Wednesday, February 25, 2026

978. MENINGGALKAN YANG SYUBHAT, MENYELAMATKAN HATI



kitab Hadits Arbain Nawawi (Karya Yahya bin Syaraf An-Nawawi atau Imam Nawawi ).

Hadits ke-11 Tinggalkan Apa yang Meragukan


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بنِ عَلِيّ بنِ أبِي طالبٍ سِبْطِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ» رواه الترمذي والنسائي وقال الترمذي: حديث حسن صحيح.


Dari Abu Muhammad al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangannya, berkata: aku hafal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.” Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Nasa`i, dan at-Tirmidzi berkata, “Hadits hasan shahih.”

[Shahih: Sunan at-Tirmidzi (no. 2518), Sunan an-Nasa`i (VIII/327-328)]

.....

📖 Hadits ke-11 Arbain Nawawi

“Tinggalkan Apa yang Meragukan”


Rasulullah ﷺ bersabda:

“دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ”
“Tinggalkan apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu.”
(HR. at-Tirmidzi dan an-Nasa’i)


🌿 MENINGGALKAN YANG SYUBHAT, MENYELAMATKAN HATI

Saudaraku…

Hadits ini bukan hanya tentang halal–haram.
Ini tentang kebersihan hati (tazkiyatul nufus).

Dalam tasawuf, keraguan (riybah) adalah getaran halus dalam hati. Ketika hati gelisah, itu tanda cahaya fitrah sedang memberi sinyal.

Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa berita, maka telitilah…"
(QS. Al-Hujurat: 6)

Di era digital ini — berita datang dalam hitungan detik.
Pesan viral, video potongan, opini liar — semuanya masuk ke hati kita.

Pertanyaannya:
👉 Apakah semua yang kita klik itu menenangkan?
👉 Atau justru membuat hati semakin gelisah?


📱 1. Dalam Teknologi & Media Sosial

Hari ini, jari kita lebih cepat dari akal kita.

Banyak yang meragukan:

  • Informasi belum jelas kebenarannya
  • Investasi digital tanpa dasar syariah
  • Konten yang merangsang syahwat dan iri
  • Hutang online yang mencekik

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara syubhat…”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Tasawuf mengajarkan:
Jika hati tidak tenang, tinggalkan.

Karena dosa sering kali tidak langsung terasa besar.
Ia masuk perlahan melalui pembiasaan.


🚗 2. Dalam Transportasi & Gaya Hidup Cepat

Kita hidup di zaman cepat:

  • Ingin kaya cepat
  • Ingin terkenal cepat
  • Ingin hasil tanpa proses

Padahal Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya.”
(QS. Al-Isra: 36)

Keraguan muncul ketika kita memaksakan diri melampaui batas syariat.

Dalam tazkiyah, ketenangan lebih penting daripada kecepatan.


🏥 3. Dalam Dunia Kedokteran & Kesehatan

Ilmu kedokteran berkembang luar biasa.
Namun tetap ada batas manusia.

Hadis Qudsi:

“Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku.”
(HR. Muslim)

Teknologi boleh maju,
tetapi petunjuk tetap dari Allah.

Jangan sampai karena percaya sains, kita melupakan doa.
Jangan sampai karena modernitas, kita meninggalkan tawakal.


🌿 Perspektif Tazkiyatul Nufus

Keraguan sering muncul karena:

  • Hati kotor oleh maksiat kecil
  • Terlalu banyak konsumsi dunia
  • Minim dzikir dan muraqabah

Imam Nawawi mengumpulkan hadits ini bukan untuk fikih semata,
tetapi untuk menjaga kebersihan batin.

Dalam tasawuf:

  • Syubhat itu debu hati
  • Dosa itu noda hati
  • Istiqamah itu cahaya hati

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tinggalkanlah dosa yang kecil sekalipun, karena ia akan berkumpul hingga membinasakan.”
(HR. Ahmad)


🌙 Muhasabah

Mari kita bertanya pada diri:

  • Apakah pekerjaan saya membuat hati tenang?
  • Apakah harta saya bebas dari syubhat?
  • Apakah postingan saya membawa maslahat?
  • Apakah hutang saya membuat saya jauh dari Allah?

Jika hati ragu, berhenti.
Karena ketenangan adalah tanda keberkahan.

Allah berfirman:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)


🌤 Harapan

Saudaraku…

Zaman boleh rumit.
Teknologi boleh canggih.
Masalah boleh banyak.

Tetapi hati yang bersih akan selalu menemukan jalan.

Barangsiapa menjaga hatinya dari yang meragukan,
Allah akan menjaganya dari yang membinasakan.


🤲 DOA

Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari keraguan yang menyesatkan.
Tunjukkan kami yang halal sebagai halal dan mudahkan kami mengikutinya.
Tunjukkan kami yang haram sebagai haram dan jauhkan kami darinya.

Ya Allah…
Jika dalam hidup kami ada yang syubhat, berikan keberanian untuk meninggalkannya.
Jika ada harta yang meragukan, gantilah dengan yang lebih baik.
Jika ada jalan yang gelap, terangilah dengan cahaya hidayah-Mu.

Jadikan teknologi sebagai sarana ibadah kami,
bukan sebagai sebab lalai kami.

Ya Muqallibal qulub…
Tetapkan hati kami di atas agama-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.


🌿 Terima kasih telah membaca dan merenungkan bersama.
Semoga Allah menjaga hati kita di zaman yang penuh ujian ini.

.....

Hadits ke-11: "Tinggalkan yang Meragukan" – Versi Gaul Santuy Tapi Tetap Berkelas


---


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الحَسَنِ بنِ عَلِيّ بنِ أبِي طالبٍ ... قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ»


Dari Abu Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu kesayangan Rasulullah ﷺ, ia bilang: "Aku hafal banget dari Rasulullah ﷺ, 'Tinggalkan apa yang bikin ragu, ambil yang udah jelas aja.'" (HR. Tirmidzi & Nasa'i, kata Tirmidzi haditsnya hasan shahih).


---


🌿 Pesan Kekinian: Jangan Overthink, Jaga Hati Tetap Adem


Sobat, hadits ini tuh nggak cuma ngomongin halal-haram doang. Lebih dalem dari itu: ini tentang kebersihan hati. Di dunia yang serba cepet kayak sekarang, hati kita sering keguncang sama berita hoax, status orang, atau tawaran investasi yang katanya "cuan" tapi ujung-ujungnya bikin gelisah.


Allah ﷻ udah ngasih alarm lewat firman-Nya:


"Wahai orang-orang yang beriman, kalau ada orang fasik datang bawa berita, lu teliti dulu..." (QS. Al-Hujurat: 6)


Nah, pas lagi scroll media sosial, kadang kita lupa buat pause dan mikir: "Ini konten bikin aku tenang apa malah tambah paranoid?"


---


📱 1. Di Dunia Digital: Jangan Asal Klik & Share


Zaman now, jari kita lebih kenceng dari otak. Banyak hal yang bikin kita ragu:


· Info belum jelas udah dibagikan.

· Investasi online ngiming-ngiming untung besar tapi logika nggak nyambung.

· Konten yang isinya pamer harta, bikin iri dan hati nggak adem.

· Pinjol yang bikin was-was karena bunganya nggak wajar.


Rasulullah ﷺ juga bilang:


"Yang halal itu jelas, yang haram juga jelas. Di antara keduanya ada perkara syubhat (abu-abu)..." (HR. Bukhari & Muslim)


Dalam tasawuf, ajaran sederhananya: kalau hati udah nggak nyaman, mending tinggalin. Karena dosa itu sering masuk pelan-pelan, nggak langsung kerasa.


