Al-Baqarah · Ayat 183
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
......
📖 Tafsir Tazkiyatul Nufus: Al-Baqarah Ayat 183
🕊 Firman Allah dalam – Surah : 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
🌿 1. Puasa: Bukan Sekadar Menahan, Tapi Menyucikan
Dalam perspektif tasyawuf / tazkiyatul nufus, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Ia adalah proses penyucian jiwa.
Di era kecanggihan teknologi:
- Informasi masuk tanpa batas.
- Hiburan tak pernah berhenti.
- Komunikasi begitu cepat.
- Nafsu konsumsi makin tak terkendali.
Puasa hadir sebagai rem spiritual.
Allah tidak berkata: “agar kamu sehat”, “agar kamu disiplin”, tetapi:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ — agar kamu bertakwa.
Takwa adalah keadaan hati yang selalu merasa diawasi Allah, bahkan ketika sinyal internet kuat dan manusia tidak melihat.
🔥 2. Puasa dan Pengendalian Nafsu di Era Digital
Hari ini, godaan bukan hanya makanan.
Tetapi:
- Scroll tanpa batas.
- Syahwat visual.
- Pamer ibadah di media sosial.
- Ujub dan riya terselubung.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga.”
(HR. Ibnu Majah)
Artinya, jika hati tidak dibersihkan, puasa hanya ritual fisik.
Dalam hadis qudsi Allah berfirman:
“Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Mengapa puasa istimewa?
Karena puasa adalah ibadah paling tersembunyi.
Ia melatih kejujuran batin.
Di ruang sunyi, di kamar pribadi, saat tidak ada yang melihat — hanya takwa yang menahan kita.
🌊 3. Puasa dan Peradaban Modern
Kita hidup di zaman:
- Transportasi cepat.
- Kedokteran canggih.
- Komunikasi instan.
Namun kenapa hati tetap gelisah?
Karena teknologi mempercepat dunia,
tapi puasa memperlambat nafsu.
Allah berfirman:
“Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(, Ar-Ra’d: 28)
Puasa melatih kita:
- Tidak reaktif.
- Tidak emosional.
- Tidak dikuasai keinginan sesaat.
Inilah tazkiyatul nufus — membersihkan hati dari:
- Hasad
- Riya
- Cinta dunia berlebihan
🪞 4. Muhasabah: Sudahkah Puasa Kita Mengubah Jiwa?
Mari bertanya pada diri sendiri:
- Apakah puasa membuat kita lebih sabar kepada keluarga?
- Apakah puasa mengurangi hutang maksiat mata dan lisan?
- Apakah puasa mendekatkan kita pada sujud malam?
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Puasa adalah sekolah jiwa.
Jika setelah Ramadhan kita masih sama, berarti kita belum lulus.
🌅 5. Harapan: Puasa sebagai Jalan Kembali
Saudaraku…
Tak peduli seberapa banyak dosa.
Tak peduli seberapa berat beban hidup.
Puasa adalah pintu taubat tahunan.
Ia adalah panggilan Allah:
“Kembalilah kepada-Ku.”
Dalam hadis disebutkan:
“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat…”
(HR. Muslim)
Bayangkan jika puasa kita diterima.
Ia menjadi cahaya saat dunia semakin gelap.
🤲 DOA
Ya Allah…
Engkau yang mewajibkan puasa agar kami bertakwa.
Bersihkan hati kami dari cinta dunia yang berlebihan.
Jadikan puasa kami bukan sekadar lapar,
tetapi cahaya dalam dada.
Di zaman teknologi yang memabukkan ini,
jangan Engkau biarkan hati kami lalai.
Jadikan kami hamba yang jujur dalam sepi,
khusyuk dalam sujud,
dan lembut dalam akhlak.
Ampuni dosa kami, dosa keluarga kami.
Tuntun anak-anak kami menjadi penyejuk mata.
Lapangkan rezeki kami yang halal dan berkah.
Ya Allah…
Jadikan akhir hidup kami dalam keadaan husnul khatimah.
Aamiin.
🌷 Penutup
Semoga puasa kita bukan hanya rutinitas tahunan,
tetapi revolusi jiwa.
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk merenungi ayat mulia ini.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang benar-benar bertakwa.
🤍 Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.......Tafsir Santuy: Al-Baqarah Ayat 183
(Version: Gaul Tapi Tetap Adab)
Allah SWT berfirman di Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
---
1. Puasa: Bukan Cuma Tahan Lapar, Tapi Juga "Reset" Otak
Jadi gini, dalam dunia tazkiyatun nufus (penyucian jiwa), puasa itu nggak sekadar nahan haus dan laper doang. Ini adalah momen glow up-nya ruhani.
Apalagi di jaman now yang serba canggih:
· Info bertebaran di mana-mana, kadang hoax juga ikut.
· Hiburan nggak ada matinya, dari TikTok sampe Netflix.
· Chatting sama orang nggak pernah berhenti.
· Pengen beli ini-itu terus, karena iklan di mana-mana.
Nah, di tengah hiruk-pikuk itu, puasa hadir sebagai mode "Do Not Disturb" buat jiwa kita.
