Saturday, July 4, 2026

265irs. MENJADIKAN JUMAT SEBAGAI HAJI RUHANI MENUJU KEBERSIHAN JIWA

 Bab : Sholat Jum'at.

Al-auza'i dari Maisarah bin Jalis ketika ia telah buta dituntun oleh penuntunnya kekubur, dan sesampainya dikubur memberi salam: Assalamu alaikum ahlal qubur antum lana salaf wa nahnu lakum taba'un, warahimanallahu wa iyyakum, wa ghafara lana walakum (Selamat sejahteralah bagi kalian ahli kubur, kamu telah mendahului kami, da kami akan mengikuti kalian, semoga Allah merahma kami dan kamu, dan mengampunkan kami dan kamu). Tiba tiba Allah mengizinkan ruh seorang menjawab padanya Untung kamu hai ahli dunia, kalian dapat berhajji tia bulan empat kali. Ditanya: Kemana ? semoga Alla memberi rahmat padamu ! Jawab ruh itu : Ke sembahyan jum'at, apakah kamu tidak mengetahui bahwa sembayang jum'ar itu sama dengan hajji yang mabrur yang diterima.

......

MENJADIKAN JUMAT SEBAGAI HAJI RUHANI MENUJU KEBERSIHAN JIWA

Bismillahirrahmanirrahim

Kisah yang dinukil dari Al-Auza'i tentang seorang ahli kubur yang berkata, "Beruntunglah kalian wahai ahli dunia, kalian dapat berhaji setiap bulan empat kali," lalu menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menghadiri shalat Jumat, mengandung pelajaran tasawuf yang sangat dalam.

Dalam perspektif Tazkiyatun Nufus (penyucian jiwa), manusia sering kali menganggap ibadah yang besar hanyalah yang memerlukan biaya, perjalanan jauh, dan pengorbanan fisik yang berat. Padahal, banyak amalan yang Allah bukakan setiap pekan untuk membersihkan hati, menghapus dosa, dan meninggikan derajat, salah satunya adalah shalat Jumat.

Ahli kubur telah terputus dari amal. Mereka hanya dapat menunggu rahmat Allah dan kiriman doa dari orang-orang yang masih hidup. Adapun kita yang masih diberi umur, masih dapat melangkahkan kaki menuju masjid, mendengarkan khutbah, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan menghadiri shalat Jumat. Karena itu mereka memandang kehidupan dunia sebagai nikmat yang sangat besar.

Seorang salik (penempuh jalan menuju Allah) hendaknya memandang hari Jumat bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan perjumpaan ruhani dengan Allah, saat hati dibersihkan dari karat dosa dan jiwa diperbaharui dengan cahaya iman.

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Ayat ini mengajarkan bahwa ketika panggilan Allah datang, segala urusan dunia harus ditinggalkan demi memenuhi panggilan Rabb semesta alam.

Allah juga berfirman:

"Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya." (QS. Asy-Syams: 9)

Setiap Jumat merupakan kesempatan untuk menyucikan jiwa dari noda kesibukan dunia selama sepekan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Jumat adalah momentum pencucian ruhani yang terus berulang bagi orang-orang beriman.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

"Barang siapa mandi pada hari Jumat, kemudian datang lebih awal, berjalan kaki, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah dan tidak melakukan perbuatan sia-sia, maka setiap langkahnya bernilai pahala setahun berupa puasa dan qiyamullail." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)

Betapa besar kemurahan Allah kepada hamba-Nya. Setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai amal yang luar biasa.

Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman:

"Hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Bukhari)

Hari Jumat adalah salah satu sarana terbesar untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amal sunnah yang dianjurkan.

Relevansi di Zaman Sekarang

Di era teknologi modern, manusia mampu bepergian ribuan kilometer hanya dalam hitungan jam. Informasi mengalir tanpa batas melalui internet dan media sosial. Namun ironisnya, banyak hati yang semakin gelisah, cemas, dan kosong.

Hari Jumat menjadi "stasiun pengisian ruhani" bagi jiwa yang kelelahan oleh hiruk-pikuk dunia digital. Ketika notifikasi tidak pernah berhenti, ketika persaingan hidup semakin keras, dan ketika manusia semakin sibuk mengejar dunia, Allah menghadirkan Jumat sebagai waktu untuk berhenti sejenak, kembali kepada-Nya, dan mengingat tujuan akhir kehidupan.

Orang yang memahami hakikat Jumat tidak hanya hadir secara fisik di masjid, tetapi juga menghadirkan hati, khusyuk mendengarkan nasihat, memperbanyak shalawat, membaca Surah Al-Kahfi, berdoa, dan memperbaharui taubatnya.

Muhasabah Diri

Renungkanlah beberapa pertanyaan berikut:

  1. Sudahkah aku menyambut hari Jumat dengan rasa rindu?
  2. Apakah aku datang lebih awal ke masjid atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban?
  3. Apakah khutbah Jumat mengubah perilaku dan akhlakku?
  4. Jika hari ini aku dipanggil Allah, apakah aku termasuk orang yang memakmurkan Jumat?
  5. Apakah aku lebih sibuk mempersiapkan urusan dunia daripada mempersiapkan bekal akhirat?

Cara Melakukan Muhasabah

  1. Luangkan waktu 10-15 menit setiap malam Jumat.
  2. Catat dosa dan kesalahan selama sepekan.
  3. Perbanyak istighfar minimal 100 kali.
  4. Membaca Surah Al-Kahfi.
  5. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ.
  6. Berniat datang lebih awal ke masjid.
  7. Bersedekah walaupun sedikit.
  8. Berdoa dengan penuh kerendahan hati pada waktu-waktu mustajab hari Jumat.

Doa

Allahumma ya Rabbana, jadikanlah hati kami hidup dengan mengingat-Mu. Bersihkanlah jiwa kami dari riya', ujub, sombong, hasad, dan cinta dunia yang berlebihan.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk memakmurkan masjid-Mu, mencintai shalat Jumat, menghadiri majelis ilmu, dan mengisi umur kami dengan amal saleh.

Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tua kami, guru-guru kami, keluarga kami, serta kaum muslimin yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, jadikan setiap langkah kami menuju masjid sebagai sebab turunnya rahmat-Mu, penghapus dosa-dosa kami, dan pemberat timbangan amal kebaikan kami pada hari kiamat.

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.

Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Ucapan Terima Kasih

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Terima kasih kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bernafas, beribadah, dan memperbaiki diri. Semoga setiap nasihat yang kita dengar menjadi cahaya yang menerangi hati, setiap langkah menuju masjid menjadi saksi kebaikan, dan setiap hari Jumat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Jazakumullahu khairan katsiran atas kesediaan membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bertaubat, membersihkan jiwa, dan istiqamah hingga akhir hayat.

.......

No comments: