irsyadul ibad.
Bab : Wudhu.
Ada suatu cerita dari Al-Fudhail bin Iyadh, bahwa beliau pernah lupa tidak membasuh kedua tangannya dua kali, lalu shalat lalu tidur pada malam itu juga. Akhirnya dia bermimpi berjumpa dengan Rasul seraya berkata: ‘Wahai Fudhail aku heran melihatmu mengapa kamu meninggalkan sunahku di dalam berwudhu.’ Lalu Fudhail bangun lantaran terketuk hatinya oleh kharisma Rasul.
Dan tanpa menunggu lagi, dia berwudhu’ dan menghukum dirinya menjalankan shalat sunah sebanyak lima ratus rakaat untuk sehari semalam dan dijalankannya selama satu tahun sebagai tebusan perbuatan yang tak layak itu yaitu mengabaikan sunah Rasul dalam berwudhu.
.........
Judul:
Mencintai Sunnah Rasulullah ﷺ: Jalan Penyucian Jiwa dan Kesempurnaan Ibadah
Kisah tentang Al-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah—meskipun riwayat mimpinya tidak dapat dijadikan dalil hukum syariat—mengandung pelajaran yang sangat berharga dalam dunia tasawuf dan tazkiyatun nufus. Para ulama menjelaskan bahwa mimpi orang saleh dapat menjadi pelajaran bagi dirinya, tetapi tidak menetapkan syariat baru. Yang menjadi teladan adalah kecintaan Al-Fudhail kepada sunnah Rasulullah ﷺ dan kesungguhan beliau dalam bermuhasabah.
Orang-orang yang telah bersih hatinya tidak hanya takut meninggalkan yang wajib, tetapi juga merasa sedih ketika lalai dari sunnah-sunnah Nabi ﷺ. Mereka memahami bahwa setiap sunnah adalah bukti cinta kepada Rasulullah ﷺ. Semakin besar cinta kepada beliau, semakin besar pula semangat untuk mengikuti jejak beliau, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kehidupan sehari-hari.
Dalam tasawuf, kesempurnaan seorang hamba bukan hanya banyaknya amal, tetapi keikhlasan hati, adab kepada Allah, dan ittiba' (mengikuti) Rasulullah ﷺ. Hati yang hidup akan segera menyesal ketika melakukan kelalaian, lalu bersegera memperbaikinya dengan taubat, istighfar, dan memperbanyak amal saleh.
Di zaman sekarang, manusia begitu teliti menjaga ponsel, kendaraan, rekening, dan pekerjaannya. Namun sering kali kurang teliti menjaga kualitas wudhu, kekhusyukan shalat, dan adab terhadap sunnah Nabi ﷺ. Padahal kebahagiaan sejati bukan terletak pada kecanggihan teknologi, melainkan pada hati yang selalu dekat dengan Allah dan Rasul-Nya.
Allah mencintai hamba yang selalu memperbaiki dirinya. Setiap kesalahan yang diikuti dengan taubat akan mengangkat derajat seseorang. Jangan pernah meremehkan amal sunnah, karena amal-amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi sebab datangnya cinta Allah.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Ali 'Imran: 31
"Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu."
2. QS. Al-Hasyr: 7
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah."
3. QS. Al-Ahzab: 21
"Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kalian."
Hadis-Hadis Terkait
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka sungguh ia telah mencintaiku. Dan barang siapa mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga." (HR. At-Tirmidzi)
Beliau juga bersabda:
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat." (HR. Bukhari)
Dan:
"Barang siapa berwudhu sebagaimana wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat dengan khusyuk, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)
Inilah rahasia para wali Allah; mereka tidak puas hanya dengan kewajiban, tetapi terus mendekat kepada Allah melalui amalan-amalan sunnah.
Muhasabah
Renungkanlah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Sudahkah aku menjaga sunnah Rasulullah ﷺ dalam wudhu, shalat, dan kehidupan sehari-hari?
- Apakah aku merasa sedih ketika lalai dalam beribadah?
- Apakah aku lebih sibuk mempercantik dunia daripada memperindah amal?
- Apakah cintaku kepada Rasulullah ﷺ telah tampak dalam akhlak dan amal?
Cara Bermuhasabah
- Awali dan akhiri hari dengan istighfar.
- Evaluasi setiap shalat yang telah dikerjakan.
- Pelajari satu sunnah Nabi ﷺ setiap hari, lalu amalkan.
- Biasakan membaca shalawat kepada Rasulullah ﷺ.
- Catat kelalaian diri, lalu perbaiki dengan amal saleh tanpa berlebihan atau memberatkan diri.
- Berdoalah agar Allah memberi keistiqamahan dalam mengikuti sunnah.
Doa
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ، وَأَحْيِنَا عَلَى سُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَتَوَفَّنَا عَلَيْهَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْغَفْلَةِ، وَارْزُقْنَا صِدْقَ الْمَحَبَّةِ لَكَ وَلِرَسُولِكَ.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami termasuk pengikut sunnah. Hidupkanlah kami di atas sunnah Nabi-Mu Muhammad ﷺ, wafatkanlah kami di atas sunnahnya, sucikanlah hati kami dari riya dan kelalaian, serta anugerahkanlah kepada kami cinta yang tulus kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu."
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang tidak hanya mengerjakan ibadah karena kewajiban, tetapi juga menghiasi hidup dengan sunnah Rasulullah ﷺ sebagai bukti cinta kepada beliau. Semoga Allah membersihkan hati kita, memperbaiki amal kita, dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah ﷺ di surga-Nya. Aamiin.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah ﷻ melimpahkan rahmat, keberkahan, kesehatan, keistiqamahan dalam beribadah, serta menjadikan kita semua termasuk hamba-hamba yang mencintai dan menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
.........
No comments:
Post a Comment