Allah nggak bilang "biar kalian sehat" atau "biar hidup kalian teratur", tapi langsung ke intinya:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ — "agar kalian bertakwa."
Takwa itu intinya adalah feeling selalu diawasi Allah. Meskipun sinyal WiFi lagi full, tapi kita tetap inget: "Eh, Allah lagi liat nih, jangan buka-buka yang aneh."
---
2. Jagain Diri di Era Digital: Jangan Sampai Cuma Dapet Lapar doang!
Zaman sekarang, cobaan bukan cuma nasi goreng atau es teh manis pas buka.
Tapi:
· Scroll medsos sampe lupa waktu.
· Liat foto/video yang "tepian maksiat".
· Pamer ibadah di IG story biar dibilang saleh.
· Riya dan ujub (pamer) yang kadang nggak sadar.
Nabi Muhammad ﷺ udah warning banget:
"Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga."
(HR. Ibnu Majah)
Artinya, kalau hati kita nggak ikut puasa (masih iri, masih suka gibah, masih suka pamer), puasa kita cuma diet biasa, bukan ibadah.
Dalam hadis Qudsi, Allah bilang:
"Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kenapa spesial? Karena puasa itu hidden gem-nya ibadah. Nggak ada yang tau kita puasa kecuali kita sendiri dan Allah. Ini latihan jujur yang paling intense.
Di kamar kos, sendirian, pas lagi nge-scroll HP dan tiba-tiba muncul konten "berbahaya" — yang nahan kita bukan orang lain, tapi takwa.
---
3. Puasa di Tengah Gempuran Teknologi: Bikin Hati Adem
Kita hidup di masa:
· Mau kemana aja gampang, pake ojek online.
· Sakit dikit bisa cek sendiri di internet.
· Chat sama orang di belahan dunia manapun cepet.
Tapi anehnya, kok hati masih galau? Kok masih insecure?
Jawabannya simpel: karena teknologi cuma mempermudah urusan dunia, tapi puasa yang bikin kita sadar buat nahan diri.
Allah bilang:
"Ketahuilah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."
(QS. Ar-Ra'd: 28)
Puasa itu bootcamp singkat buat ngelatih kita:
· Nggak gampang ngegas kalau lagi emosi.
· Nggak impulsif beli barang cuma karena diskon.
· Bisa nahan diri buat skip konten yang nggak bermanfaat.
Ini nih yang namanya tazkiyatul nufus — bersihin hati dari:
· Iri sama temen yang hidupnya keliatan lebih enak.
· Pamer (biar dibilang alim).
· Cinta banget sama dunia sampe lupa akhirat.
---
4. Muhasabah Yuk: Puasa Kita Tahun Ini Ngefek ke Jiwa Nggak Sih?
Coba refleksi dikit:
· Apa puasa bikin aku lebih sabar ngadepin keluarga/roommate?
· Apa puasa bikin aku bisa nahan mata buat nggak liat yang haram?
· Apa puasa bikin aku makin rajin shalat malam atau ngaji?
Nabi ﷺ bersabda:
"Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya."
(HR. Bukhari)
Intinya, puasa itu sekolah jiwa. Kalau abis Ramadhan kelakuan masih aja sama, ya berarti kita belum naik kelas. Mood swing masih gila-gilaan, masih suka ngomongin orang, masih main HP berjam-jam tanpa faedah.
---
5. Harapan: Ramadhan Adalah Momen Balik Lagi ke Jalan Allah
Sobat...
Nggak peduli seberapa dalem dosa kita.
Nggak peduli seberapa ruwet hidup kita.
Puasa adalah kesempatan reset tahunan. Ini panggilan halus dari Allah:
"Baliklah ke Aku. Aku kangen sama kamu."
Dalam hadis disebutkan:
"Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Kebaikan dibalas sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat…"
(HR. Muslim)
Coba bayangin kalo puasa kita diterima. Bakal jadi cheat code buat jadi pemenang di dunia yang makin chaos ini.
---
🙏 DOA (Biar Makin Adem)
Ya Allah...
Lo yang mewajibkan puasa biar kita jadi orang bertakwa.
Bersihin hati kita dari kecintaan dunia yang lebay.
Jadikan puasa kita bukan cuma sekedar nahan laper, tapi bener-bener jadi lampu di dalam dada.
Di jaman yang serba digital dan kadang bikin pusing ini,
jangan biarin hati kita lupa sama njenengan.
Jadikan kita hamba yang jujur di saat sepi,
khusyuk waktu sujud,
dan lembut akhlaknya sama orang lain.
Ampunin dosa-dosa kita, dosa keluarga kita.
Bimbing anak-anak kita jadi penyejuk hati.
Lapangkan rezeki kita yang halal dan berkah.
Ya Allah...
Jadikan akhir hidup kita dalam kondisi husnul khatimah.
Aamiin.
---
✨ Penutup
Semoga puasa kita tahun ini bukan cuma ritual tahunan, tapi bener-bener jadi "inner beauty" yang bikin hati kita adem dan hidup kita lebih berarti.
Makasih udah nyempetin baca dan ngerenungin bareng.
Semoga Allah catet kita sebagai orang-orang yang beneran bertakwa. Aamiin.
🤍 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
.....

No comments:
Post a Comment