Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.
Berdasarkan hadits ini, ada sebuah cerita dari Abi Qilabah ra., hikayat itu diceritakan: Sesungguhnya Abi Qilabah bermimpi di dalam tidurnya seolah-olah kubur itu telah pecah dan mayitmayitnya sama keluar dari kuburnya, lalu mayit-mayit itu duduk di tepi kuburan, seolah-olah diantara kedua tangan setiap seorang dari mereka terdapat nampan yang terbikin dari nur, maka aku bertanya kepadanya: “Aku tidak melihat diantara kedua tanganmu terdapat nur.” Lalu mayit itu berkata: “Sesungguhnya mereka itu mempunyai anak dan beberapa teman yang menghadiahkan kebaikan kepadanya, mereka sama bersedekah (di dunia) untuk ditujukan kepada mereka (yang mati) dan nur inilah hasil dari apa yang mereka hadiahkan kepada mereka (yang mati), dan aku ini mempunyai seorang anak yang tidak shalih, serta tidak mau mendoakan kepadaku, dan tidak yang ditujukan kepadaku, oleh karena itu, aku ini tidak mempunyai nur, dan aku ini merasa malu diantara tetangga-tetanggaku.”
Tatkala Abi Qilabah terbangun, ia lalu memanggil anaknya lelaki itu, dan menceritakan apa yang diimpikannya, maka anaknya berkata: “Aku bertaubat dihadapan Tuan, dan aku tidak akan kembali kepada apa (yang pernah aku lakukan) untuk selamanya.” Lalu anaknya lelaki itu tersibukkan oleh ketaatan (kepada Allah), dan berdoa, serta bersedekah yang ditujukan kepada bapaknya.
Dan tatkala telah lewat atas diri Abu Qilabah masa (yang lama), maka Abi Qalabah bermimpi sekali lagi dalam tidurnya, tentang kubur dan keadaannya, ia melihat ada nur di hadapan lelaki itu, nur itu lebih terang dari pada sinar matahari, dan lebih banyak dibandingkan dari nur teman-temannya. Maka lelaki itu berkata: “Semoga Allah membalas kebaikanmu, dan aku telah selamat dari rasa malu kepada tetangga.”
.......
No comments:
Post a Comment