📡 LIVE STREAMING
📖 *KITAB 50 KAIDAH AL QUR'AN UNTUK JIWA DAN KEHIDUPAN : PERDAMAIAN ITU LEBIH BAIK *
🎙 *Ustadz ABDUR ROUF HAFIDZAHULLAH*
TANGGAL :
SELASA, 16 DZULHIJJAH 1447 / 02 JUNI 2026
⏰ 08.30 - SELESAI
TEMPAT :
*PERUM. PURI INDAH BLOK E NO. 11-12 SIDOARJO*
Youtube :
https://www.youtube.com/live/XtPPExcJyxU?si=479eUZ5Nt3wzU725
........
PERDAMAIAN ITU LEBIH BAIK
Mendamaikan Hati, Memurnikan Jiwa, dan Meraih Ridha Allah
"Dan perdamaian itu lebih baik." (QS. An-Nisa' [4]: 128).
Dalam perspektif tasawuf (tazkiyatun nufus), perdamaian bukan sekadar tidak adanya pertengkaran, tetapi keadaan hati yang bersih dari kebencian, dendam, iri hati, kesombongan, dan keinginan untuk menang sendiri. Hati yang damai adalah hati yang dipenuhi cahaya iman, kasih sayang, dan ridha kepada ketentuan Allah.
Orang yang sibuk membersihkan hatinya akan lebih memilih berdamai daripada memperpanjang permusuhan. Ia sadar bahwa kemenangan sejati bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan hawa nafsunya sendiri.
Di zaman sekarang, pertengkaran begitu mudah terjadi. Media sosial sering menjadi tempat saling mencaci, menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, dan saling menjatuhkan. Teknologi komunikasi yang semestinya mendekatkan justru sering memperlebar jurang permusuhan. Karena itu, ayat "Ash-shulhu khair" (Perdamaian itu lebih baik) menjadi pedoman yang sangat relevan bagi kehidupan modern.
Allah mencintai hamba-hamba yang menjadi penyejuk, bukan penyulut api permusuhan. Semakin bersih hati seseorang, semakin mudah ia memaafkan dan menyambung kembali tali persaudaraan.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. An-Nisa' [4]: 128
"...Waṣ-ṣulḥu khair..."
"...Dan perdamaian itu lebih baik..."
2. QS. Al-Hujurat [49]: 10
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu..."
3. QS. Fussilat [41]: 34
"Tolaklah kejahatan dengan cara yang lebih baik, maka orang yang di antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman yang sangat setia."
Hadis Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Maukah kalian aku beritahu amalan yang lebih utama daripada puasa, shalat, dan sedekah?" Para sahabat menjawab, "Tentu." Beliau bersabda, "Mendamaikan hubungan di antara manusia."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah saling menzalimi."
(HR. Muslim).
Permusuhan, kedengkian, dan kebencian merupakan bentuk kezaliman hati yang menghalangi datangnya rahmat Allah.
Hikmah Tasawuf
Para ulama tasawuf mengajarkan bahwa:
- Hati yang dipenuhi dendam tidak akan merasakan manisnya ibadah.
- Memaafkan adalah tanda kuatnya jiwa, bukan kelemahan.
- Orang yang berdamai karena Allah lebih mulia daripada orang yang menang karena hawa nafsu.
- Membersihkan hati dari kebencian adalah bagian dari tazkiyatun nufus.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa penyakit hati seperti hasad, dendam, dan permusuhan akan menghalangi cahaya ma'rifat masuk ke dalam hati.
Muhasabah
Renungkanlah pertanyaan berikut:
- Masih adakah orang yang belum saya maafkan?
- Apakah saya pernah memutus silaturahmi karena urusan dunia?
- Apakah saya lebih suka menang daripada menjaga persaudaraan?
- Sudahkah saya menjadi penyejuk atau justru penyebab pertengkaran?
- Apakah hati saya tenang ketika melihat orang lain mendapatkan kebaikan?
Cara Bermuhasabah
- Beristighfar setiap selesai shalat.
- Berdoa agar Allah membersihkan hati dari iri, dendam, dan kebencian.
- Biasakan meminta maaf terlebih dahulu meskipun merasa benar.
- Menahan lisan dari ucapan yang menyakiti.
- Hindari menyebarkan berita yang dapat memicu permusuhan.
- Perbanyak dzikir, shalawat, dan membaca Al-Qur'an agar hati menjadi lembut.
- Sambung kembali silaturahmi yang pernah terputus karena mengharap ridha Allah.
Doa
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْحِقْدِ وَالْحَسَدِ وَالْكِبْرِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُخْلِصِينَ.
Artinya:
"Ya Allah, perbaikilah hubungan di antara kami, satukanlah hati-hati kami, tunjukilah kami jalan-jalan keselamatan, bersihkanlah hati kami dari kedengkian, iri hati, dan kesombongan, serta jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang ikhlas."
Penutup
Perdamaian bukan berarti kalah, melainkan kemenangan atas hawa nafsu. Orang yang mampu memaafkan akan hidup lebih tenang, lebih sehat jiwanya, dan lebih dekat dengan rahmat Allah. Semoga Allah menjadikan hati kita lembut, lisan kita santun, dan kehidupan kita dipenuhi kedamaian, sehingga kita termasuk hamba yang memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jazakumullahu khairan katsiran.
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, membersihkan hati kita dari segala penyakit, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menghimpunkan kita kelak bersama Rasulullah ﷺ, para shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
.......
No comments:
Post a Comment