluruh kaum muslimin yang terus menebarkan kebaikan, membantu sesama, menyantuni fakir miskin, memuliakan tetangga, serta menghidupkan sunnah berbagi. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan menjadi pemberat timbangan amal, penyuci jiwa, pembuka pintu rezeki, dan sebab memperoleh naungan Allah pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang gemar memberi, ringan menolong, ikhlas beramal, dan meraih derajat al-abrar serta kedekatan dengan-Nya. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
.......
No comments:
Post a Comment