---


🚗 2. Gaya Hidup Cepet: Mau Instant Tapi Lupa Proses


Kita hidup di era serba mager tapi pengennya instan:


· Mau kaya mendadak tanpa kerja keras.

· Mau terkenal cuma modal konten viral.

· Mau hasil tanpa usaha.


Padahal Allah ﷻ bilang:


"Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu nggak punya ilmu tentangnya." (QS. Al-Isra: 36)


Keraguan muncul pas kita maksain diri melakukan sesuatu yang ngelewatin batas. Dalam tazkiyatun nufus (penyucian hati), ketenangan itu lebih penting daripada kecepatan. Jadi, jangan sampai karena pengen cepet sukses, kita malah ngelakuin hal yang meragukan.


---


🏥 3. Di Dunia Kesehatan: Percaya Sains, Tapi Jangan Lupa Doa


Ilmu kedokteran makin canggih, tapi kita tetap manusia yang lemah. Allah ﷻ ngasih peringatan lewat hadis Qudsi:


"Wahai hamba-Ku, kalian semua sesat kecuali yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku." (HR. Muslim)


Teknologi maju itu keren, tapi jangan sampai kita lupa sama yang punya kuasa. Jangan karena percaya banget sama dokter, kita ninggalin doa. Jangan karena modern, kita lepas tawakal.


---


🌿 Intinya: Jaga Hati Tetap Bersih


Kenapa sih hati sering ragu? Bisa jadi karena:


· Debu maksiat yang numpuk.

· Terlalu sibuk sama dunia.

· Jarang inget Allah dan muhasabah diri.


Imam Nawawi ngumpulin hadits ini bukan cuma buat fikih, tapi lebih ke ngajak kita bersihin batin. Dalam bahasa tasawuf:


· Syubhat itu debu hati.

· Dosa itu noda hati.

· Istiqamah itu cahaya hati.


Rasulullah ﷺ juga ngingetin:


"Tinggalkan dosa kecil sekalipun, karena dosa kecil bakal numpuk sampe bisa ngancurin." (HR. Ahmad)


---


🌙 Yuk, Muhasabah Diri


Coba deh, tanya ke diri sendiri:


· Kerjaanku sehari-hari bikin hati adem nggak?

· Harta yang aku punya, ada yang syubhat nggak?

· Postinganku di medsos ngebawa manfaat atau malah bikin orang lain insecure?

· Punya utang nggak? Itu bikin jauh dari Allah apa malah jadi wasilah kebaikan?


Kalau hati udah mulai ragu, berhenti. Karena ketenangan itu tanda keberkahan. Allah ﷻ janji:


"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati jadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)


---


🌤 Harapan dan Doa


Sobat, zaman boleh makin ribet, teknologi boleh makin canggih, masalah boleh makin kompleks. Tapi hati yang bersih bakal selalu nemu jalan keluar. Siapa yang jaga hatinya dari hal-hal meragukan, Allah bakal jaga dia dari hal-hal yang ngecelakain.


🤲 Doa ala Anak Muda


Ya Allah...

Bersihin hati kita dari rasa ragu yang bikin galau.

Kasih kita petunjuk mana yang halal, mudahkan kita buat jalanin.

Kasih kita kekuatan buat ninggalin yang haram, walau kadang rasanya berat.


Ya Allah...

Kalau dalam hidup kita ada hal-hal yang syubhat, kasih kita keberanian buat ninggalin.

Kalau ada harta yang meragukan, ganti dengan rezeki yang lebih barokah.

Kalau ada jalan yang gelap, terangin pake cahaya hidayah-Mu.


Jadikan teknologi ini sebagai alat buat ibadah, bukan malah bikin kita lalai.


Ya Muqallibal qulub, tetepin hati kita di atas agama-Mu.


Aamiin ya Rabbal 'Alamin.


---


🌿 Makasih udah baca dan renungin bareng. Semoga Allah jaga hati kita di zaman yang penuh cobaan ini. Tetap adem, tetap istiqamah!


.....

No comments: