Bab : 29
Tanda Tanda Bahagia dan Celaka.
Inilah beberapa tanda orang yang bahagia dan diikuti tanda orang yang celaka yang diambil dari Kitab Duratun Nasihin sebagai berikut:
Selalu dermawan, sedang celakanya kikir akan harta, tenaga dan pikiran
.........
Judul:
Dermawan: Jalan Kebahagiaan Hati, Kikir: Jalan Kesempitan Jiwa
Nasehat dan Motivasi (Perspektif Tasawuf – Tazkiyatun Nufus)
Dalam Kitab Durratun Nasihin disebutkan bahwa di antara tanda orang yang berbahagia adalah dermawan, sedangkan tanda orang yang celaka adalah kikir, baik terhadap harta, tenaga maupun pikiran.
Dalam pandangan tasawuf, hakikat kedermawanan bukanlah semata-mata banyaknya harta yang diberikan, melainkan bersihnya hati dari sifat cinta dunia yang berlebihan. Orang yang dermawan menyadari bahwa semua yang dimilikinya hanyalah titipan Allah. Ia merasa bahagia ketika dapat memberi, bukan ketika menumpuk dan menyimpan.
Sebaliknya, sifat kikir adalah penyakit hati (syuhh) yang sangat berbahaya. Orang yang kikir sering merasa takut miskin, enggan berbagi ilmu, tenaga, waktu, bahkan enggan mendoakan saudaranya. Padahal semakin seseorang menggenggam dunia dengan erat, semakin sempit dadanya. Sebaliknya, semakin ia memberi karena Allah, semakin lapang hatinya.
Kedermawanan juga tidak terbatas pada uang. Senyum yang tulus, ilmu yang bermanfaat, tenaga untuk membantu, nasihat yang baik, doa yang ikhlas, dan memaafkan kesalahan orang lain merupakan bentuk sedekah yang sangat dicintai Allah.
Di era modern, ketika manusia berlomba mengumpulkan harta, popularitas, dan pengikut di media sosial, seorang mukmin justru berlomba menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi sesama. Itulah kekayaan sejati menurut tasawuf: hati yang penuh kasih, tangan yang ringan memberi, dan jiwa yang ridha terhadap ketentuan Allah.
Dalil Al-Qur'an
1. QS. Ali 'Imran: 92
"Kamu sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai."
2. QS. Al-Baqarah: 261
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir; pada tiap-tiap bulir seratus biji..."
3. QS. Al-Hasyr: 9
"...Mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan. Barang siapa dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Hadis Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah." (HR. dan )
Beliau juga bersabda:
"Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. )
Hadis Qudsi
Allah Ta'ala berfirman:
"Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak kepadamu." (HR. dan )
Relevansi Zaman Sekarang
Di zaman teknologi yang serba cepat, banyak orang kaya informasi tetapi miskin kepedulian. Ada yang enggan berbagi ilmu, pelit memberi apresiasi, malas membantu sesama, bahkan sibuk mengejar keuntungan pribadi.
Tasawuf mengajarkan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan kemajuan akhlak. Jadikan media sosial sebagai ladang sedekah ilmu, jadikan kemampuan profesional sebagai sarana membantu orang lain, dan jadikan harta sebagai jalan mendekat kepada Allah, bukan sebagai tujuan hidup.
Muhasabah
Renungkanlah:
- Apakah saya lebih senang menerima daripada memberi?
- Apakah saya pernah menolak membantu padahal mampu?
- Apakah saya pelit terhadap ilmu, waktu, tenaga, dan perhatian?
- Apakah saya merasa berat ketika diminta bersedekah?
- Apakah saya yakin bahwa Allah adalah sebaik-baik Pemberi rezeki?
Cara Melatih Jiwa Agar Dermawan
- Niatkan setiap pemberian hanya karena Allah.
- Sisihkan sedekah setiap hari meskipun sedikit.
- Biasakan membantu dengan tenaga sebelum diminta.
- Sebarkan ilmu yang bermanfaat.
- Doakan saudara-saudara Muslim tanpa sepengetahuan mereka.
- Ingat bahwa harta yang dibawa mati hanyalah amal saleh.
- Perbanyak mengingat kematian agar hati tidak diperbudak dunia.
Doa
Allahumma athhir qulubana minasy-syuhhi wal-bukhli, wazayyin nafusana bis-sakha'i wal-karam. Allahumma ij'alna minal-mutashaddiqin, wabarik lana fima a'thaitana, waj'al amwalana wa a'malana sabilan ila ridhaka. Rabbana taqabbal minna innaka Antas-Sami'ul-'Alim, wa tub 'alaina innaka Antat-Tawwabur-Rahim. Aamiin.
Artinya:
"Ya Allah, sucikanlah hati kami dari sifat kikir dan bakhil. Hiasilah jiwa kami dengan sifat dermawan dan mulia. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang gemar bersedekah. Limpahkanlah keberkahan pada rezeki yang Engkau berikan kepada kami, dan jadikanlah harta serta amal kami sebagai jalan menuju keridaan-Mu. Terimalah amal kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Aamiin."*
Terima Kasih
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan nasihat ini. Semoga Allah ﷻ membersihkan hati kita dari sifat kikir, menghiasinya dengan kedermawanan, menjadikan kita hamba yang ringan tangan membantu sesama, serta mengumpulkan kita kelak bersama orang-orang yang saleh di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
..........
No comments:
Post a Comment