Wednesday, May 27, 2026

364daq. Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

 Bab 11 Memanggilnya Ruh Setelah Keluar dari Badan.

Diriwayatkan dari Aisyah ra., ia berkata: Aku sedang duduk dengan bersila di dalam rumah, pada waktu itu Rasulullah saw. masuk, lalu beliau memberi salam kepadaku, tatkala aku hendak berdiri untuk memuliakan beliau, sebagaimana adat kebiasaanku ketika beliau masuk rumah. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Duduklah kamu di tempatmu, tidak ada buatmu untuk berdiri hai ummu mukminin.” Lalu Aisyah berkata: Kemudian Rasulullah saw. duduk dan meletakkan kepalanya di atas pangkuanku, beliau tidur dengan telentang, dan di atas tengkuknya, aku berbuat mencari uban jenggotnya, akhirnya aku melihat dalam jenggot Nabi terdapat 11 rambut putih. Lalu aku berpikir di dalam diriku, aku mengatakan sesungguhnya Nabi saw. ini akan meninggal sebelum aku, maka tinggallah umat ini tanpa ada Nabi. Lalu aku menangis. sehingga air mataku mengalir di pipiku, dan meneteslah air mataku ke wajah Rasulullah saw. maka beliau terbangun dari tidurnya seraya beliau bertanya: “Apa yang menjadikan kamu menangis hai ummu mukminin.” Lalu aku menceritakan kepada Nabi suatu cerita. Kemudian Nabi saw. bertanya: “Keadaan apa yang paling pedih atas diri mayit!” Aku menjawab: Tidak ada keadaan yang lebih pedih atas diri mayit di saat keluarnya mayit dari rumahnya sedangkan anak-anaknya berduka cita dibelakangnya, seraya mengatakan: Aduh…. bapak, aduh …. ibu dan bapak berkata Aduh…. anak.” Maka Nabi saw. bersabda: “Ini lebih pedih (lagi). Dan apa yang lebih pedih dari itu?” Aku menjawab: Tidak ada keadaan yang lebih pedih atas mayit ketika diletakkan dalam liang landak (kubur) dan dirinya diuruk dengan tanah, kembalilah para kerabatnya, anakanaknya, dan kekasih-kekasihnya, mereka semua menyerahkan mayit Itu kepada Allah Ta’ala beserta perbuatan amalnya. Lalu datanglah Munkar dan Nakir dalam kuburnya. Maka Nabi saw, bersabda: “Apa yang lebih pedih dari itu?” Aku menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih tahu.” Nabi saw. bersabda: “Hai Aisyah, sesungguhnya keadaan yang paling pedih atas diri mayit adalah ketika orang yang memandikan masuk kepadanya untuk memandikan dirinya, lalu orang yang memandikan itu mengeluarkan cincin maylt muda dari jari-jarinya, dan orang yang memandikan itu melepaskan baju pengantin dari badannya, serta melepaskan serban mayit tua dan mayit Alim dari kepalanya guna dimandikan. Maka ketika itu, ruhnya memanggil sewaktu melihat mayit itu dalam keadaan telunjang, dengon suara yang bisa didengar oleh seluruh makhluk kecuali jin dan manusia.” Ruh itu mengucapkan: “Hai orang yang memandikan, aku meminta kepadamu, demi Allah, agar engkau mencopot bajuku dengan pelan, maka sesungguhnya aku pada saat ini benar-benar ingin istirahat akibat kesakitan dari tarikan malaikat maut.”

........

No comments: